Fitur

Kereta Khusus Wanita di Jepang


Kereta khusus wanita di KRL Tokyo Metro seri 5000, jalur Tozai. Tampak ditempel di jendela, adalah stiker khusus yang menandakan bahwa kereta ini adalah khusus untuk wanita.

Baru-baru ini, KRL Commuter Jabodetabek telah memiliki kereta khusus wanita, yang berada di setiap ujung rangkaian. Ini bukan hal baru di Jepang, di mana dengan tingkat pelecehan yang tinggi terhadap wanita, operator sudah sejak lama memperkenalkan kereta khusus wanita ini. Seperti apa penerapan kereta khusus wanita di Jepang?

Pelecehan seksual tergolong tinggi di Jepang. Sekitar satu dari tiga wanita mengaku pernah mengalami pelecehan seksual di dalam rangkaian kereta. Awalnya, Japanese Government Railway (JGR) (semacam Djawatan Kereta Api di Jepang) saat itu meluncurkan kereta khusus pelajar wanita (hana densha,花電車 )  di jalur Chuo pada 1912, untuk mengatasi masalah terhadap siswi SMA yang bersekolah di sekolah khusus perempuan. Saat itu, kereta ini dibatasi untuk pelajar saja. Fenomena yang sama juga berlangsung di Osaka pada tahun 1950-an sampai tahun 1973.

Kereta khusus wanita (jousei senyousharyou,女性専用車両 ) dalam bentuknya yang modern sekarang ini, dipelopori oleh perusahaan kereta Keio Electric Railway. Keio meluncurkan kereta khusus wanita yang berlaku pada malam hari pada Desember 2000, dan memberlakukannya secara penuh mulai Maret 2001. Pada Juli 2001 JR East menyusul dengan memberlakukan hal ini di rangkaian yang berjalan di jalur Saikyou, yang terkenal dengan tingkat kasus pelecehan seksual yang tinggi. Di Juli 2002, JR West bersama Hankyuu Railway, Keihan Railway, dan Osaka Municipal Subway (KA bawah tanah milik Pemda Osaka) ikut memberlakukan hal ini.


Contoh stiker berisi informasi kereta khusus wanita yang berlaku di jalur KA bawah tanah Toei Shinjuku.

Kereta khusus wanita boleh dinaiki oleh setiap wanita. Meski demikian, mereka boleh memilih kereta biasa, jika merasa kereta khusus wanita sudah terlalu padat. Sebagian besar kereta khusus wanita memperbolehkan laki-laki penyandang cacat (dan pendampingnya) dan anak laki-laki SD untuk menaiki kereta ini. Bila membawa pasangan laki-laki, maka dia tidak boleh ikut memasuki kereta khusus wanita ini. Di sebagian besar jalur, kereta khusus wanita berlaku pada hari kerja saat jam sibuk (antara 7.00-9.00 pada pagi hari dan pukul 17.00-20.00 pada sore hari). Di akhir pekan atau hari libur, umumnya tidak diberlakukan.

Posisi kereta khusus wanita pun berbeda-beda di setiap operator. Tokyo Metro dan JR East memberlakukan kereta khusus wanita yang ditempatkan di salah satu kereta paling ujung (umumnya kereta nomor 8 atau 10). Sedangkan Tokyu memberlakukannya di kereta tengah (kereta nomor 5 atau 6).

Di setiap stasiun kereta api, umumnya dipasang petunjuk khusus bagi wanita, yang menunjukkan daerah peron khusus berdiri bagi penumpang wanita.

Pada umumnya, operator kereta di Jepang menolak hal ini. Mereka merasa dengan jumlah penumpang yang cukup padat (193 persen pada jalur Tozai milik Tokyo Metro), hanya akan memperparah kepadatan kereta. Tetapi setelah sosialisasi yang tidak berhasil, serta tindakan hukum yang tidak memberi efek jera, operator pun mengalah.

Tokyo Metro memberlakukan kebijakan ini di jalur Yurakucho pada 30 Oktober 2005, di jalur Chiyoda (dan Joban) pada 15 Mei 2006, dan di jalur Hibiya pada 19 November 2006. Itu pun hanya berlaku di salah satu kereta paling ujung dari setiap rangkaian (umumnya di kereta 10), hanya pada jam sibuk di pagi dan sore hari, hanya pada hari kerja, dan hanya berlaku antara stasiun-stasiun tertentu (antara Nishi-Funabashi dan Otemachi di jalur Tozai, dan antara Wakoshi dan Shin-Kiba di jalur Yurakucho).

Efek yang ditimbulkan juga cukup banyak. Sebagian penumpang wanita mengeluh kepadatan yang semakin menjadi-jadi di kereta campuran, dan bagi laki-laki, mereka harus mencari alasan agar tidak dituduh melakukan pelecehan seksual. Meskipun demikian, kereta khusus wanita semakin populer di seluruh Jepang, dan sudah diterapkan juga di luar negeri seperti di Korea, Brazil, India, dan Indonesia.

Berikut ini adalah tabel pemberlakuan kereta khusus wanita dan operator yang memberlakukannya.

OperatorJalurTanggal Efektif
JR EastSaikyou4 April 2005
ToeiShinjuku9 Mei 2005
SeibuIkebukuro 
 Shinjuku 
Tokyo MetroHanzomon 
TokyuDenentoshi 
TobuIsesaki 
 Tojo 
 Nikko 
OdakyuOdawara 
 Enoshima 
KeikyuuMain Line 
KeiseiMain Line 
ShibayamaMain Line 
SotetsuMain Line 
TobuNoda20 Juni 2005
TokyuToyoko25 Juli 2005
YokohamaMinatomirai 
Tsukuba ExpressMain Line1 September 2005
JR EastChuo Rapid5 September 2005
 Hachiko 
 Itsukaichi 
 Oome 
Fuji ExpressMain Line 
Tokyo MetroYurakucho30 Oktober 2005
Tokyo MetroHibiya27 April 2006
TokyuMeguro 
JR EastJoban15 Mei 2006
Tokyo MetroChiyoda 
JR EastSobu Local20 November 2006
Tokyo MetroTozai 
Toyo RapidMain Line 
Shin KeioMain Line11 Desember 2006
Tokyo MetroFukutoshin16 Juni 2008

Pemberlakuan kereta khusus wanita ini membuat wanita semakin nyaman dalam menaiki kereta api, khususnya di kota Tokyo dengan tingkat pelecehan seksual yang tinggi. Apakah KRL Commuter Jabodetabek akan berhasil?

KAORI Newsline | laporan oleh Shin Muhammad

13 comments to Kereta Khusus Wanita di Jepang

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

KAORI Fansub
KAORI Distribusi Anime Indonesia
KAORI Forum