 Salah satu anime 24-episode di musim ini yang menarik diikuti. Secara umum, temanya segar, dan dibawakan dengan baik. Seperti apa To Aru Kagaku no Railgun?  Otaku, produk generasi muda masa kini. (Hector)
Pada artikel bagian pertama, kita diajak menelaah lebih dalam dan menelusuri latar belakang budaya yang menyebabkan fenomena "otaku" dapat muncul. Kini, kita akan masuk lebih dalam ke terminologi "otaku" itu sendiri. 
Kepada pembaca KAORI Newsline yang tertarik untuk mengkaji secara dalam dan mendasar mengenai fenomena otaku di Jepang, kami memuat esai dalam bahasa Indonesia yang cukup dalam mengulas mengenai otaku di Jepang. Credits kepada penerjemah aslinya. Di Indonesia, anda mungkin lumrah menemukan orang yang memiliki banyak nomor seluler. Contoh mudahnya adalah banyak anak muda yang memegang dua nomor, satu untuk nelpon murah dan lainnya untuk SMS gratis. Tren ini tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga terjadi di Jepang. Di negeri yang tidak memiliki jaringan GSM ini, fenomena masyarakat yang memiliki dua buah ponsel semakin mewabah. Senang pada hal 2D sampai-sampai sulit mencari pacar? Awas, anda mungkin terkena salah satu penyakit yang endemik di kalangan otaku, yakni Nijikon. Kata-kata ini mungkin tidak begitu asing lagi dibandingkan beberapa tahun yang lalu, seiring perkembangan anime dan manga di Indonesia. Kedua kata ini pun juga sama-sama sering disalahartikan sebagai salah satu bentuk perilaku pedofilia, dan identik dengan anime atau manga dengan konten pornografi. Sebenarnya apa arti sebenarnya kedua kata ini?
Ketiadaan anime dalam bahasa Indonesia adalah salah satu faktor penghambat majunya anime di Indonesia. Sebagian besar anime hanya tersedia dengan subtitel dalam bahasa Inggris. Padahal, nyaris sebagian besar orang yang membaca manga dan menonton anime di Indonesia pada umumnya hanya memiliki modal pas-pasan dalam berbahasa Inggris.
| Sepur Salah- Fansub Indonesia: Sebuah Kesesatan Berpikir
22 July 2011 | 00:55Masih mengamati lika-liku pergolakan fansub Indonesia, semakin hari fansub Indonesia malah mengalami dekadensi moral. Jika niat awal fansub itu adalah menyajikan anime bagi para penggemar, kini fansub Indonesia menjelma menjadi entitas yang rakus penghargaan, bergengsi tinggi, dan dalam beberapa hal mulai merambah ke upaya melawan hukum. Sebuah hobi menyalurkan minat, bakat, dan kesempatan luang, ataukah sebuah kegiatan untuk menunjukkan eksistensi dan gengsi? -
Archive for Sepur Salah »
|
Komentar Terkini