
Tidak terhitung lagi kasus penyerobotan kebudayaan asli negara lain, yang dilakukan oleh negeri jiran Malaysia (baca: Malingsia). Tidak hanya Indonesia yang jadi korban (sebut saja reog ponorogo, Rasa Sayange, dan belakangan Tari Pendet), Singapura pun juga menjadi korban, 
Selain masalah pelecehan seksual, perkeretaapian Jepang juga dilanda masalah sebagai salah satu tempat favorit untuk bunuh diri. Di negara yang KRLnya berjalan di sebelah kiri ini pun, akhirnya JR East memutuskan memasang lampu biru yang diklaim mampu mencegah bunuh diri. Saya jadi teringat, ketika pada awal bulan September ini saya memutuskan untuk melarang raep games di KAORI Subforum Visual Novel. Pun, sudah sejak lama saya tidak lagi menerjemahkan berita dari Sankaku (sankakucomplex.com), melainkan saya mencari alternatif lain yang sama dalamnya dengan Sankaku. Keduanya berbeda konteks, walau bagi saya sendiri, ada kesamaan antara keduanya. "Di mata orang yang salah, hal ini hanya akan semakin menghancurkan arti anime dan manga itu sendiri." Dan, saya bukan tipe orang yang "menutup mata dan menganggap ini urusan pribadi saya". | Sepur Salah- Fansub Indonesia: Sebuah Kesesatan Berpikir
22 July 2011 | 00:55Masih mengamati lika-liku pergolakan fansub Indonesia, semakin hari fansub Indonesia malah mengalami dekadensi moral. Jika niat awal fansub itu adalah menyajikan anime bagi para penggemar, kini fansub Indonesia menjelma menjadi entitas yang rakus penghargaan, bergengsi tinggi, dan dalam beberapa hal mulai merambah ke upaya melawan hukum. Sebuah hobi menyalurkan minat, bakat, dan kesempatan luang, ataukah sebuah kegiatan untuk menunjukkan eksistensi dan gengsi? -
Archive for Sepur Salah »
|
Komentar Terkini