
|
|||||||
Text here
Lingkaran Penulis KAORI Penulis atau orang yang kreatif? Mari bergabung bersama LPK KAORI! Beri dukungan dengan membaca dan mengapresiasi karya mereka yah! |
View Poll Results: bagaimana pendapat kalian tentang karya ini ???
|
|||
Nice one, Lanjut gan!
|
|
11 | 55.00% |
boleh juga, tapi masih perlu pengembangan
|
|
6 | 30.00% |
apa ini? biasa aja
|
|
2 | 10.00% |
Just go to hell already
|
|
0 | 0% |
no comment, males mbaca
|
|
1 | 5.00% |
| Voters: 20. You may not vote on this poll | |||
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
|
#1 | ||
|
Fetish Rambut bakpo dan hobi ngpump
![]() ![]() Join Date: Jun 2010
Location: Kota Malang, rumah kluarga
|
KATA PENGANTAR
:berikut adalah karya saya yang ke.....(ngitung dulu ) 4 saya![]() entah kebanyakan main game balapan atau apa, saya jadi kepingin ngebuat sebuah cerita dengan tema 'balapan' ![]() (sebenarnya uda pengen dari dulu, tapi baru saja kesampaian sekarang )oya, untuk mempermudah para pembaca, di dalam karya saya kali ini terdapat screenshot gambar mobil dari beberapa game balapan ![]() list game=:
1. Need For Speed Underground 2
2. Need For Speed Most wanted 3. JUICED SS ini ditujukan agar pembaca bisa lebih mengerti bagaimana 'mobil' yang saya maksudkan di dalam cerita ini ![]() oya, bila ada kekurangannya mohon berikan kritik dan saran ![]() ini demi kemajuan saya juga sebagai penulis amatir ![]() akhir kata, silakan dibaca ![]() STORY :oya, sekedar inpo ![]() jika di cerita saya menyebutkan nama mobil(ex sl-500) biasanya akan ditemukan gambar mobil yang bersangkutan, tapi kalo ga ada gambarnya, lihat saja di chapter sebelumnya ![]() ------------------------------------------------------------------------------------------- satu lagi, kalo misal ada adegan yang ga mudeng, tanyain aja langsung ke TSnya, pasti dijelasin kalo perlu digambarin kok ![]() CHAPTER 01: Impian….. Setiap Orang pasti memiliki sebuah Impian Entah itu impian untuk menjadi Artis, Politikus, Seniman, Atau apapun juga Keinginan itu akan selalu ada dalam diri manusia Sedangkan dalam diriku, keinginan itu adalah….. “haaah, Aku pengen Mobil…..” Aku menghempaskan diriku ke atas kasur sambil guling guling ga jelas “Aku pingin mobil, aku pingin balapaaan” Aku bangun dari kasur, lalu mengambil majalah otomotif yang barusan kulempar “tapi, harganya…..” Aku hanya bisa menghela nafas Mungkin impianku yang satu ini akan terus menjadi mimpi indahku di siang bolong hingga aku bisa bekerja nanti Ya itu benar Memiliki mobil “AGHH!!” Karena Frustasi yang berlebih, akhirnya aku menyalakan Laptopku Saat aku melihat ke layar, madobe nanami menyapaku “omong omong hari ini belom ada anime baru ya.....” Aku browsing di internet Yang kucari di Internet itu sebenarnya Cuma 2 hal 1. Car stuff 2. Otaku stuff Yaa, hobiku selain tentang mobil juga tentang dunia otaku Pas lagi enak-enak browsing, tiba tiba ada yang nge BUZZ aku [chat mode] [“BUZZ” “lumi : yo” “mio : yo” “lumi : lagi ngapain?” “mio : lagi ngenet lah” “mio : apa kau bodoh?” “lumi : bah!” “lumi : bukan itu maksud gua” “lumi : maksudnya lagi nganggur ga?” “mio : iye, napa mangnya?” “lumi : pas banget, ayo ke TZ! Bosen nih ga ada kerjaan” “mio : hmm.....” “mio : naek apa?” “lumi : sepeda pancal” “mio : pass” “lumi : ya ga lah, becanda doang!” “mio : trus apaan?” “lumi : bemo kakek gua” “mio : teruslah bercanda dan FB anda aka ter-HACK” “lumi : kiddink kiddink!!” “lumi : ya naik motorlah, apa lagi” “mio : ga naik mobil?” “lumi : Napa? Uda dapet target mobil yang mau dicuri?” “mio : Ya ga lah budu” “mio : okelah, aku join” “lumi : sip” “lumi : kujemput ya!” “lumi is offline” ] “baiklah, time for siap siap” aku mulai milih-milih baju Lumi, nama aslinya hirumi Berhubung nama aslinya ngebuat orang komentar “its so feminine” ato malah kadang “lo bencong ya?”, makanya dia lebih prefer dipanggil lumi daripada hirumi Kami teman 1 sekolah dan 1 jiwa(untungnya ga 1 tubuh alias kembar siam), jiwa otaku lah tepatnya Omong diomong si Lumi ini seseorang yang telah membuatku tersesat dengan mengenalkan diriku pada dunia otaku Aku yang dulunya Cuma doyan ama mobil (lebih kelainan daripada gay), ujung-ujungnya jadi jatuh cinta ama cewe cewe 2 d yang imut imut itu :3 Lalu soal mobil Entah dari kapan aku sangat suka pada mobil, mungkin itu karena ayahku Sejak kecil ayah selalu bercerita tentang mobil, mobil dan mobil Makanya aku yang anaknya ini jadi ikut keracunan soal fetish mobil Tapi omong-omong Aku Cuma sekedar suka aja sama mobil, tapi persetan sama spesifikasinya atau fitur fitur lainnya tentang suatu mobil Yang kutahu Cuma beberapa pengetahuan trivia tentang mobil, macamnya atau apanya Yaa begitulah aku dan hidupku *DHOK*DHOK*DHOK* “Yo Chin!” Lumi masuk dalam kamarku “oit!” Omong-omong, Namaku Kamio Tapi dipanggil MioChin sama lumi Tau kenapa? Katanya kalau dipanggil Kami ntar akunya ngelunjak (DEWA GITU LOH!) Jadinya dipanggil Mio deh (jadi kawai deh :3) Ditambah chin biar tambah imut katanya (Cuma alasannya doang, lumi aslinya ga terima namanya doang yang feminin) Tapi ya whatever, aku ga peduli “ayo chin, berangkat!” Lumi melempar helm padaku Aku (dengan hoki) menangkapnya, kemudian berjalan keluar .......................... “BAH!! SIAL GUA KALAH LAGI!!” “ohohohoh, kau masih muda 100 tahun untuk mengalahkanku, nak lumi” “jah, asoe lo chin!” This time, kami lagi ada di arcade, TZ namanya TZ adalah Game center terbesar di kota kami, Angel City Sebuah kota besar yang dikelilingi oleh pegunungan tinggi yang berjejer-jejer Homeland bagi semua pembalap Dan aku ingin menjadi salah satu dari mereka Tapi sejauh ini baru menjadi mimpi saja Omong-omong, Aku ama Lumi lagi main game balapan, Battle gear 3 namanya Buat sistem ama teknik yang diapakai mesin ini sih hampir sama kaya mobil aslinya Makanya itu aku paling suka ama mesin yang satu ini “KALAH LAGII!!!!” “nyohohohoho” Lumi yang mulai frustasi karena kalah ditambah pegel gara gara denger suara ketawaku yang ala ojou-sama ini akhirnya menyerah “ah udah ah, aku mau main house of the dead aja” “bah, nyerah dia” Lumi segera ngilang dari hadapanku Aku ngelihat dia memasukkan koin ke dalam mesin shooting game “yaa, biarlah” Ya maklum aja dia kalah Karena aku sangat menyukai game ini, aku sudah hafal dengan track dalam game ini Mobilmobil yang bagus juga aku sudah hafal, semuanya udah klop deh Apalagi aku memiliki waktu tercepat dalam time attack, bisa dibilang aku raja dari game ini Aku memasukkan koin lagi ke dalam mesin battle gear Saat aku ingin mulai bermain, tiba tiba ada yang menantangku Saat aku melihat siapa penantangku, aku melihat seorang pria ber jas rapi Saat kulihat, Dia memilih SKYLINE GT-R sebagai mobilnya “(hmm...boleh juga)” Aku memilih Impreza wrx-sti sebagai mobilku “(baiklah, aku ga bakal main-main lho....)” ................. “kalah....” Aku ga bisa percaya Aku yang selama ini menguasai game ini paling baik Kalah?? Pria penantangku itu berdiri, lalu dia berkata “Teknikmu sudah bagus, mobil pilihanmu juga tepat, tapi timing dan refleks mu masih kurang” “kau masih butuh latihan...” Aku hanya bisa bengong sambil melihat orang itu menghilang Sekali lagi aku melihat ke layar Perbedaan waktu kami 10 detik Artinya.......... aku kalah telak.... .......................... “Chin, Diem aja” “Gapapa, lagi males ngomong aja” “orang aneh....” Saat ini aku dianter sama Lumi (naik motornya jelas) Aku masih memikirkan soal kekalahanku tadi “latihan ya.....” Aku menghela nafasku Sumpah lagi males banget Rekor yang dengan susah payah kubuat, dipecahkan oleh orang lain yang baru kulihat hari ini “siapa sih orang itu sebenarnya” Aku jadi penasaran Tiba tiba Lumi menghentikan motornya lalu ke sisi jalan “hoi, ngapain berhenti? Sepi sepi gini malah berhenti” Memang, saat ini jalan yang kami lalui memang sepi Rawan kejahatan pula Tapi dari TZ jalan inilah yang tercepat untuk sampai ke rumahku “ayo cepet, uda malem nih” Aku melihat jam, pukul 22.30 “sssst, Diem dan dengarkan?” Lumi memberi isyarat menyuruhku untuk melepas helm-ku “denger apaan?” Aku menuruti Lumi Aku menajamkan pendengaranku Sesuatu yang familiar terdengar di telingaku Suara ini.... Suara mesin mobil.... “BALAPAN??” “kayanya iya, berhubung bahaya makanya aku minggir” Aku dan Lumi excited Ya, soalnya kan jarang-jarang kami bisa melihat balapan liar Kami makin berkonsentrasi mendengarkan suara itu “makin dekat....” “ITU DIA!!” *NGUONG*NGUOOONG* Angin kencang berhembus mengenai wajah kami 2 buah mobil berkecepatan tinggi melewati kami Aku melihat kedua mobil itu dengan seksama “hmm....yang satu Carrera, yang satu lagi....SKYLINE?” Aku jadi teringat oleh pria ber jas yang mengalahkanku tadi “(kalo ga salah tadi dia kan pake SKYLINE juga...)” “wah wah, mobil mahal-mahal tuh” “Ayo chin, mau sampai kapan kamu mau bengong?!” “AH, IYA!!!” .............................. “huaaah, capeeekk.....” Saat ini aku berada di rumah Rumahku sepi tiada orang Orang tuaku pergi ke luar negeri semua nguusin kerjaannya masing masing Aku anaknya ditinggal sendirian disini dan Cuma dikasih uang tiap bulan “sedihnya aku jadi anak yang terbuang, hiks hiks” Aku menuju dapur untuk mengambil minum “(tadi di TZ aku kalah ya.....)” Ya, aku masih memikirkan kekalahanku dari skyline itu “omong-omong soal skyline, mobil yang balapan tadi skyline juga kan?” “....” “ah, whatever lah” Aku melihat ke arah jam “jam 23.23” “mending kukunci aja sekarang” Aku berlari menuju depan untuk mengunci pintu utama Kan bisa gawat kalau rumah dirampok dan saya diraep Eke kan cekceh boo~ (hoeek) Saat akan mengunci Lalu aku menyadari ada sesuatu di dekat pintu “hmm?” Sepucuk surat Aku membukanya lalu membaca isinya Ternyata isinya adalah pemberitahuan tanggal tes pengambilan SIM dari tempat bimbingan belajar menyetir “lusa ya….akhinya hari ini datang juga…..” “TIdAK LAMA LAGI AKU AKAN BISA MENYETIR MOBIL SENDIRI, HUAHAHAHAHAHA” Aku ketawa kesetanan kaya orgil kesurupan Aku jelas senang lah, aku berhasil 1 langkah mendekati impianku Dengan ini tinggal berusaha dan berusaha “YOSH! MULAI BESOK AKU AKAN LATIHAN DENGAN SERIUS” Setelah mengucapkan sumpah Aku berlari menuju kamar dengan semangat Lalu aku melompat ke atas kasur Tak lama kemudian aku menguap “hoaaaaamph” “akhirnya sebentar lagi….aku bisa nyetir mobil ya.....” Sambl bermimpi memiliki satu Aku tertidur.... ................. CHAPTER 2: Sore di Keesokan harinya Di sekolah, nothing special sampai pulang “Hari ini ke TZ lagi chin?” “Yup” “Gila malmingan ngapelnya ke TZ, kacian amat” “kayak lu tidak mengenaskan saja lum, padahal biasanya kau yang minta-minta pengen ikut” “emang sih” Sekolah kami baru saja berakhir Omong-omong aku dan Lumi sudah kelas 3 Makanya pulang sore, ada pelajaran extra khusus kelas 3 “berhubung aku ada urusan hari ini, jadi ga bisa nemenin, sory yo” “no promblemo amigo, sayonara” Aku mengambil tasku kemudian berlari keluar menuju TZ ................................... “hufh....kemajuan 0,5 second” Aku mengusap keringatku Saat ini aku bermain battle gear Aky berusaha untuk mengalahkan rekor orang ber-jas kemarin itu “no good.....” Aku hanya bisa menghela nafas Aku melihat jam Waktu menunjukkan pukul 08.14 “wah, nampaknya menarik!” Tiba tiba terdengar suara seorang cewek dari belakangku Saat aku menoleh, aku melihat seorang gadis yang melihatku bermain dengan mata yang berbinar-binar “anu mbak…..mau main??” “Yup!” “oooh…” Cewek itu Nampaknya pengen banget main Berhubung mesin sebelahku masih dipakai sama anak kecil, aku mengalah “silakan main dulu” “eh? Gapapa nih??” “iya gapapa kok, aku juga sekalian istirahat dulu” “ooh, baiklah” Sekilas aku melihat gadis itu Dia memakai kaos dan celana jins panjang Tipe-tipe anak tomboy deh kayanya Rambutnya berwarna merah tua sepinggul, diponi kesamping Gadis itu segera duduk kemudian memasukkan koin ke dalam mesin Tetapi…. “gimana inii??” Dia Nampak kebingungan saat menu memilih Mobil yang akan diapakai “err…” aku yang tadi berencana meninggalkannya jadi ga tega, aku menghampirinya lalu member instruksi padanya ……………. “…..jadi gitu….” “oooh, isee isee, makasih ya!” “yup, gapapa” Aku akhirnya menemani cewek itu “Yaah, nabrak….” ”mbak telat tadi ngeremnya, sebelum putar setir rem dulu harusnya, bukan sebaliknya” “oooh….oke oke” Akhirnya aku malah ngajari cewek itu step by step Aku juga ga keberatan, kan soalnya jarang-jarang cewek ada yang tertarik ama ginian “(tapi…)” Aku baru sadar, waktu kuperhatikan baik baik Ternyata cewek ini termasuk cantik Sikapnya tadi yang kekanak-kanakan membuat dia terlihat seperti anak sma Padahal nampaknya dia berumur lebih tua dariku “(mana mune nya gede pula….)” Sambil lirik lirik liat melon impor, aku dikit blushing Ya sebagai lelaki normal kan wajar saja saya doyan yang kaya gini Masa saya Cuma turned on ama mobil? “haii ceweek~” Waktu lagi enak enak konsen, tiba tiba ada seorang lelaki yang datang mendekat “hei hei cewek, asik nih mainnya?” “........” “waduh waduh, ngacangin nih?” Tiba tiba seorang dari mereka berdua memegang pundak cewek itu Tapi dengan segera ditepis olehnya “woi woi, galak amad~” Dia melihatku “wah, kamu ngapain jalan ama cowo cupu kaya gini? Ayo sini, jalan ama Aku aja!” Jujur aja, pengen rasanya nabok dia Tapi aku tetep stay cool “oi cewek, ayo sini main sama abang, kalo abang menang kamu jalan sama abang ya?” “baiklah....” “coba kalian ngelawan dia!” cewek itu berdiri lalu menunjuk padaku “eh?” “tapi kalo Dia menang, kalian harus ngasih aku duit ya?” “Boleh boleh! Lawannya Cuma cowo bencong kaya dia kok” “cih” Dia sudah benar benar membuatku marah “Baiklah, AYO KITA MULAI!” .............. “aa....” Cowok itu Cuma bisa bengong Aku yang benar benar serius berhasil meninggalkan dia jauh dibelakang “baiklah, aku menang! Mana uangnya?!” “eh, tunggu dulu!” “tunggu apa lagi? Ini udah ke 3 kalinya kalian kalah, masih mau mengelak?” “tunggu dulu dong.... ini kan Cuma game, dia yang lebih penagalaman main ya uda jelas menangnya dong ” Cowo itu ga mau nyerah gitu aja, masih ada aja alasannya buat ngeles “jadi, mau kamu gimana?” Cewe tadi mulai tidak sabar “mau kami sih, kita balapan mobil beneran” Cowo itu mengeluarkan sebuah kunci “waduh....” Aku yang dateng kesini jalan kaki jelas bingung lah “napa? Ga punya mobil lo? Dasar kere! Hahaha” “ughh” “kalau begitu, aku akan mewakilkan dia” Cewek itu ikut mengeluarkan sebuah kunci “huh? Yakin kau bisa mengalahkan aku? Mobilku s-15 lhoo” “huh, mobil bagus driver skill cacat juga ga bakal pengaruh” “APA?!” Cowok itu mulai panas “memangnya mobilmu apa hah?” “Honda civic” “heeh....” Cowok itu nampak lega “(nah lo, civic ama s-15 powernya aja uda beda jauh, mampus dah....)” “kalo begitu, taruhannya kita naikkan” “apa?” “kalau kau menang, kuberi kau 10000 Yen, tapi kalau kau kalah....” “kau harus menuruti apa kataku!” “siapa takut?” Cewek itu menjawab dengan pede “BAIKLAH! KUTUNGGU KAU DI PUNCAK 1 JAM LAGI!” “oke, kuterima tantanganmu” “cih” Cowok itu pergi dengan kesal “nah lo, gimana ini?” Aku yang aslinya ga salah apa apa kok malah ikutan apes “ahaha, maafkan aku ya?” Cewek itu tertawa “ya gapapa sih, tapi gimana soal balapannya? Apa kamu akan kabur?” “Tentu saja tidak, sekali aku menerima tantangan aku tidak akan menyerah” *DRRRT*DRRRT* “Ah, permisi bentar” Cewek itu mengangkat panggilan untuknya Tak lama kemudian, dia mendatangiku lagi “waduh, maaf ya?! Tiba tiba mobilnya mau dipakai, aku terpaksa mulangin dulu” “lha terus balapannya gimana?” “waaah, giamana yaa...?” “pokoknya aku permisi dulu, kamu tunggu aja di puncak ya?” “Woi tunggu!!!” Cewek itu menghilang dari pandanganku “mampus dah....” Aku Cuma bisa bengong Lha secara saya kesini naik kaki, mau jalan ke puncak pulang kaki eight pack ntar Saat aku lagi butek buteknya, Lumi datang “Oi Chin!” “Ah? LUMIIIII!!!!” “ehh???” ....................... Waktu menunjukkan pukul 09.25 Aku dan Lumi sudah berada di puncak Puncak, adalah daerah pegunungan dimana jalannya berliku-liku Sebuah daerah yang pas untuk pembalap lokal, karena puncak memiliki daya tariknya sendiri Puncak itu jalannya tidak terlalu sulit tapi juga tak segampang apa yang diharap oleh pemula Kalo di game sih, levelnya normal ato average Ya pokoknya gitu deh Saat ini kami berada di rest point di puncaknya daerah puncak “buset lu chin, kok bisa kejadian kaya gini itu lo?” “ya ga tau, gua juga bingung” Aku hanya berharap harap cemas cewek tadi datang Parahnya tadi aku sampai lupa kenalan + minta nomor hape ama cewe itu Madesu dah “tapi kok omong-omong rame banget malam ini?” Yup, tidak hanya ada kami Banyak orang yang berkumpul disini Nampaknya kabar kalau ada balapan malam ini sudah menyebar kemana mana *DRRRMMM*DRRRRRRRRRRRRM* Terdengar suara mesin dari kejauhan Dari suaranya, ini adalah suara s-15 Dan itu memang benar Cowo yang tadi keluar dari mobil itu s-15 berwarna emas, velg dan spoilernya sudah bukan standart lagi nampaknya mesinnya juga sudah dimodifikasi ![]() ![]() Massa menjadi ramai menyorak ”Hoi, mana cewe tadi?!” “anuu....tunggu bentar ya” “CIH!” Aku Cuma bisa harap harap cemas ............. “MANA DIAAA??!!!” Cowok tadi sudah mulai mengamuk “OI KAMU, KALO CEWE TADI GA DATENG, LU SIAP SIAP AJA!!” Dia marah marah sambil menudingku “......” “(ayolah....datanglaah.....)” Tepat saat keadaan mencekam Terdengar suara Mobil lain dengan kecepatan tinggi “nah, si cewe Honda uda dateng tuh” Semua mulai tidak sabar menanti kedatangannya Tetapi aku merasa ada sesuatu yang janggal “(kok suara mesinnya ga kaya honda sama sekali?)” Suara itu makin mendekat dan mendekat Hingga akhirnya mobil itu datang Kami semua terperangah melihatnya Bukan hanya aku dan Lumi, tetapi cowo tadi dan semua penonton terperangah “Yo kamu!” Dan ternyata benar, yang keluar dari mobil itu adalah cewek yang kutemui sore tadi “oi napa bengong?” Cewek itu menepuk pundakku “oi oi, katanya mobilmu civic kan?” Aku langsung bicara 2 de point “emang iya, aku punya mobil civic” “lha terus.... “CARRERA ITU PUNYA SIAPAA??!!!” ![]() ![]() “hehehe.....” Cewek itu Cuma tertawa kecil Sedang aku Cuma bisa bengong CHAPTER 3 Massa kembali ramai setelah mengetahui yang dating bukanlah Civic, melainkan Carrera “oioi, beneran tuh S-15 mau nantang Carrera?” “diliat dari warnanya kan juga, tuh carrera ‘silver bullet’ kan??” Beberapa orang berbisik satu sama lainnya “silver bullet?” aku Cuma bengong-bengong aja “pokoknya maaf lama ya, dan kamu…” Cewek itu menunjuk ke arah penantangnya “ayo kita mulai sekarang juga” Cowok penantang tadi bengong ngelihat carerra Tapi setelah semua penonton melihatnya, akhirnya dia berbicara “si…siapa takut?!” “(kamu tuh takut)” Yaiyalah, lha wong dia Nampak kaget banget Tapi berhubung dia yang nantang duluan, kayanya dia jadi malu kalau mau mundur “baiklah, ayo!” Gadis tadi menarik tanganku “oioi, saya mau dibawa kemana???” “kedalam mobil lah, kemana lagi?” “eeeeeeeh?” “uda, gapapa gapapa” Dia terus menarikku Aku Cuma bisa pasrah *DAP* Saat ini aku sudah berada di dalam carrera cewek itu “wah, jadi gini ya carrera itu...” Dashboardnya udah keliatan beda banget ama mobil biasa Di setir dan persenelingnya terdapat logo Porsche “gimana? Kerasa beda ga?” “Yup, kerasa MAHAL” Cewek itu hanya tertawa kecil Lalu ia menyalakan mesinnya *BRRRM* Lalu ia memasukkan gigi 1, dan menuju garis start yang sudah ditentukan Sesampainya di garis start, ia kembali memasukkan gear ke netral *BRRRRM*BRRRRRRRRRRM* Suara mesinnya meraung dengan kencang Saat aku melihat ke sebelah s-15 yang menantang itu juga nampak sudah siap “pasang sabuk pengamanmu ya....” Gadis itu berbisik padaku Aku segera mengecek persiapan keamananku Ini masalah nyawa soalnya “baiklah, sudah siap!” “yosh......” Aku melihat ke depan Ada seseorang yang memberi aba-aba “3....” *BRMM* “2....” *BRMM*BRRM* “1....” *BRRRRRMMMM* “0!!” *NGUOOOOONGG* *CKIIIDD* “uwaaaa....” Aku terpelanting ke belakang karena G-Force yang terlalu kuat Kami melaju dengan cepat Saat aku melihat ke spion, s-15 terlihat tertinggal startnya Saat aku melihat ke depan lagi, yang kulihat adalah pagar pengaman jalan “UWAAAAAA” “pegangan!” Aku segera pegangan Gadis itu memutar setir mobilnya ke kiri “GYAAAAAAAAAAAAAAAAA” Badanku terasa terpental Tetapi setelah itu Pemandangan di depan kembali menjadi jalan lurus “haah....haaah....” Nafasku tersengal sengal karena ketakutan Aku melihat ke wajah gadis itu Wajahnya menjadi serius Benar benar bagaikan orang lain “(jadi seperti ini ya balapan beneran....)” Pengalamanku di dunia game bagaikan lelucon saat ini Aku yang tercepat di dunia game, tidak ada apa apanya dengan kecepatan di dunia nyata ini “hei, kamu gapapa?” “yup, Cuma mau muntah kok” “woi, jangan muntah disini!!” “Cuma becanda kali, aduuh” Aku melihat ke spion lagi, jarak kami dan s-15 makin lama makin jauh “woi, udah ga keliatan lagi tuh s-15” “hmm?” Gadis itu ikut melihat ke spion “ah iya, uda ilang ya” “padahal aku Cuma main-main..... huyuh huyuh....” “(gila, cepat amit kaya gini Cuma main-main!)” Skillnya benar benar berbeda dengan saat dia bermain di TZ tadi Padahal waktu di TZ tadi dia segitu kikuknya Nyetir aja oleng nabrak kanan kiri “(memang, perbedaan horsepower s-15 dan carrera berbeda jauh)” “(tapi, s-15 tadi nampaknya sudah di tune-up, paling tidak HP-nya sekarang 300, sedang carrera stocknya memiliki 300HP, jadi powernya kurang lebih sama)” “(yang membuat perbedaan jarak yang sejauh ini......)” “(skill cewek ini)” Aku melihat ke wajah cewek itu “(siapa sebenarnya cewek ini??)” ...................... “huaaah.....” “ini, buatmu” “upps” Sebuah minuman kaleng mendarat di tanganku “Trims” “yup, ini sekalian perayaan atas kemenangan kita, cheers~” “cheers~” Yup, kami menang telak Kami menikmati kemenangan kami setelah semua penonton pulang Saat ini kami berada di rest point kaki gunung “tapi aku kasian juga sama cowok tadi” “hmm? Kenapa?” “yaa...udalah keilangan 10000 Yen, tadi juga waktu sampe finish bumper depannya peyok gitu” Kayanya sih tadi dia sempat nabrak Makanya ketinggalan jauh dari kami “hahaha, ya sudah deritanya itu, siapa juga yang nyari masalah awalnya?” Gadis itu menghabiskan minumannya dengan sekali teguk “aaaaaaaaaaaaahh, segarnyaaa” dia kemudian melihat jam tangannya “AH! Gawat, besok kan aku kerja!” “hei kamu, aku pulang dulu ya?!” “eh?” “nih, buat jajan” Dia memberikan selembar uang 1000 Yen padaku “daaaah~” Dia berlari ke dalam mobillnya, menyalakannya lalu pergi begitu saja *DRRRRRRRRRRRRRRRM* “ah, tunggu....” Akhirnya aku ditinggal sendirian “lupa kenalan lagi deh...” Aku lagi lagi lupa mau kenalan ama cewek itu “nampaknya aku harus pulang jalan kaki deh” Tiba tiba aku teringat pada seseorang “AH! LUMI?!” Aku baru inget kalo Lumi uda kutinggal di puncak sendirian “Tapi kayanya dia uda pulang deh, dia kan bawa motor” “besok aja ah aku minta maafnya” “tapi....” “1000 Yen ni buat apa ya??” Antara senang dan bingung dapet uang segini banyaknya Aku memikirkan apa yang aku lakukan dengan uang itu sambil berjalan kaki di malam yang yang sangat sangat panjang ini..... ................................. “BAIKLAH, AKU AKAN BERUSAHA” Hari ini aku ijin tidak masuk sekolah Yup, hari ini adalah hari tes final pengambilan SIM Tes final ini adalah tes praktek Hari ini adalah ahri besar, soalnya kalo sampe gagal terpaksa ngulangin lagi dari awal Omong-omong, aku ngambil SIM ini dengan jasa dari tempat aku kursus menyetir Dengan jasa ini, aku tinggal ikut tes di tempat kursus ini, terus nanti kalo semua udah beres bakal diuruskan ke Polisi, jadi intinya kita Cuma mbayar, tes nunggu dan hupla, dapetlah SIM Meski harga mengurus dengan bantuan dan harga mengurus sendiri lebih mahal mengurus dengan bantuan, Kenapa aku ga langsung ngurus ke polisi aja? Soalnya entah kenapa aku anti ama yang namanya polisi itu, soalnya kan takut aja kalau missal pas mau masuk ngurus sim malah ntar diciduk dengan alas an mirip ama teroris, atau yang lebih menyakitkan ntar diciduk terus pas diinterogasi ditanyain “Kamu maling beha yang buron setahun yang lalu ya? Ayo ngaku?!” Yaa, untuk menghindari kejadian ga ngenakin gittu, aku ngambil cara mudahnya aja Omong-omong, kantor tempat aku kursus ini lumayan besar lho Tempatnya ada di dalam satu kompleks showroom mobil soalnya Showroom Kazekawa namanya Tempat kursusnya juga bernama seperti itu Setelah aku masuk ke dalam, langsung tanya tanya Aku disuruh nunggu sebentar sampai pengetes nya siap Ga lama kemudian, namaku dipanggil “Kamio-san?” “ah, iya!” “baiklah Kamio-san, silahkan ikut saya” “(baiklah....saatnya berjuang!)” Aku mengikuti petugas itu menuju ke tempat parkir Ia lalu menunjuk ke sebuah mobil “silahkan masuk ke sana, Kamio-san. Petugas tesnya sudah menunggu di dalam” Sebuah Honda Civic typr-R dengan stiker KazeKawa di jendela belakangnya Honda civic yang ini bentuknya tipikal dengan Honda jazz Yaa, aku ga tau kenapa tempat kursus ini memilih honda civic type-R yang sport daripada honda jazz yang mobil kota ![]() ![]() “Ah, baiklah. Terima kasih” Aku segera menuju ke mobil itu, lalu langsung masuk ke kursi pengemudinya “maaf lama” “lama sekali kau, dasar” “(buset, belum belum disemprot)” “iya, maafkan saya....lho?” “lho?” .................... “hoo, jadi namamu Kamio ya?” “iya, kenalin nama saya Kamio, Rika” “hahaha, uda liat depan, inget saya sedang menilai anda” “iyaaaa....” Saat ini aku dan gadis itu sedang menyusuri kota menggunakan Civic Terus terus, ternyata nama cewek itu Rika Yaa, meski kemarin Belom sempet kenalan tapi akhirnya bisa kenalan juga Ya mungin ini yang namanya Jodoh ga bakal lari kemana Sunyi..... Sejauh ini aku belum membuat kesalahan sedikitpun Tapi nampaknya Rika menjadi bosan “hueeh...bosen” “oi, penjaga tesnya kok malah bosen itu lo?” “namanya juga manusia, khilaf nak” “(bah, khilaf katanya)” “omong-omong kamio, setelah bundaran di depan, kita langsung balik ke tepat awal” “ooh, baiklah” “naaah, sekarang kita rubah peraturan tesnya” “heeeee?” “kamu harus menyetir dengan kecepatan minimal 60 KM/H, dan harus bisa sampai ke tempat awal dalam waktu kurang dari 10 menit” “anuu...mbak, perasaan 60 itu maksimal deh, bukan minimal” “ahh, sudalah sudalah, aku yang ngetes artinya ini peraturanku, ikut ato diskualifikasi?” “heeeee?” Aku hanya bisa menghela nafas “(daripada di disk deh....)” ................................ “kepalaku pusiing.....” “Payah kau mio, masa jagoan nyetir di game daripada aslinya” “ya maaf, kan saya game uda pengalaman taunan sedang mobil baru bisa akhir akhir ini” “yaa, whatever lah. Tapi good job aniway, hebat lho kamu baru belajar ngebut gitu ga nabrak” “selama ada kemauan, kau pasti bisa kan?” “haah....makasih deh” Para pembaca sekalian Bisa bayangin ga kalo misal anda enak enak nyetir tengah kota tau tau ada Honda Civic lagi ngebut brutal ugal ugalan dan ngedrift sana sini, itu pasti saya Tehe~ ..................... Aku duduk di ruang tunggu Aslinya sih pengen cepat-cepat pulang, tapi tadi si Rika nyuruh nunggu, katanya sih mau nganterin aku pulang “lama amat Rika ini” “oi, sory lama” Akhirnya orang yang ditunggu datang juga “lama amat” “haha, maaf deh” Dia mengeluarkan kunci dari dalam sakunya “ayo kita pulang, Mio” ...................... *DRRRRMMMM* Saat ini aku sedang berada di dalam mobil Rika “Civic lagi???” ![]() ![]() “hahaha, kan aku udah bilang kalau aku punya civic” Yap, saat ini aku naik Honda civic milik Rika Bedanya civic Rika dengan Civic yang tadi, kalau civic rika adalah civic sedan, maka civic tadi adalah civic coupe. “kenapa ga pake carrera aja? Kan lebih keren carrera??” “Yee, enak banget yang ngomong, Carrera kan bensinnya yang mahal” “emang iya sih....” Yup, camakin besar cc suatu mobil, makin boros penggunaan bensinnya “tapi kamu yang Cuma kerja sebagai tukang tes kok bisa punya carrera? Nyolong ya?” “bah, enak aja. Tu carrera kan dapet dari ayah saya” “hooo, mangnya umurmu berapa? Uda kerja gini tapi masih minta minta ama papa” “err.....dasar nyebelin” “biarin, week” “dasar. ehem, gini ya, umur saya masih 19 tahun, terus saya kerja disana itu Cuma sekadar kerja sambilan aja, gini gini saya masih kuliah lho” “oohh….” “terus ayahmu kerja apa memangnya?” “Hmm? Oh… kamu belum tahu ya?” “soal apaan?” “nama keluargku” “kenapa memangnya?” “nama lengkapku adalah Kazekawa Rika, inget sesuatu??” “Kazekawa…kazekawa…..AH!” Aku baru sadar “showroom sama tempat kursus tadi kan namanya Kazekawa….?” “hahaha, iya. Ituadalah showroom milik ayahku, begitu pula dengan tempat kursusnya” “oooh…..” Aku Cuma manggut manggut aja Secara, tanpa kusadari aku sudah kenalan sama seorang ojou-sama high class yang kayanya ga karuan Ga kaya saya, ortu di luar negeri aja aku ga tau kerjanya ngapain Jadi TKW kali “omong-omong mio…” “apa?” “abis ini ada acara ga?” “hmm…..” Aku mengingat ingat jadwalku besok “(besok ada ulangan, Quiz, juga presentasi… mana ada Tugas ama peer yang belom selese pula….)” Sambil menghela nafas, aku hanya bias berkata “ga ada kok, aku free” Ya beginilah anak muda jaman sekarang “Woke, kalo gitu pegangan ya?” “eh??” *CKRAK*GRUOOOOOONG* “UWAAA” “OIOI, SAYA MAU DICULIK KEMANA NIH?!” “Pelaminan, ya ga lah!” “eeeh, si Rika sempet aja bercanda” “hahaha, udalah ada deh pokoknya~” Dan civic yang kami naiki menyusuri kota dengan kecepatan tinggi CHAPTER 4 *BRRMM*BRRM*CKID* “Nah, kita udah sampe” Rika menghentikan mobilnya di sebuat tempat parkir Waktu sudah menunjukkan pukul 18.30 Kami berdua keluar dari mobil Sebuah papan reklame menarik perhatianku Aku membacanya “LightSpeedway..... Ini kan Sirkuit resmi??” “ping-pong, ayo kita masuk~” “oi oi” Tanpa menggubrisku, Rika terus menggenggam tanganku Aku ga melawan atau apa Kan lumayan pegangan tangan sama cewe cakep Hehehehe~ .............. *NGUOOOOOOOOOOOOOOOOOOONG* *ZAP* “waw” Sebuah mobil melaju kencang di sirkuit Sebuah lancer evo berwarna merah ![]() ![]() Meski aku ga tahu generasi keberapa, tapi dari kecepatannya sepertinya lancer itu sudah di tune-up khusus untuk balapan di sirkuit “masih ada yang latihan jam segini ya?” “eh? Kamu biasa ke sini” Aku heran kenapa kok kayanya Rika Sudah hafal dengan tempat ini “iya, tiap hari malah” “ngapain?” “ada deh, abis ini kamu juga tau” Dia mengedipkan sebelah matanya Lucu banget Ga nyangka dia lebih tua dari aku “Yuk, kesini” “eh....” Tanganku kembali ditarik “(ah biarlah)” ..................... Kami berheni di depan sebuah ruangan “kantor manager?” “(ada urusan apa ya Rika mau ketemu manager disini?)” “Ayo kita masuk~” Rika membuka Pintu dengan santai “Permisiii~” “(buset, ni kantor manager oi haloo~)” Tampak seorang pria sedang duduk di meja kerjanya, dia nampak masih muda umurnya mungkin sekitar 20 an lah. Dia sempat kaget dengan kedatangan Rika, Rika langsung mendekatinya dan memeluknya dari belakang “Yuu-Chaaan~” “Oi oi Rika, Jangan meluk tiba tiba dong” “Biariin, aku kan mauu, hehee~” Pria itu panik, sedang Rika terlihat sangat manja Aku yang ngelihat Cuma ngerasa jadi obat nyamuk, bukan ding Racun tikus “Pacarmu Rik?” Aku menyele keramaian ini “iyaaaa~” “oooh.....” “Eh? Ada orang lain toh?!” “yap, ada saya, salam kenal ya, pacar Rika” “eee.....kami Cuma berteman kok, tidak lebih dan tidak kurang!” “(................)” “(boong banget, ditutupi tutupi kaya gitu malah makin ketauan bodo, ga tau main galge ya?)” Dan hancurlah hatiku begitu tau Rika udah punya pacar “yaa, whatever lah” Aku memperhatikan wajah pria itu dengan seksama Nampaknya aku familiar dengannya “eh....” “ah!” Dia juga nampaknya sadar akan sesuatu “kamu yang di TZ kemarin itu ya??” Kami berdua berbicara hampir bersamaan “eh?” Sekarang gantian Rika yang bingung ..................................... *BRRRMMMMM* “wah, ternyata Suara R-34 halus banget ya” “itu sh relatif, tergantung dengan cara menyetirnya” “ooh” Saat ini aku sedang berada dalam mobil Yuu ![]() ![]() Yuu itu adalah manager pacarnya Rika tadi Terus kenapa kok aku bisa ada di mobilnya Yuu? ~15 menit yang lalu~ “hahaha, gitu ya?” Aku dan Yuu sudah akrab, berkat Rika juga sih *DRRRT*DRRRT* Saat kami sedang bergurau, tiba tiba HP Rika berbunyi “eh bentar ya” Rika menjauh Lalu dia kembali “ehh, maaf ya aku disuruh pulang sekarang, ibuku minta dijemput nih” “eeh? Nasibku gimana?” “hmm....minta anter yuu aja” “eeh?” yuu kaget namanya tiba tiba disebut “oke yuu? Kamu kan baikkk, mau nganterin mio ya? Yaa?” “ugh.....” Yuu kayanya ga kuat ama rayuan kaya gini “oke deh....” “yeey, yuu-chan baik deh” Yuu tersipu malu “ehem” Aku berdehem “apaan sih?” “Gapapa~” ................ Aku yang Cuma bisa sirik akhirnya dianterin pulang ama yuu Aku melihat pemandangan di balik kaca mobil Yuu “oi Yuu” “apaan?” “kok malah ke puncak sih?” “hahaha, gapapa kan? Aku pingin coba jalan-jalan sebentar soalnya” “yaa, no problem sih” “berhubung sudah di puncak, kita ngebut dikit ya?” Mendengar itu aku segera pegangan *BRRRRRRMMMMM* Laju mobil Yuu makin cepat “oya yuu” “apa lagi?” “kemarin di TZ kan kamu bilang soal Timingku yang ga pas, nah itu maksudmu seperti apa?” “oooh....” “kalau kamu kaya gini kemarin beloknya” Di depan kami ada sebuah tikungan ke kiri Yuu mendadak mengerem mobilnya lalu memutar seti r ke kiri *CKIIID* “UWAAAA” Badanku terpelanting karena sentakan yang keras Mobil juga menjadi oleng dan juga kecepatannya menurun drastis Tetapi itu semua segera diatasi oleh yuu Kami terus melaju hingga terlihat tikungan lainnya “Nah, kalau maksudku, yang kaya gini ini....” Yuu mengerem mobilnya kemudian memutar setirnya ke kiri Tapi kali ini mobil berbelok dengan mulus, tidak terasa ada sentakan atau semacam itu Kecepatan mobil juga lebih stabil “gimana? Kerasa bedanya kan??” Yuu berbicara “hebat....gimana caranya?” “seperti yang kubilang, ini timing. Dalam kasus ini adalah timing pengereman dan timinguntuk memutar setir” “eh?” “yang pertama aku terus menginjak gas dan mengerem tepat sesaat sebelum tikungan itu, tapi yang kedua aku mulai memperlambat mobilku saat tikungan terlihat, jadi saat berbelok mobil lebih kukuasai karena kecepatannya tidak terlalu tinggi” “ooh......” “baguslah kalau kau sudah mengerti” “oya yuu, satu lagi” “hmm? Apa itu?” “kamu beneran bukan pacarnya Rika” *CKIIIIIIDDD* “UWAAAA” Mobil terhenti secara tiba tiba Tangan yuu menepuk pundakku “Mio,sudah kubilang kan kalau Rika bukan pacarku?!” “ah, iya sir, sir yes sir!” “bagus, dan jangan pernah kau bahas lagi” Yuu kembali berkonsentrasi menyetir Dari reaksi yuu, dia nampak malu dan panik Dan itu artinya.... “(jadi mereka benar-benar pacaran toh.....)” “haaah....” aku Cuma bisa iri ...................... *BRRMMM*CKID* “nah, kita sudah sampai” “Trims ya Yuu” Aku keluar dari mobil yuu Yuu langsung tancap gas dan menghilang dari pandanganku Aku kagum, ternyata Yuu adalah seorang Driver yang sangat hebat Meski Rika dan Yuu itu sama sama hebat Kalau Rika Hebat Maka Yuu itu sangat hebat Skillnya lebih tinggi daripada Rika Tapi.... Seorang mahasiswi yang ceria seperti itu serta seorang manager yang cool dan Keren(kecuali kalo uda urusan ama Rika) dan keduanya memiliki mobil sport kelas atas dan skill yang lebih dari biasa “saiapa mereka sebenarnya.....” Itulah pertanyaanku yang paling mengganjal “yaa, whatever deh” Aku masuk ke dalam rumahku untuk berisitirahat My very own home sweet home..... ......................... CHAPTER 5 Pagi Hari, di sekolah “KAMU ITU!!” “.............” “KENAPA KAMU TIDAK MEMBUAT PR HAH?!” “maaf pak....” “MAAF MAAF SAJA BISAMU!!” Aku sedang dimarahi karena tidak membuat tugas Ya memang ini salahku sih, tapi ga usah dimarahin sampe segininya kan pak? “UDAH, KAMU KELUAR SAJA! TIDAK USAH IKUT PELAJARAN SAYA LAGI!” Aku melangkahkan kakiku menuju pintu Aku sempat mendengar beberapa siswa lain yang mengejekku Tapi ya persetan dengan mereka semua *SRAAAK* “nah, sekarang enaknya kemana ini?” Aku sudah berada di luar kelas, dan sekarang lagi bingung mau ngapain “(Laptop ada di kelas, jadi aku ga bisa males-malesan sambil nonton anime)” Aku merogoh sakuku “ah shit aku juga lupa bawa dompet!” Akhirnya niatku untuk makan di kantin juga kandas “yasudalah, tidur di atap saja” Akhirnya aku menentukan tujuanku dan segera menuju kesana ............................ “uaaah, segarnyaaa” Aku merenggangkan tubuhku sambil menghirup udara segar Sinar matahari yang hangat serta angin yang sejuk Sungguh suasana yang pas untuk tidur Tapi nampaknya kau tidak sendiri hari ini Aku melihatorang lain yang sudah mendahuluiku “hmm??” Dia adalah seorang gadis berkacamat, rambutnya panjang dikepang Tampilan anak cupu sih.... “Yo” Aku menyapanya, berusaha untuk akrab “ah....” Dia nampak terkejut dengan kehadiranku, aku langsung saja nanya nanya ke dia “ngapain kamu disini? Dikeluarin juga ya dari kelas?” “ehh?? Anuu......” “Oalah, kamu mbolos toh?” “bukaan.....” “ya whatever deh.....” Aku duduk tepat disamping dia Dia nampak panik karena aku tiba tiba duduk di sebelahnya “......” Aku melihat buku yang sedang ia baca “eh, apaan ini? Pinjem ya” Aku mengambil buku dari tangannya “eeehh??” “Ilmu.....aerodinamika?” “(waduh, ini kan bukunya anak kuliahan)” “anuu.....boleh kubaca lagi bukunya??” “ah....Ahhhh!! maaf maaf” Aku mengembalikan bukuitu pada empunya “maafkan aku ya, tadi aku kebawa suasana, ga sadar udah ngerebut buku ini dari kamu” “iya, gapapa kok....” Gadis itu menerima bukunya dengan tersenyum Senyum yang sangat manis “(eww, ternyata dia lumayan cantik juga ya....)” “omong-omong....” Gadis itu angkat bicara “anda sedang apa disini??” “aku? Aku dikeluarin dari kelas gara-gara ga buat Tugas sih, hehehe.....” “oooh.....” “Lagian.....orang sekelas pada nyebelin semua, masa aku dikeluarin bukannya dikasihani atau gimana, tapi malah aku dijelek-jelekin tadi....menyebalkan” “Anda juga berpikiran seperti itu?!” “eh?” Dia mendadak bersemangat “memang, semuanya itu menyebalkan, bisanya Cuma bisa berkelompok lalu menghinaku karena aku tidak ikut trend atau semacamnya, akhirnya mereka malah memusuhi dan mengucilkan aku!” “anuu....” Jujur aja. Aku kaget Lha tadi dia diem kaya danau yang tenang, tahu tahu langsung semangat bicara kaya gini “ahh....” Dia nampaknya sadar kalau aku terkaget kaget “ma....maafkan saya!” Dia menutupi wajahnya dengan buku “hahaha, sudalah gapapa kok” “....beneran??” “iye, sumpe 2 kelinci deh” Akhirnya dia kembali tenang “omong-omong.....kamu sampai digituin ngapain aja kamu dikelas?” “anu....membaca?” Dia menunjuk ke arah buku aerodinamika tebalnya itu “err......aku maklum aja kenapa ga ada yang akrab sama kamu....” “ehh.....” Dia nampak kecewa “tapi.....” Aku berdiri lalu membenahi bajuku “aku rasa sampai mengucilkan kamu itu keterlaluan, apapun hobi seseorang kita harus bisa menghargainya bukan?” “.......iya” Dia menjawabku sambil tersenyum “Tapi.....” “hmm? Ada apa?” Gadis itu menyela pembicaraan “aku....masih punya hobi lainnya.....” “hmm? Apa itu??” “itu....anu...itu.....aku....ga bisa menyebutkannya” “oooh....” Aku hanya tertawa kecil “ya gapapa kok, tiap orang juga pasti punya 1 atau 2 rahasia” “hehe....” Dia tersenyum *TEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEET* “Uit, uda masuk ya?!” “anuu, saya juga mau kembali ke kelas” “ooh, baiklah, sampai jumpa......siapa namamu?” “oh...namaku.....Shizuna.....” “Shizuna ya?? Namaku Kamio, panggil aja mio” “mio? Hihi....” “err....shizuna-san, kenapa kau tertawa?” “habisnya namamu....mio....kaya cewe...hihii” “(denger nama mio aja ketawa dia, denger nama lumi pasti ngakak)” “Yaa...gitu lah, sudah dulu ya~” “iya.....” .............................. Sore Hari Aku berjalan menuju rumahku Lumi saat ini sedang menemaniku “omong-omong chin” “hmm? apaan” “Lu uda denger belom? Cerita tentang Legenda di Puncak?” “hmm? Belom tuh, kenapa memang?” “ehem, gini yaa, kan ceritanya itu ada 2 orang Driver di puncak, nah mereka berdua ini skill menyetirnya yang paling tinggi dan sampai saat ini masih belum ada yang bisa mengalahkan mereka berdua, mereka sampai mendapat julukan Silver Bullet dan Midnight Phantom” “Eh? Terus?” Aku menjadi tertarik setelah mendengar kata Silver Bullet Ya, itu adalah sebutan untuk carrera silver milik Rika kemarin “yang mengejutkan, kedua mobil ini adalah Porsche Carrera berwarna silver dan sebuah Nissan Skyline GT-R berwarna Hitam, nah...kayanya sih Temen cewemu itu sih si Silver Bullet” “kayanya iya....” Ya, memang dengan Skill yang seperti itu mungkin saja dia menjadi Legenda “terus omong-omong, siapa si Midnight Phantom ini??” “kalo yang itu sih....masih belum kuketahui, soalnya sebetulnya identitas dua driver ini masih belum diketahui masyarakat luas, kita termasuk orang yang beruntung bias mengetahui identitas Silver bullet ini” “ya, mungkin saja.....” Melihat skill dan mobil yang dimiliki, aku yakin kalau yuu adalah midnight phantom ini “(nanti kutanyain langsung ke orangnya ah)” Ya, daripada penasaran kaya gini, mending langsung tanyain orang yang bersangkutan “terus satu lagi chin, coba lihat ini....” Lumi merogoh rogoh tasnya, lalu mengeluarkan sesuatu “ja-jaang~” Sebuah selebaran Aku merebut dari tangan Lumi lalu membacanya “hmm....Race day, sponsored by y T.K TuneShop, place : downtown Time : tonight 23.00 prize.......500.000 yen?!!” “Buset Lu mi! Ini kan Event Balapan Liar?!” “ho oh, tadi waktu browsing tentang Midnight Phantom, aku malah nemu Info ini” “gileee...” “Gimana chin? Mau nyoba liat ga?!” “Ya mau lah! Uda dari dulu aku pengen liat dunia balapan liar itu kaya gimana!” “oke deh, Nanti malam kita berangkat yo!” “Okee!” .................................. Malam Hari Pukul 22.45 “oi mi, napa ga naik motor aja sih?” “jangan gila lu chin, balapan liar kan bahaya kalo ada polisi, ntar kalo naik motor bisa-bisa kita ketangkep” “iya juga sih.... tapi kan.....” “tapi napa?” “KENAPA KITA MALAH MANCAL?!” “yaa, kan kalo sepeda lebih fleksibel, dibuang juga ga bakal Rugi banyak” “yayaya.....serah deh” Yup, kami saat ini naik sepeda pancal menuju downtown Downtown, daerah paling ramai di angel city Sebuah shopping district yang aktif 24 jam Jalannya lebar untuk menysuaikan dengan keramaian di kota saat siang hari Dan meski malam hari, tetap saja ramai Pertanyaannya kalau ramai, kok bisa balapan? Jawabannya, jangan pernah remehkan pembalap liar Terus, Berhubung kami ga berani ambil resiko bawa motor dan ga bisa bayar taksi, terpaksa kami naik sepeda daripada jalan kaki Mana tempatnya lumayan jauh “hoshh....hoshh.... cape gua.....” “sama......huehh” “padahal uda dandan ala Rapper gini, malah basah kuyup kena keringat” “uda, bawel lu chin, pancaaaaaaal~!!” Kami berdua memancal sepeda kami sampe ngos ngos-an, hingga akhirnya kami mencapai tujuan kami “wow” Sebuah pemandangan yang menakjubkan Puluhan mobil berjejer jejer dengan rapi Bukan sembarang mobil, tetapi mobil mobil yang sudah dimodifikasi dan di tune-up secara ekstrim “crazyface...... Ayo, parkir dulu sepedanya!” “oke oke!” Kami menuntun sepeda kami, lalu memarkirnya di depan sebuah toko “Yuk!” Setelah memarkir dan mengunci Sepeda masing-masing, Aku dan lumi berlari menuju keramaian itu “Uwooooh.......” Makin dekat, makin keren yang kami lihat Kami berdua benar benar kaya orang katrok, kami melihat semua mobil dengan mata berbinar-binar “Oi Chin! Liat Itu Chin!! Supra!!” ![]() ![]() “mana-mana?? Uwooooh!!!” “Chin, Liat Itu Chin!!! 350Z!!!” ![]() ![]() “WUOOOH, MANTAP KK!!!” Kami berdua berkeliling sambil melihat satu satu mobil yang ada “LIAT ITU CHIIIN!!!! MERCYY~~” “wooooooo.....” Aku dan Lumi ternganga lebar melihat Sebuah Mercedes benz yang terpampang di antara mobil lainnya Mercedez benz berwarna putih dengan style yang simple, tapi keren Body nya juga sudah di modifikasi sehingga kesannya garang ![]() ![]() “gila....keren....” Aku mendekat dan bermaksud untuk memegang mobil itu Tapi saat aku menjulurkan tanganku, ada seseorang yang menangkap tanganku “eh?” “HEAH!” *BRAKK* “ADOOOH!!” Tanganku diplintir, dan aku juga dijatuhkan ke tanah Semua orang melihatku “(waduh)” “Hei, apa-apaan ini?!” Terdengar suara Lumi dengan nada tidak terima “DIAM!! Hei kamu!” Terdengar suara cewek “(Cewe....???)” “APA?!” “Kamu mata-mata dari T.W.G ya?!!” “T.W.G?!” “(apa itu T.W.G??)” Aku malah inget ama The w*rld G*d on** K**w “APA ITU T.W.G?! OI LEPASIN GUA!!” Aku berusaha memberontak “DIAM KAMU!!!” “Adudududuh” Tanganku makin terasa sakit “Hei, ada apa ini?!” Terdengar suara cewe lainnya Entah kenapa suaranya terkesan familiar denganku “Ah, Shizu-san!” “(Shizu?)” “ada apa Haruka??” “Ini Shizu-san, ada seorang mata-mata yang ingin mensabotase Mobilmu!” “BUKAN!! AKU GA ADA MAKSUD APA-APA!, OI LEPASIN OI!!” “DIAM KAU!!” “Hmm???” “Apa yang harus kulakukan, Shizu-san?” Cewek yang bernama Haruka itu berbicara “Coba, aku lihat wajah mata-mata ini....” Setelah mendapat perintah dari cewek yang disebut shizu ini, haruka melepaskan tanganku Aku lalu berdiri dan menatap ke arah Haruka “Cih!” “apa?!” Persetan dengan Haruka, aku melihat ke arah cewek yang dipanggil Shizu ini “Dan kamu......” Aku terdiam Yang aku lihat adalah seorang cewe yang memakai sebuah tanktop merah dan juga rompi berwarna putih Dia memakai hotpants yang juga berwarna putih Yaaa, penampilan yang menyegarkan mata sih Tapi bukan itu pointnya Yup, apalagi kalo bukan karena aku mengenal wajah cewek itu “Shizuna....??” “Eh??? Kamio-san???!!!” …………………………… CHAPTER 06: “Kamio-san” “Shizuna….??” “a…anu….” Shizuna Nampak panic melihatku Nampaknya dia tidak menyangka bisa melihatku disini “anuu….Shizuna, kamu ngapain disini…?” “Ka….Kamio-san sendiri ngapain disini???” Dia berusaha mengalihkan pembicaraan Melihat shizuna sedang panic, aku tidak bisa melepaskan kesempatan ini “aku disini ngapain?? Gini ya, aku dituduh ama cewek ini nyabotase mersi yang ada disana padahal aku sendiri ga ngapa-ngapain” Aku marah-marah sambil menunjuk kearah cewek tadi dan mercy yang bermasalah itu “Haruka.....Benarkah itu....?” Nada bicara shizuna berubah Tatapan tajamnya menusuk haruka seperti predator yang menatap mangsanya “i...iya Shizuna-san!” “a...anu kamio-san, memangnya kamio-san melakukan apa tadi kok haruka sampai menuduh kamio-san seperti ini???” Shizuna kembali melihatku, tapi tatapan dan suaraya kembali normal “ehmmm...aku sih Cuma liat-liat aja, terus Cuma mau pegang mercy itu dikit....” Intinya naluri gembelku keluar “HA-RU-KA....!!” “Hii.......” Shizuna horor mode on lagi, ia menatap tajam ke arah haruka Tak lama kemudian, ia berbalik lalu kembali menatapku “anu kamio-san.....” “Maafkan Kebodohannya kamio-san!” “Eh?” Shizuna langsung menunduk sambil meminta maaf Aku jelas aja kaget Semua orang juga nampaknya terkejut, terdengar suara-suara bisikan “oi shizu, ya-yang benar aja?! Kan dia yang sa...” “UDA DIEM!! CEPAT MINTA MAAF!” “Ba...BAIK!!” Suasana tambah ricuh Aku sendiri juga kaget “oi chin.....” “apa mi?” “kok malah jadi gini sih?” “tanya aja ama pengarangnya....” Ya, setelah shizuna menyuruh Haruka untuk minta maaf, beberapa cewek lainnya malah ikut-ikutan membungkuk lalu minta maaf Aku ama lumi Cuma bisa bengong dan bingung ............. “Anuu.....Shizuna-san” “hmm? Apa kamio-san?” “kenapa kok rasanya orang-orang pada ngeliatin kita semua ya?” “ah, Cuma perasaanmu saja kok kamio-san” “err....” Omong diomong, saat ini aku dan Shizuna sedang berjalan-jalan berkeliling sebagai permintaan maafnya yang tadi Lumi menolak ikut kami karena dia ingin berkeliling sendiri “(biarin aja, mau ilang ato diculik yaranaika juga apa urusan gua)” Saat kami berkeliling, kami melihat mobil-mobil yang bervariasi, dancer-dancer yang sedang beraksi dan juga puluhan gadis gadis seksi yang lalu lalang melewati kami. Tapi entah kenapa, kemanapun kami pergi aku dan shizuna selalu mendapat perhatian “(mungkinkan Shizuna seseorng yang penting?)” Yaa, who knows? Aku lalu berpikir, event ini kan diselenggarakan di tengah jalan Raya Tapi kok ga ada satupun mobil sipil yang lewat ya? “anu shizuna...” “apa kamio-san?” “kok rasanya ada yang janggal....ini di tengah jalan kan? Kok ga ada satupun mobil sipil yang lewat?” “oooh, soal itu....” “tenanglah, setelah ini akan kujelaskan” “baiklah” Aku Cuma nurut aja Aku juga Cuma diam mengikuti shizuna pergi kemana Tapi jujur aja, aku saat ini sedang Doki-doki Soalnya penampilan sshizuna malam ini dengan tadi siang berbeda banget Kesan dan aura yang keluar terlihat sangat berbeda Malah kesannya mereka seperti 2 orang yang berbeda Aku dan shizuna terus berjalan di antara keramaian, sampai akhirnya kami melihat sebuah mobil Hummer H2 berwarna putih dengan modifikasi yang mencolok, bagasinya dibuka dan terlihat audio system yang sedang memainkan lagu hip-hop dengan keras ![]() ![]() Tidak Cuma itu, nampak seorang laki-laki yang memakai baju sleveless dan celana hip-hop, rambutnya ditutupi bandana, tampilan seorang dancer lah “Yo, T.K!” Shizu menyapa pria itu “ohh, Shizu-chan!” Mereka berdua saling mendekat lalu ber-Tos satu sama lain “aniwai shizu, ada apa ?” cowok yang dipanggil T.K sama shizu tadi memulai pembicaraan “ohh, itu Cuma mau ngecek Trafficnya gimana” Shizu berkata sambil melihatku “ooh, liat aja sendiri” T.K menunjuk ke satu arah Aku melihatnya Terlihat sebuah barisan palang penghalang berjejer-jejer menutupi jalan, di seberang penghalang itu terlihat ratusan mobil yang terjebak macet “(as expected from street racer)” Ya, beginilah kekuatan seorang pembalap liar “well, as expected from T.K” “haha, sankyu” Sepertinya T.K baru saja menyadari keberadaanku Dia memperhatikanku layaknya aku makhluk asing dari planet yaranaika “Oi Shizu!” “wazzap T.K?” “dia ‘ini’ mu ya?!” T.K menunjukkan jari kelingkingnya sambil tersenyum “(nah Lo....)” “Bu....BUKAN LAH!!!” T.K tertawa ngakak melihat reaksi Shizu yang blak-blakan “Kamio-san, ayo kita pergi” “ah, oke” Aku mengikuti Shizu tanpa banyak kata ...................... “haah....Dasar T.K itu.....” “omong-omong shizu” “apa kamio-san?” “siapa sih orang tadi?” “Oh....ohya kamu belum kenal ya?” “iya, tadi kan aku ga tau apa-apa tau tau kamu ajak ke tempat orang itu” “hahaha, maaf” Shizu menarik nafasnya, sepertinya dia bersiap untuk memberi ceramah panjang “Gini yaa, T.K itu adalah sponsor acara hari ini, dia adalah pemilik T.K tuneshop yang terkenal itu, daia adalah mekanik jenius” “ooh....” “Sebenarnya dia juga seorang pembalap jenius, tapi akhir-akhir ini dia jarang mengikuti event race, entah kenapa” “hoo....” “ya, pokoknya gitu deh” Shizu menutup penjelasannya “tapi ya gitu....” Shizu kembali membuka mulutnya “kayanya...dia ga tau perasaanku.....” “hmm? Apa shizu??” Aku kayanya salah denger deh “ah! Nggak kok, ahahahah!” Shizu mengelak dari pertanyaanku “(ahh..... jadi Shizu suka ama T.K toh)” Yaiyalah aku bisa ngerti, toh Ilmuku tentang hal hal macam itu kan udah kudapat dari koleksi kitab suciku yang dinamakan’Visual Novel’ Reaksi kaya gitu uah jelas reaksi seseorang yang lagi jatuh cinta “(ya whatever deh)” Aku kembali kecewa setelah tahu kalo aku ga punya harapan lagi soal Shizu Kami kembali melanjutkan jalan-jalan kami, tiba-tiba aku melihat Haruka berlari sambil melambai-lambaikan tangannya pada kami “SHIZU!! GAWAT!!!” “Eh?” Aku dan Shizu bengong sesaat “GAWAT!! GAWAT!!” “tenang dulu haruka, ada apa??” “Itu Shizu....temanmu....Si Lumi....” “eh??” .......................... “Yo, Shizu” “Natsuki arashiyama.....” Suasana menjadi berat Atmosfir menjadi suram Shizu berhadapan dengan seorang gadis berpakaian serba hitam (bukan sekte sesat lo) Rambutnya yang sepinggang berwarna hitam terurai dengan indah, Matanya yang berwarna ungu memberi kesan misteri pada dirinya Disamping gadis itu, terlihat Lumi yang sedang kesakitan karena tangannya diplintir “Lepaskan dia, natsuki!” Shizu berteriak “hah? Melepasnya setelah dia menggores mobilku? Maaf saja, tidak akan kulakukan hingga ada yang bersedia mengganti biaya perbaikannya” Aku melihat ke arah mobil yang ditunjuk oleh Natsuki, sebuah nissan 350Z 350Z itu berwarna hitam kemerahan. ![]() ![]() Memang benar sih, ada sebuah goresan yang cukup besar di kap mobil itu “Aduh...sakit” Lumi mengerang kesakitan karena tangannya diplintir oleh teman si natsuki itu “Lumi, kau apain ni mobil?” “Cuma aku elus aja, tapi ga tau kok bisa sampe kaya gitu....” “Lumi....” “apa???” “Kau bodoh” “eh?!” Yaiyalah, ngelus doang kok bisa ampe beset kaya gitu? Kalo bukan lebi bodo dari idiot terus apa lagi dong? Aku kembali nyuekin Lumi, aku melihat ke arah Shizu Nampaknya dia sudah mengambil keputusan “Baiklah, Aku yang akan mengganti biaya perbaikan mobilmu” “kau pikir bisa segampang itu hah?Shizuna??” Natsuki mendekati Shizuna, ia lalu mengeluarkan kunci mobilnya “kita buat malam hari ini menjadi lebih panas, kita balapan ‘pink slip’!” “pi...PINK SLIP?!” Penonton menjadi Ricuh mendengar pernyataan Natsuki “oi, yang bener aja!!” Situasi menjadi panas dan ricuh karena tantangan ini Pink Slip adalah istilah dimana 2 orang pembalap saling mempertaruhkan mobilnya. Jadi, yang menang akan pulang membawa 2 mobil, sedang yang kalah akan pulang jalan kaki. Yup, sebuah balapan yang sangat riskan “Bagaimana Shizuna? Kalau kau menang kau akan mendapatkan temanmu kembali dan mobilku” “Baiklah, Akan Kuterima tantanganmu!” Shizu ikut mengeluarkan kunci mobilnya Penonton bertambah ricuh “huh, baiklah” Natsuki berbalik menuju ke mobilnya “sampai jumpa di garis start!” Aku dan Shizu hanya memperhatikan natsuki yang makin menjauh “Baiklah....” Shizu berbalik lalu melihat ke arah haruka “Haruka, cek keadaan mobil!” “Baik!” Setelah menerima komando dari Shizu, Haruka serta beberapa orang lainnya mengecek keadaan mobil Shizu “Shizu, apa kamu yakin? Masalah serius kalau kamu sampai kalah” “tenang saja kamio-san, aku yakin akan menang kok” Shizu hanya tersenyum, tapi senyumannya menunjukkan kemantapan tekatnya dan kepercayaan dirinya Aku hanya bisa menghela nafas dan mengikuti apa mau Shizuna ............. “YO KALIAN SEMUA!!!” Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang keras Aku melihat ke sumber suara itu, terlihat T.K sedang memegang Mic Perhatian semua orang tertuju padanya “MALAM INI, EVENT UTAMA HARI INI AKAN SEGERA DIMULAI!! BALAPAN DENGAN HADIAH SEBESAR .......” “500 RIBU YEN YANG DISPONSORI OLEH T.K TUNESHOOOP!!!” Penonton langsung bersorak ramai Melihat apa yang dilakukan T.K, nampaknya dia menjadi Host malam ini “(host dan sponsor, hebat juga....)” “PERTANDINGAN AKAN DIMULAI SEBENTAR LAGI!! PESERTA HARAP SEGERA BERSIAP DI GARIS START” “Haruka, bagaimana persiapannya?” Mendengar peringatan dari T.K, shizu langsung melihat ke arah haruka “Beres! Tidak ada masalah lagi, semua siap!” “baiklah” “kamio-san, aku pergi dulu ya” Shizuna berjalan ke arah mobilnya sembari melambaikan tangannya padaku Shizu masuk ke dalam mobilnya, mercedes benz sl-500 miliknya *DRRRMMM*BRRRRM*BRRRRRRRMMM* Mersedes benz itu berjalan perlahan menuju garis start yang sudah ditentukan Aku hanya melihat dari kejauhan Sl-500 milik Shizu sudah berada di garis start ![]() ![]() Tak lama kemudian sebuah toyota supra ![]() ![]() ![]() ![]() Nampaknya itu peserta lainnya Tak lama kemudian terdengar sebuah suara mobil lain *BBRRRRRMMM*BRRRRRRRMM* Sebuah 350Z berwarna hitam kemerahan, dengan kata lain “itu dia,mobil Natsuki.....” “YAAA, PESERTA KITA SUDAH LENGKAP NAMPAKNYA!!! BALAPAN AKAN SEGERA DIMULAI SETELAH BERITA TRAFFIC TERBARU DATANG DARI TIM PENGAWAS, SELAMA ITU, SILAHKAN PASANG TARUHAN UNTUK MOBIL PILIHANMU!!!” “berita traffic lagi?” “iya, ini penting lho” Tiba-tiba Haruka berada disampingku “memang sih....” Mengingat ini memang illegal street race, maklum saja berita lalu lintas sangat dibutuhkan Bukan hanya untuk keselamatan kami saja, tapi juga untuk mengetahui tentang polisi Kan bisa gawat lagi enak-enak nongkrong tau-tau ada polisi dateng? Aku melihat ke sekeliling Semuanya sibuk sendiri memasang taruhan pada mobil favorit masing-masing Tapi aku tidak bisa melihat batang hidung Lumi Maklumlah, dia kan lagi disandra gara-gara ketololannya “omong-omong, si natsuki tadi itu siapa sih?” “ooh, natsuki....” Haruka menghela nafas “Natsuki itu anggota dari Klub T.W.G” dan seklai lagi aku teringat the world god only know setelah mendengar kata-kata T.W.G “anuu....TWG ntu apa sih emangnya?” “hmm? Kamu ga tau ???” “err, ya maaf” “yaa, kujelasin deh, dengerin baik-baik ya” “T.W.G atau Trough Wide Gap, adalah salah satu Klub balapan di kota ini” “(ooo, kukira TWG nama lagu dari artis picisan pinggir jalan)” Kalo ketauan mikir kaya gini bisa-bisa diseret pake mobil kliling kota kali ya? “mereka adalah salah satu dari klub yang paling bergengsi di kota ini, skill mereka juga sangat tinggi jika dibandingkan dengan street racer lainnya” “hoo......” “tapi......mereka dikenal sebagai orang-orang yang menghalalkan semua cara untuk menang...” “Eh??” Aku langsung kaget “Benarkah itu?!” “ya” “Kalo begitu, apa Tidak apa-apa Shizuna Ikut balapan ini?!” “OKE LADIES AND GENTLEMAN!!! LASTEST TRAFFIC NEWS SUDAH DITANGAN, DAN BALAPAN SUDAH SIAP DIMULAI!!!SO, START YOUR ENGINE!!” Suara T.K kembali terdengar *BRMMMM*BBRRRRRRM* *GRUOOOONG*GRUOOOONG* *DRRRRRMMMM*DRRRM*DRRRRRRRRRRRM* Suasana makin ramai Mobil peserta balapan ini sudah siap kapan saja “BAIKLAH, BALAPAN INI HANYA 1 KALI PUTARAN, TRACKNYA SUDAH DIUPLOAD KE GPS PARA PESERTA!! YANG PERTAMA KALI KEMBALI KE GARIS START ADALAH PEMENANG YANG BERHAK MENDAPAT 500 RIBU YEN!!” “Kamio, tenang saja....Aku yakin Shizuna akan menang” “Eh??” “SEMUA, BERSIAP!!!” T.K memberi aba-aba “Shizuna adalah salah satu pembalap terbaik di kota ini.....” “THREEEE......” “Dia juga Leader Tim Terbaik dikota ini....” “TWOOOOOOOOO..........” “Dia Juga dikenal sebagai.....” “ONE.....” “.....Blazing Angel!!” “GO!!!!” *GRUOOOOONG*CKIIIIIIIIIIIIIIDDDD* *BRRRRRRRRMMMMM* Keempat mobil itu melesat meninggalkan garis start Sementara aku masih kebingungan dengan apa yang baru saja kudengar dari Haruka Semua tentang Shizuna..... Semua terlalu mengejutkan CHAPTER 07: “Oi Kamu, ngapain bengong?” “eh?” Aku yang sedang hanyut dalam pikiranku tersadar oleh suara Haruka “ayo sini, kita liat Balapannya!!” “ah, iya” Aku mengikuti langkah Haruka Kami menuju sebuah kerumunan Ditengah kerumunan itu, terlihat sebuah Hummer Hitam dengan banyak LCD TV didalam bagasinya ![]() ![]() “wow….” “itu adalah beberapa checkpoint di balapan ini, tiap checkpoint pasti ada tim monitoring yang mengambil gambar jalannya pertandingan” “oooh....” Memang, di Layar-layar itu, yang terlihat beberapa spot di downtown ini “Ah, Lihat-lihat!!” Semua memfokuskan pandangannya ke layar Pemandangan sebuah jalan raya Beberapa mobil sipil terlihat lalu lalang Tak lama kemudian, Terlihat beberapa mobil datang dengan kecepatan tinggi Yup, itu adalah mobil peserta balapan ini Mobil-mobil peserta itu dengan lihai menghindari mobil-mobil sipil yang menghalangi jalan mereka Semua terjadi dengan cepat Meski hanya sekejap, tapi aku bisa melihat kalau Shizu berada di urutan terakhir “YUP, LAPORAN DARI CREW PENGAWAS DI CP(CHECKPOINT) 1 SUDAH DIDAPAT, UNTUK SEMENTARA INI YANG MEMIMPN ADALAH SUPRA!!” “Shizu ada di urutan terakhir ya??” “tenang saja kamio, dia hanya menunggu saat-saat yang tepat untuk memimpin pertandingan, itulah style dia saat balapan” “oooh.....” Aku hanya bisa harap-harap cemas saja Soalnya kan kalau dia sampai kalah, mobilnya akan hilang “oya omong-omong Haruka” “hmm? Apa??” “kamu kan tadi bilang kalo Shizu itu Leader dari tim balapan, benarkah itu?” “yup, itu benar. Haruka adalah Leader dari tim kami, ‘AngeLs’ ” “heeh.... ” “Angels , seperti yang kubilang adalah Tim Terbaik dikota ini” “tunggu dulu, kenapa kau begitu yakin kalau ‘AngeLs’ adalah Tim terbaik dikota ini?” “Jadi Kamu benar-benar ga tau Kamio?” Haruka menatapku dengan penuh keheranan “iya iya, sory deh kalo aku bego!!” “err……kamu ini siapanya Shizu sih sebenarnya?!” “Ehm….sebetulnya sih….aku bukan siapa-siapanya Shizu” “Heeeeh?!” “sebetulnya tadi aku baru aja kenalan ama Shizu di sekolahan” “eh….?” “kenapa Haruka?” “kamu bilang di sekolah?” “iya, kami satu sekolah, memangnya kenapa?” “…..” Haruka yang pertama keheranan mendadak terdiam Dia menunjukkan senyuman di wajahnya “anuu…. Haruka-san?” “Oke oke, ga usah dibahas lagi” Haruka menepukkan tangannya “YAK, DI CP KEDUA SUDAH TERLIHAT MOBIL PARA PESERTAA!!” T.K yang dari tadi terdiam kini suaranya terdengar lagi Aku secara Reflek langsung melihat ke arah Layar LCD itu lagi Kali ini pemandangan yang ditampilkan berbeda dari yang lain Ya, karena ini spot yang berbeda dengan yang tadi Mobil-mobil itu terlihat, meski hanya sesaat Nampaknya Shizu masih ada di urutan paling belakang “YAAA, BERITA DARI CREW PENGAWAS DI CP 2, PEMIMPIN TELAH BERGANTI!! SAAT INI YANG MEMIMPIN PERTANDINGAN ADALAH 350Z!!!” Suara sorak penonton makin ramai “Shizu....” Aku menoleh ke arah Haruka “yakin tuh Shizu gapapa? Uda di CP 2 tapi kok dia masih berada di belakang? Jangan-jangan ada trouble dengan mesinnya ya?!” “sudalah kamio, tenang saja....” Haruka menenagkanku “ini saat yang pas buat aku jelasin ke kamu, kenapa ‘AngeLs’ menjadi Tim terbaik di Kota ini...” Kami kembali memiliki pembicaraan serius “jadi gini ya, kamio.....” “yang membuat tim kami adalah tim terbaik karena saat ini belum ada satupun orang yang bisa mengalahkan leader kami, alias Shizuna” “Haiiik??!” Aku jelas aja kaget “Iya, belum ada yang bisa mengalahkan Shizuna” ”benarkah itu?” “ya, tiap balapan yang diikuti shizuna, dia selalu menjadi pemenangnya” “bahkan katanya, ada beberapa tim yang bersedia memberi hadiah untuk yang bisa mengalahkan shizuna, T.W.G termasuk salah satunya, mereka menjanjikan anggotanya yang bisa mengalahkan shizuna akan mendapat hadiah besar” “Ohh.....” “selain itu, banyak yang mengira shizuna menang karena mobil yang ia pakai, padahal bukan itu sebenarnya...” “jangan-jangan, memang skillnya Shizu yang tinggi?!” “ya benar, tetapi orang-orang tidak berpikir seperti itu” Ya, melihat mobil shizuna, mercedez-benz sl-500, merupakan mobil dengan kelas sport elegan, untuk standarnya saja sudah memiliki 300 horsepower, apabila sudah di tune up, maka hpnya akan berkisar sekitar 600 hp Tak heran banyak yang mengira seperti itu “ooh.....” Aku mulai mengerti kenapa kok Haruka bisa tenang seperti ini “oya, dari reaksi Shizu tadi, nampaknya dia tenang sekali saat menerima tantangan PinkSlip dari Natsuki, jangan-jangan....” “ya.... ini bukan pertama kalinya Shizu ditantang PinkSlip oleh musuhnya, dia sudah berkali-kali menerima tantangan seperti itu, bahkan mobil tim, bahkan tempat hang-out kami, dibeli dari hasil menjual mobil pink-slip yang dimenangkan oleh Shizu” “waduh....” Pasti jumlah mobil yang dia menangin ga dikit itu “Oya Haruka, kalau soal Blazing Angel??” “oooh, itu....” Haruka Tertawa kecil “Lho kok malah ketawa?” “nggapapa, lucu aja nginget-inget reaksi Shizu waktu tau alasan kenapa dia dipanggil blazing angel” “heeeh?” Aku Cuma bisa heran aja “YAP, KEMBALI KITA LIHAT!! MOBIL PESERTA SUDAH TERLIHAT DI CP 3!!” Suara T.K kembali terdengar, aku dan Haruka kembali melihat ke arah layar Saat aku lihat, ada sedikit perbedaan “KITA LIHAAAT, OOH sl-500 BERHASIL MENYALIP SUPRA DAN 22b-sti DI TIKUNGAAAN!!” “OKEE, DARI CREW PENGAWAS SUDAH DIDAPAT INFO TERKINI!! SAAT INI YANG MEMIMPIN MASIH 350Z, TETAPI sl-500 YANG DARITADI ADA DI BELAKANG SAAT INI SUDAH MENDUDUKI POSISI KE 2!!” Penonton kembali Ricuh “BAIKLAH, KARENA CP 3 ADALAH CP TERAKHIR, KITA HANYA PERLU MENUNGGU DI GARIS FINISH SIAPA YANG AKAN DATANG PERTAMA!!” Setelah berkata demikian, penonton langsung bubar dan semua langsung menunggu Di sekitar Daerah finish “Ayo, kita ikut!!” “Ah...” Haruka mulai berlari menuju garis finish Aku juga mengikutinya “Oya Haruka.....” Kami saat ini sudah berada di dekat garis finish menunggu para peserta yang sedang balapan Semua ranai memperkirakan siapa yang akan menang “apa kamio?” “soal Blazing Angel??” “Ooh, Blazing AngeL ya....” “Blazing angel itu adalah sebutan untuk Shizuna yang dulu diberikan oleh T.K” “(T.K lagi??)” “hahaa, dulu kamu ga tau ya reaksi Shizu waktu denger alasan kenapa kok dia dipanggil Blazing Angel” “memangnya kenapa kok dia dipanggil blazing angel?” “T.K dulu bilang, kalau Shizu itu bagaikan seorang malaikat cantik yang turun kebumi ini dengan kecepatan tinggi” “heeh? Kok rasanya ga nyambung ya??” Yaa, alasan ama title ga nyambung kan susah ==a “hahaha, emang si T.K kan rada miring” Haruka tersenyum mengejek Yaa, mendengar penjelasan shizu kalau T.K itu pembalap dan mekanik jenius itu menjelaskan semuanya Kan jenius dan sinting bedanya tipis ”Terus, gimana Reaksi shizu??” “hahaha, dia dulu mukanya merah padam abis dibilang cantik kaya malaikat!! Bener-bener lucu deh pokoknya!!” Haruka tertawa lepas Sepertinya wajah Shizu saat itu benar-benar lucu Aku jadi penasaran juga “Ohh....” Nampaknya aku mengerti, kenapa kok Shizu nampaknya suka dengan T.K “(gara-gara itu toh.....)” Yaah, beginilah otome no kokoro, hati seorang gadis memang kadang kompleks dan kadang simpel “HEI LIHAT!!!” Terdengar suara seseorang Kami langsung melihat ke arah yang ditunjuk Terlihat cahaya lampu dari kejauhan “YAAA, PARA PESERTA SUDAH DATANG RUPANYA!!! SIAPA YANG AKAN MELEWATI GARIS FINISH PERTAMA KALI?!!!” Kami melihat dengan seksama, dan yang kulihat adalah Mobil sl-500 dengan warna putih “SHIZUNA!!” *DRRRRRMMMMMMMM*NGOENG* *NGOENG*NGOENG*NGOENG**CKIIIIIDDDDDDDDDDDDDD* Semua mobil sudah mencapai garis Finish Dan yang pertama kali melewatinya adalah “sl-500......” “UWOOOOOOOOOOOOOOO” Penonton bersorak melihatnya “YEEEY!!!” Akupun tak kalah senangnya melihat shizuna menang aku dan Haruka berlari menuju ke mobil Shizuna Shizu keluar dari mobilnya “NAIS SHIZU!!!” Haruka mengacungkan jempolnya “Trims!!” “Shizuna, hebat banget!!” “hahaha, makasih Kamio-san” Shizu tersenyum “Yo Shizu, selamat ya” “t....T.K!” T.K tiba-tiba sudah berada di samping kami “baiklah, untuk pemenangnya, silahkan ini diterima” T.K menyerahkan segepok uang “UOOOGHH!!!” Aku yang orang kere jelas aja tereak-tereak ngeliat uang segepok kaya gitu “Trims T.K” “ure welcome Shizu,” T.K berbalik lalu berjalan menjauh Tetapi ia kemudian berhenti lalu melihat ke arah shizu “sampai jumpa lagi, blazing angel” Ia kemudiankembali berjalan menjauhi kami “ugghh....” Wajah Shizu kembali memerah “ara ara....” Aku dan Haruka Cuma bisa tersenyum kecil melihat shizu Lalu aku teringat sesuatu “Oya! Lumi!!” Yup, teman baikku yang sekarang entah gimana nasibnya “ayo kamio-san, ikut aku” Shizu mulai berjalan Aku mengikuti dibelakangnya Kami berjalan menuju ke mobil Natsuki “CIH” Dia nampaknya tidak senang melihat kami “oke natsuki-chan, semoga kau tidak melupakan perjanjian kita~” “Baiklah” Natsuki memberi perintah ke temannya yang daritadi memegangi lumi Lumi akhirnya dilepas, dia lalu berlari ke arah kami “akhirnya dilepas juga, dasar cewe sialan” “bah, lu sempet-sempetnya bilang gitu, siapa juga yang mulai duluan?” “ughh....iya juga sih” Akhirnya Lumi sudah bebas lagi Lumi bertatap mata dengan natsuki, lalu keduanya saling membuang muka “weleh-weleh” Aku Cuma bisa geleng-geleng kepala “Lho Natsuki-chan, bukannya masih kurang ya??” Shizu mengadahkan tangannya “(Ohya, pinkslip)” Karena natsuki kalah, ia harus menyerahkan mobilnya pada Shizu Itulah peraturan dunia ini, dunia balapan liar “Sialll!!!” Natsuki lalu melempar kunci mobilnya ke arah Shizu “hup!” Shizu dengan tangkas menangkapnya ”Oke, senang berbisnis denganmu natsuki” Shizu berjalan menjauh, aku mengikutinya Sesaat aku melihat ke arah natsuki, ia menundukkan kepalanya Nampaknya ia sangat kesal dan sedih “(ya....maklum lah, toh mobilmu diambil siapa yang ga marah...)” Saat aku kembali melihat ke depan Nampak haruka dan Shizu sedang berargumen Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan “anuu, kalian kenapa?” Aku bertanya “ah, begini kamio-san....” Shizu mau menjelaskan tapi segera dipotong oleh haruka “Jadi gini, Garasi kami sudah penuh, jadi kami ga bisa menampung mobil lebih banyak lagi” “memangnya, ada berapa mobil di garasi kalian??” “hmm 1, 2...... ada 25, itupun disebar ke beberapa garasi yang berbeda” “HOLY F....” Aku dan Lumi sama-sama kaget “(oioi, itu mah uda buanyak banget!!)” “kalau gitu ....” Aku berusaha recovery dari shockku “kalo gitu, kenapa ga kalian jual aja Mobilnya?” Lumi memotong pembicaraanku “nah itu dia kamio-san” Shizu kembali bicara “untuk beberapa hari ini, dealer mobil itu tidak terlihat, entah dimana dia sekarang. Kami juga tidak bisa menjual mobil ini secara resmi, kau tau sendirilah kenapa” Haruka kembali menjelaskan “ya...benar juga sih” Yup, ngejual mobil hasil balapan liar secara resmi sama aja kaya nyerahin diri ke polisi “nah karena itulaah....” Shizu menaruh sesuatu di tanganku “eh?” Sebuah kunci Ya, meski aku ngucek-ngucek mataku sampe berapa kalipun yang kulihat tetaplah sebuah kunci mobil “Yup, kami putuskan akan memberikan mobil itu untukmu, kamio-san” “EEEEH??!” Aku dan Lumi sama-sama kaget Kami yang dari dulu pengen beli mobil Cuma bisa ngiler ngiler sambil menangisi dompet kami yang isinya Cuma recehan ama angin Sekarang aku malah dikasih mobil bagus harga mahal uda di tune-up pula secara Cuma-Cuma! “Anuu, beneran nih?!!” “yup, sekalian hadiah untuk persahabatan kita, tapi terserah mau kamio-san apain mobil itu nantinya, gimana?” “waah, gile lu chin!! Mantap ini!!” “iye nih!!” Aku senang banget(jelas!!) “(Akhirnya aku punya mobil sendiri!!)” Aku lalu menoleh ke arah mobil yang baru saja diberikan padaku 350z berwarna merah-hitam itu “......” “ahh ahh, kasihan juga natsuki.....” Haruka berdiri disampingku “haruka?” “ya, begitulah peraturan di T.W.G, siapa yang kehilangan mobilnya, artinya dikeluarkan....” Haruka hanya menghela nafas “kenapa? Kejam sekali?!” “ya....begitulah dunia ini kamio, tidak semuanya indah” Haruka hanya tersenyum sedih Saat ini, yang kami lihat adalah Natsuki yang ditinggal sendirian Teman-temannya yang tadi bersamanya, pergi meninggalkannya begitu saja Dia sendirian... Kepalanya tertunduk “natsuki.....” Aku menggenggam erat kunci di tanganku Ya, aku sudah mengambil keputusan Aku berjalan mendekati Natsuki “Natsuki” “....” “Natsuki” “apa...?” Dia tidak mau mengangkat wajahnya Aku mendekatinya, lalu memegang tangannya Aku menaruh kunci mobil itu ke telapak tangannya “eh??” Dia nampak kebingungan “ini, kukembalikan mobilmu” Aku tersenyum padanya “ta...tapi, aku sudah kalah bukan???” Akhirnya dia mengangkat wajahnya Yang kulihat bukanlah natsuki yang cool dan penuh keangkuhan seperti yang kulihat waktu pertama kali Aku melihatnya Tetapi natsuki dengan wajah ingin menangis yang sangat lucu “(ugghhh......)” Aku uda kena ama charmnya deh “yaa, kau memang sudah kalah. Tapi aku ga bisa membiarkan seorang lady pulang berjalan kaki kan?” “walah, kumat deh gombalnya” lumi komentar Haruka dan shizu tertawa kecil “tapi....bukannya sekarang mobil ini miliknya shizuna ya??” “sayang sekali bukan, mobil ini adalah milikku karena shizu sudah memberikannya padaku” Aku menoleh ke arah shizu Dia melambaikan tangannya padaku “tapi.....” “sudalah, terima saja ok? Soalnya kan sebenarnya mobil ini milikmu, kau menyayangi mobilmu bukan?” Ya, dari reaksinya sesudah ia memberikan kuncinya pada Shizuna Itu adalah ekspresi seseorang yang telah kehilangan sesuatu yang berharga bagi dirinya “baiklah....” Akhirnya dia tersenyum Dia menghapus air mata di pelupuknya “haha, bagus deh” “anu....terima kasih ya.....” “Kamio, Kuroichi kamio, salam kenal” “ah iya, Arashiyama Natsuki, salam kenal” Kami berjabat tangan Entah kenapa atmosfir diantara kami sudah akrab Tidak seperti tadi “(yaa...pokoknya bisa baikan aja uda untung deh)” Tetapi, saat saat ini tidak berlangsung lama “GAWAT, ADA LAPORAN DARI TIM PENGAWAS, ADA POLISI!!! POLISIII!!!” Suara T.K kembali terdengar Setelah mendengar peringatan dari T.K, semua menjadi panik Akupun tak kalah paniknya “Po...lisi?!” CHAPTER 08 : “POLISI!!! AYO SEMUA LARI!!” Suasana menjadi ramai Semua orang berusaha menyelamatkan dirinya sendiri Sumpeh, ramenya nngalah-ngalahin orang-orang yang ngeliat ada zombai datang menyerang “kamio-san!!” Suara Shizuna terdengar Tetapi aku tidak bisa mencapainya Keramaian telah memisahkan kami “ahh!!” *Dhuak* Aku melihat ke arah Natsuki Ia terjatuh “Natsuki?!” “aduduh.....” “Kamu gapapa?” “iya, gapapa kok....aduh!” Ia kembali terjatuh saat berusaha berdiri “kakimu terkilir ya?!” “nampaknya iya kamio....” “(bagaimana ini?!)” Kalau kaki Natsuki terkilir Otomatis dia tidak bisa menyetir bukan? Mobil-mobil lainnya juga sudah mulai meninggalkan lokasi ini Suasana menjadi kacau “MioChin!!” “ah?! Lumi!!” Aku melihat Lumi berlari ke arahku “ngapain lu disini?!” “gua kepisah ama temen lo itu chin, siapa itu....shizuna ama haruka” “apa??” “(mungkinkah mereka meninggalkan kami??)” Aku Cuma bisa marah dalam hati “(bagaimana ini.....)” *NGIIU*NGIIIU*NGIIIU* Suara sirene mobil polisi makin mendekat “SIAL!! “ *BRMMMM*CKIIIDDD* Sebuah mobil berwarna putih berhenti tepat didepanku “KAMIO-SAN!! AYO MASUK!!” “SHIZUNA!!” Yup, mobil itu adalah mobil Shizuna “Shizu, mana haruka?!” “dia sudah kabur duluan bersama anggota tim lainnya, ayo kamio-san! Kita tidak punya banyak waktu disini!!” “ah, baiklah!!” aku membopong Natsuki yang tidak bisa berjalan “kenpa Natsuki?” Shizu bertanya “tadi waktu keramaian, dia ditabrak orang lalu terjatuh, kakinya pun terkilir” “jadi Kalian ber 3 mau masuk?!” Shizu nampak bingung “iya, kenapa memang....” “AH SHIT!!!” Aku lupa, kalau mercedes benz sl-500 adalah 2 seater, alias kursinya Cuma 2 “kalian dempet-dempetan di belakang saja kalau begitu ya? Untung mobil ini belum kupasang sound system” Shizu memberi solusi “ah, baiklah!!” Ya, karena belum dipasang sound system, masih ada ruang kosong di belakang kursi penumpang Cukup untuk 2 orang “ayo, natsuki!” Aku membopong natsuki Tetapi wajah natsuki kembali menunjukkan kesedihan Ya, kalau kami kabur memakai mobil Shizuna, otomatis 350z milik natsuki harus kami tinggal Dan natsuki harus kehilangan mobilnya.... “(SIAL?!! APA GA ADA YANG BISA KULAKUKAN?!!!)” Aku berpikir keras “(apa mungkin aku yang menyetir mobil Natsuki ya? Tapi kan.....)” Tiba-tiba aku teringat perkataan Rika “selama ada kemauan, kau pasti bisa bukan?” “Ah....” Aku baru ingat Aku kemarin waktu tes pengambilan sim bisa berhasil mengebut mneggunakan honda civic tanpa ada kesalahan sedikitpun “(mungkin aku bisa....bukan!)” “AKU PASTI BISA!!” Aku segera melihat Lumi “LUMI!! KAU NAIK KE MOBIL SHIZU!!” “ah, roger that!” Lumi segera berlari llu masuk ke dalam mobil Shizu “kamio-san, mau kemana kamu?!” Terdengar suara Shizu “Aku akan menyetir Mobil Natsuki!! ” “Oh, Baiklah!!” “bertahanlah, natsuki!” “baik, kamio-san.....” Aku segera berlari sambil membopong natsuki menuju mobilnya Untung saja posisi kami tidak terlalu jauh dengan mobilnya “natsuki, Kuncinya?!” “ini kamio-san” “baiklah!” Dengan sigap aku membukakan pintu penumpang lalu mendudukkan natsuki didalamnya “tutup sendiri ya!” Aku segera berlari menuju pintu kursi pengemudi, kemudian duduk didalamnya “oke, pertama......” Aku menancapkan kunci pada lubangnya, lalu menyalakan mesinnya *BRRRRRRRRMMMMMMMMM* “sip, persiapan oke!” Aku segera memasang sabuk pengaman, natsuki juga melakukan hal yang sama denganku “ohya, mumpung inget!” Aku menyerahkan Hapeku kepada Natsuki “eh? Buat apa kamio-san?” “cari nama Hirumi disitu, terus call dia” “anuu, kamio-san, saat genting gini kok kamu malah sempat-sempatnya mau telpon cewekmu sih?” “cewekku? Amit amit deh, hirumi itu cowok yang tadi mbesetin mobilmu itu looh!” “haah?!” Dia nampak kaget, tetapi kemudian dia tertawa “(oh lumi, namamu benar-benar sebuah guyonan, yang tabah ya)” “hahaha, kukira siapa kamio-san” Dia tersenyum Tetapi sesaat kemudian wajahnya kembali serius Dia meng-call lumi Lalu memegangi hapeku dan menaruhnya di dekat telingaku *biip**biip* [halo?!!] “Oi Lumi!! Gimana disana?!” [oh, uda siap kabur kok chin!! Lu ikutin aja mobil Shizu!] “oke sip!!” Aku mengingat-ingat step awal dalam mengemudi “(pertama.... injak kopling ganti gigi lalu perlahan lepasakan dan injak gas)” Aku melakukan itu dan akhirnya mobil berjalan “Sip....” Tetapi aku hanya menginjak gas sedikit saja, G-Force yang dihasilkan cukup besar “uwaaa” Aku lupa, mobil ini kan sudah di full tune-up *BRRRMMMM* Mobil Shizu melewati kami [oi, lu ngapain?! Ayo jalan!] “hati-hati, kamio-san” “oke, serahkan padaku natsuki!” Aku menginjak gas lalu membuntuti jalan mobil shizu yang ada didepanku *CKIIIDD* Mobil shizu tiba-tiba berhenti Aku secara refleks juga menginjak rem *CKIIIDDD* “uwaaa” Aku dan natsuki hampir terpelanting karena rem mendadak ini Untungnya kami sudah memakai sabuk pengaman [GAWAT CHIN!! Didepan ada blokade jalan!] “apa...?” Aku berusaha melihat di depan Memang, di kejauhan ada blokade jalan [MUNDUR CHIN!! MUNDURR] “ga bisa!! Belakang juga ada blokade kayanya!!” Aku melihat ke spion mobilku Dari kejauhan terlihat sinar lampu sirene yang berjejer-jejer “Sial!!” Aku melihat sekeliling Beberapa mobil yang terlambat meloloskan diri terlihat Aku juga melihat hummer milik T.K hummer lainnya yang masih tertinggal “(jangan-jangan T.K telat kabur juga ya?!)” “SIAAAL!!!” Aku sudah terlanjur berusaha, tapi pada akhirnya akan tertangkap juga?! [oi chin...] “apa??” [Shizu bilang, setelah ada aba-aba dari dia yang gue perantarain, lu langsung tancep gas ya? Oke?] “eh??” Aku melihat wajah Natsuki yang nampaknya juga kebingungan “beneran lo?!” [iye, orangnya sendiri yang bilang, selama beluma ada aba-aba, stand by dan jangan matiin mesin lo! Oke? nurut aja!] “kamio-san, kita ikut rencana mereka aja deh” “oke.....” Aku tak habis pikir, rencana apa yang akan mereka lakukan saat ini *GRUOOOOOOOOONG* Aku melihat ke arah suara itu Dua buah Hummer , mobil T.K dan mobil lainnya yang berwarna Hitam melesat menuju ke blokade jalan itu “yang bener aj.....’ *BRUAAAKKKKKKKKKK* Aku melihat pemandangan yang menakjubkan Kedua mobil raksasa itu menghantam mobil polisi yang menghalangi jalan 2 Mobil polisi yang terhantam itu melayang di udara “HOLY SHI...” Aku dan natsuki sama-sama bengong melihat itu [Oh my....eh? CHIN!! SEKARANG!!] Lumi juga nampaknya takjub dengan pemandangan yang ia lihat “Kamio-san!” Natsuki ikut mengingatkanku “Ah, baiklah!!” Aku menginjak kopling lalu mengganti gigi Mobil lainnya yang tadinya terdiam juga mulai bergerak semua Sl-500 didepanku juga bergerak maju “GOOOOO!!!!” Aku melepas kopling dan menginjak gas *CKIIIIIDDDD*GRUOOOOOOOOONG* Kami melesat maju “Hebat!” Kami berhasil melewati blokade jalan yang sudah dibuka oleh kedua hummer tadi Setelah mencapai sebuah perempatan, mobil-mobil lainnya mulai berpencar Sesaat aku melihat ke mobil T.K yang mengambil jalan yang berbeda Entah Cuma perasaanku ato gimana, dia nampak melambaikan tangannya padaku “(err......)” “Omong-omong mi....” *BIIP* “OH SHIT!!” Saat aku ingin menanyakan situiasi pada lumi, Telepon terputus “kenapa ini kamio-san?!” “kayanya pulsanya abis deh” Ya gini ini orang kere “walah....” “KAMIO-SAN! DEPAN!!” “eh?!” Terlihat sebuah taksi dari arah berlawanan “UWAAA!!” Aku memutar setir untuk menghindari tabrakan *NGOEENG* Kami berhasil menghindari tabrakan dengan jarak tak ada 1 cm Untungnya sempat “haah....selamat.....” “Kamio-san, berkonsentrasilah!” “ah, iya maaf!” “(ternyata...menyetir mobil tidak sesulit yang kubayangkan ya?)” Ya, situasiku saat ini tidak jauh berbeda dengan saat aku bermain Battle gear Hanya saja, mobil nyata ada kopling dan semua resiko adalah Nyata disini Kupikir pergantian gear dalam kecepatan tinggi akan sulit Tapi ternyata tidak sesulit yang kubayangkan Mungkin itu karena latihan kerasku untuk menghadapi tes praktek ujian sim ya? Aku melihat speedometer, kecepatan mobil ini sudah mencapai 150 kmh Aku kembali melihat depan dengan penuh konsentrasi Tetapi tanpa kusadari, spionku sudah dipenuhi oleh cahaya sirene polisi “SIAL!!” *NGIIU*NGIIU*NGIIU* Suara sirene itu makin mendekati kami “kamio-san!” [halo halo, Chin?!] “oi Lumi!” Kali ini, Natsuki menelpon Lumi dengan Hapenya “Lum, gimana nih?” [gatau nih, shizu katanya punya rencana, lu ikut aja pokoknya] “oke-oke” “gimana, kamio-san?” “gatau, mereka punya rencana, kita ngikut aja” “baiklah....” Aku terus mengikuti mobil Shizu Kami melewati jalan-jalan di kota, sampai akhirnya kami masuk ke jalan tol “oi oi, kok masuk jalan tol ini?” Tetapi polisi-polisi itu tidak menyerah, suara sirene masih terdengar dan spionku masih dipenuhi oleh lampu polisi “CIH!!” [Oi chin, denger!] “apa?” [shizu bilang, kita harus bisa ngelolosin diri disini, mobil polisi adalah mobil standart, mereka tidak bisa mengalahkan Top Speed mobil kita] “oke, aku ngerti jalan rencananya, tapi masa kita mau all night di jalan ??” [Ya ga lah bodo!] Dikatain bodo ama lumi, rasanya pengen mati aja deh [gini ya, untuk sekarang, kita berpencar dulu, pokoknya nanti kalau keadaan sudah aman, kita ngumpul di rumah Shizuna] “oioi, gua ga tau rumahnya Shizu ada dimana Lo?!” [bentar.....Shizu bilang tanya aja ama Natsuki] “oi natsuki, kamu denger kan?” “Ya, aku tahu kok Rumah Shizu dimana” “sip deh, Lumi Roger That!” [oke pal, duluan ya] “Yo, Get chance and luck!” *BIIP* “diputus dari sana, kamio-san” “uda, gapapa kok” Aku kembali berkonsentrasi ke depan Saat aku melihat kedepan, ada percabangan Mobil Shizuna melaju cepat kemudian ia berbelok ke arah kanan “(dia kanan, artinya aku Kiri)” Aku menambah akselerasi mobilku Aku memutar setirku kekanan Tapi..... *CKIIIIDDDDDDD* “Apa?!!” “Uwaaaaaa” Mobil kami kehilangan kendali dan menjadi oleng “(SHIT!!!!)” CHAPTER 09 : “SIAAL!!!” Aku melepaskan gas lalu melakukan counter-steer Saat mobil berhasil dikendalikan lagi, aku kembali menginjak gas *BRRRMMMMMM* “haaah.....” Kami menarik nafas lega Kami berhasil menghindari maut “(Ilmu battle gear berguna juga ya....)” Ya, dibattle gear ternyata banyak ilmu yang bisa diaplikasikan ke dunia nyata Seperti yang satu ini “kamio-san” Natsuki memegangi dadanya Nampaknya dia abis jantungan “Kamio-san, waktu dalam kecepatan tinggi putar setirnya perlahan saja” “iya Natsuki, maaf” Aku baru ingat, makin cepat sebuah mobil Makin sulit dikendalikan mobil itu Aku memperdalam injakan pedal gasku Mobil kami bertambah cepat Mobil-mobil sipil yang sedang berjalan berhasil kami lewati Tiba-tiba di depan kami terlihat 2 mobil sipil yang menghalangi jalan Mereka memakai 2 lajur berbeda, dan jarak mereka kurang lebih hanya 5 meter Aku melihat ke belakang, bebrapa mobil polisi masih mengejar kami dengan kecepatan tinggi “Shit, bagaimana Ini?!” Kalau kami berhenti, tentu akan membuat kami jadi sasaran empuk polisi Apalagi setelah mobil kami sempat oleng tadi, mobil polisi berhasil memperdekat jarak dengan kami Selain itu kecepatan kami terlalu tinggi, sekitar 270 km/h Mengerem mendadak pun bisa berakibat fatal Sedang kalau nekat menrabas, tak kecil kemungkinan mobil ini akan menabrak mobil di depan Nyawapun jadi taruhan disini Waktu sebelum kami mengenai mobil di depan tinggal sedikit lagi “Kamio-san, tenanglah dan ikuti instruksiku!” “ehh?” Natsuki berbicara dengan nada serius, aku ikut serius mendengarkannya “Karena mobil di lajur kiri lebih lambat daripada yang dilajur kanan, ambil lajur kanan dahulu lalu ikuti instruksi ini ‘REM-Kiri 1/8’, setelah itu ‘Couter steer-gas’ sebelum ada instruksi dariku gas terus, oke?!” “anuu, natsuki san, kamu gomong pake bahasa apa sih?!” “UDAHLAH, LAKUIN DULU POKOKNYA” “Ah, iya iya!!” Aku kembali melihat ke depan Aku mengambil lajur kanan lalu menginjak gas sampai penuh Speedometer menunjuk angka 300km/h “SEKARANG!!” *TAP*CKLAK*SETT Aku melakukan persis apa yang diinstruksikan Natsuki “(REM-putar ke kiri)” *CKIIIIDDDDD* Mobil kami melakukan Drift “KAMIO-SAN!” “ah!!” Hampir saja aku melupakan langkah berikutnya Aku memutar setirku ke arah kanan untuk counter steer Setelah mobil stabil, aku menginjak gas, dan.... *CKIIIDDDDDD*BRUOOOOOOOONG* “YOSHAA!!!” “YAAAY!!!” Aku dan Natsuki berteriak senang Kami berhasil melewati halangan itu dengan mulus Tidak ada kesalahan sedikitpun “Bagus kamio-san!” “YAP!!” Kami melihat ke arah Spion, kedua mobil yang kami lewati tadi berhenti karena terkejut dengan aksi kami Dan dengan kata lain.... “mobil polisinya kehalang!” “kamio-san, kita tidak boleh melewatkan kesempatan ini!!” “yup!!” Aku menginjak pedal gasku lebih dalam lagi Dengan kecepatan tinggi, kami menuju ke rumah Shizuna ......................................... *BRRRM**CKIDDDD* Aku menghentikan mobilku di pinggir jalan “akkkh, akhirnya polisi-polisi sialan itu hilang semua.....” “iya kamio-san, good job” “yup, Trims” Aku keluar dari mobil dan melakukan peregangan “UUUGHHHH~” Akhirnya, kami sampai di rumah Shizu “Tapi natsuki......” “hmm? Apa kamio-san?” Natsuki masih berada di kursi penumpang, karena kakinya masih sakit “kamu yakin ini Rumahnya Shizu??” “iya, kenapa memangnya?” “KOK MUKEGILE GUEDE GINIIIIII?!!!!!” Yaa, yang kulihat adalah sebuah mansion yang terpisah dari rumah lainnya Memiliki taman yang suaaaaangaaaaat besar, rumah utamanya saja terlihat kecil jika dilihat dari pintu gerbang “gapapa kok kamio-san, aku pas pertama kali kesini juga kaget kok” “ahahah.....” Aku hanya tertawa kecil, tapi... “eh? Jadi kamu uda pernah kesini ya?” “Iya, dulu aku sering kesini....” Tatapan natsuki memandang jauh ke depan Entah apa yang dia pikirkan Tapi hanya satu yang jelas Ia menjadi sangat, sangat, suangaaat “cantik.....” “eh?” Dia kaget mendengarkan aku “kamu cantik juga ya” Aku tersenyum padanya Wajahnya jadi memerah..... “aa.......” “APA YANG KAMU KATAKAN?!!” “WADOH!!” Sebuah benda keras mengenai kepalaku Saat aku melihat benda itu “AAAAAAAAAAAAAAAAA, HAPEKUUUU!!!!!” Aku menangisi hapeku yang dilemparkan natsuki “Oi, apaan sih kamu?!” “Biarin, salahmu sih bilang yang aneh-aneh!!Humph!!” Dia lalu membuang muka Tapi wajahnya tetap memerah “araa.......” Aku mengerti apa yang sedang terjadi Senyum isengku pun keluar “ke...kenapa??!!” Dia membentakku “ahh, gapapa kok, nona natsuki yang cantik~” “EEEH?!!!” Dia nampak kaget sekali Wajahnya makin memerah dan memerah “BODOOOOOH!!!!” Dia melempari aku dengan benda-benda yang bisa dia dapat di dalam mobil “ahahaha, ampun-ampun~” Senyumku makin menjadi “(memang enak ya, nggodain Tsundere, tehe~)” Yup, dari sikapnya yang barusan, tak bisa dipungkiri lagi Natsuki adalah.... TSUNDERE!!! ![]() “Dasar!” Akhirnya dia kembali tenang “ahaha, maaf deh~” aku melihat jam di hapeku “waah, uda jam segini.....” Jam menunjukkan pukul 01.03 Itu artinya hampir 1 jam lebih kami lari dari kejaran polisi “(tapi tadi bisa lolos itu termasuk hoki ya?)” Ya, itu termasuk keberuntungan bisa lolos dari kejaran polisi Soalnya keseringan, kalau ga ketangkep, ya celaka Presentase lolos tidak sampai 10% “ahh, mereka lama banget” Aku mondar-mandir di sekeliling pintu gerbang Lalu aku melihat sebuah plat nama “(oya, aku kan belum tahu nama keluarganya Shizuna ya?)” Aku mmelihat plat nama itu “Kazeka...wa??” Nampaknya aku familiar dengan nama itu “ahh, bukan- pasti bukan, kazekawa kan ga Cuma 1” Saat aku berpikir seperti itu Terdegar suara sebuah mobil mendekat *GROOONG*GRUOONG*CKIIDD* Mobil itu berhenti tepat disamping mobilku Shizu dan Lumi keluar dari dalam mobil itu “Uaaghh~” Lumi meregangkan badannya “kamio-san” Shizu langsung berlari mendekatiku “Shizu, Gimana?!” “sukses besar!” Shizu mengacungkan Jempolnya “hahaha....” “kamio-san sendiri bagaimana?” “yaa, somehow aku bisa lolos deh” “untung ya?” “ya untung....” Akhirnya kami malah diem-dieman “Hatsyii” Aku bersin “Huatsyii” Lumi juga ikutan bersin “anuu, bagaimana kalau misal kita masuk dulu?” “haha, baiklah” Shizu lalu mengeluarkan Hapenya “kamu mau call orang buat bukain gerbang?” “Bukan kok kamio-san, tapi buat ini” *PIP* Shizu menekan tombol di Hpnya *ZRAAAAKKKK*NGIIEEEEEDD* “HOLY FUCK!!” “GERBANG OTOMATISS MAMEEEN!!” Aku dan Lumi sama-sama bengong “ayo, kita masuk dulu” “aah....oke” Kami masuk ke dalam mobil masing-masing “Oi natsuki, kamu kenapa?” “gapapa kok....” Wajahnya nampak cemas Mungkin dia khawatir, karena dia yang tadinya menantang dan nampak memusuhi Shizu Sekarang malah berkunjung ke rumahnya “Sudalah Natsuki, take it easy” Aku menyalakan mesin lalu menjalankan mobilku memasuki pintu gerbang “........” Natsuki hanya bisa terdiam ................................. “hmm? Kenapa kamio-san?” “gapapa kok, gapapa” Shizu nampak bingung Shizu lalu memencet bel dan menunggu seseorang membuka pintu Aku sedang membopong natsuki karena kakinya masih sakit Sedangkan Lumi....bodo amad Aku kembali melihat ke arah mobilku Mobil kami diparkir tepat di depan bangunan utama rumah Shizu Dan di tempat kami memarkir mobil kami Ada 2 mobil yang aku familiar dengannya Firasatku mengatakan, kalau hal ini ga akan baik *CKLAK*CKLAKK* Pintu terbuka lebar “Onee-chaan, tadaima~” Shizu mengucapkan salam “Yo Shizu, Okaer....” Orang yang membukakan pintu itu terdiam saat melihatku Mata kami memandang satu sama lain “Yappari.......” Aku mengambil 1 langkah kebelakang “Uwaaa, MioChiin~” “Uwaa, Rika!! Jangan main peluk dong!!” “Kenapa?? Kamu ga mau yaa?” Rika melihatku dengan mata manja “bukannya gitu sihh....” Saya kan ga kuat ama rayuan macam itu Efek boing meron rika terasa mantaf di mukaku “(oh god, please kill me now)” “O...Onee chan??!” Shizu nampak kebingungan “Chin...You’re dead....” “ka-mi-o-san......” Lumi dan natsuki terminator mode-on “oioi, tenang semua oii~” .............................. “jadi Kamio-san, Lumi-san, kenalin, Ini kakakku” “Yo semua, salam kenal!” “ya, salam kenal!” Lumi menjawab dengan antusias Sedang aku biasa-biasa aja “walah-walah, MioChin kok dingin banget sih?” “uda diem kau Rika” “waaa, dia marah, dia maraah~” Saat ini kami sedang berada di ruang keluarga Rika dan shizu Yaa, sepeti yang kau bayangkan lah Ruangan ini penuh dengan barang-barang mewah Nampak so borguise, terlalu mengkilap sampe bisa membutakan mata kami para orang kere “anuu kamio-san, kau kenal kakakku darimana??” “Ooh...Itu....” Aku menceritakan semuanya, dari awal kami bertemu Sampai saat-saat dimana hubungan kami menjadi akrab “ooh, gitu toh” Shizu nampaknya sudah mengerti “Naruhodo....” Lumi juga akirnya mudeng “Tapi shizu, ga kusangka kamu adeknya rika....” “kenapa memangnya kamio-san??” “yaa, soalnya kalian berdua ga ada mirip-miripnya sih” “hahaha, iya juga sih” “hayo-hayo, ngomongin saya ya??” Rika muncul dengan membawa 5 cangkir kopi, dan juga kue camilan (jajan mahal) Dia lalu meletakkan semuanya di meja “hohoo, trims Rika!” Aku mengambil secangkir kopi lalu mnyeruputnya “Yup, sama-sama” “Oya Shizu....” “hmm? Apa onee-chan?” “kamu hari ini menang lagi kan? Ayo traktir traktir” “haha, oke deh, besok aja oke?” “sip deh!! Kutuggu ya?!” Aku mlihat kakak adik itu, mereka nampaknya sangat akrab “Eh, wait a second, Rika kamu tau adekmu ikut balapan Liar?” “ya tahulah, kan aku kakaknya” Dia membusungkan dadanya Barang impornya makin terlihat besar dan makin boing “......” “hmm?? Kenapa kamu mio??” “ahh, gapapa kok~ nyahaha” “jii......” Aku merasa ada pandangan ga ngenakin dari natsuki Aduh” Susah musuh tsundere ==” ................................... *BRMMMMMMMMM* Saat ini aku dan Lumi berada di dalam Honda civic milik Rika Rika yang tidak tega melihat 2 pemuda yang masih polos berjalan pulang berduaan di tengah malam Entah takut kami di yaranaika ama maho-maho ato takut kami yang mengyaranaika orang lain Kok Cuma aku dan Lumi? Ya, Natsuki menginap di rumah keluarga Kazekawa Selain karena kondisi kakinya yang tidak memungkinkan dia untuk menyetir Nampaknya Rika tahu, ada sesuatu yang harus diselesaikan di antara Shizu dan Natsuki Yaa, sebagai seorang kakak Rika adalah seorang kakak yang sangat baik saat ini, aku duduk di saming pengemudi sedang lumi duduk di kursi penumpang bagian belakang Lumi juga sudah tertidur, nampaknya dia kecapaian Saat aku berpikir, aku merasa penasaran dengan hubungan Shizu dengan Natsuki “Rika” “Hmm? Apa miochin?” “sebenarnya Shizu ama Natsuki itu hubungannya apa sih?” “mantan pacar” “WHATTTT?!!!” “ya ga laah, dasar ngeres” “anuu, lha yang njawab nyeleneh itu siapa ya??” “hahaha, just kidding~” Rika tertawa kecil “Natsuki itu, Sahabat Shizu yang pertama dan terbaik” “ehh??” “kenapa memangnya mio?” “soalnya, tadi waktu balapan, nampaknya mereka saling bersaing, dan terlihat kebencian dari sorot mata Natsuki” “oohh, itu....” “kalo itu sih, sabar aja sampai salah satu dari mereka njelasin, oke?” “jiahh” “hehehehe, ini kan masalah pribadi, jadi harus seijin orang yang baersangkutan oke?” Rika mengedipkan matanya “yayaya~” Yaa, memang sih Kalau sudah begini, kalo aku tetap penasaran dengan cerita apa yang terjadi antara Shizu dan Natsuki Aku harus bertanya pada orangnya sendiri “oya Rika, tadi dirumahmu kok sepi amat?” “ooh, pembantu kami sedang libur semua, sedang orang tuaku bekerja di luar kota” “oooh......” Sunyi kembali, kami semua terdiam Tidak ada yang kami bicarakan lagi sepanjang perjalanan Aku melihat pemandangan diluar jendela Pemandangan kota di malam hari Masi h ramai meskipun sudah dini hari Inilah kota besar, kota yang tak akan mati karena waktu .............................. “Yup, kita sudah sampai” “iya, sekali lagi makasih ya Rik” “no problem, sama-sama juga” Ya, saat ini aku dan Rika sudah sampai di depan Rumahku Lumi? Lumi sih uda dipulangin sebelum Rika nganter aku ke rumah Tadi urutannya rumah lumi dulu, baru rumahku Aku berjalan menuju pintu masuk “Oya mio” “hmm?” Tiba-tiba rika memanggilku “kenapa Rika??” “kalian tadi...habis dikejar sama polisi ya??” “iya....eh, tadi kami kan belum sempat cerita?” “hahaha, aku sih tahu saja” Rika tersenyum Tapi senyumnya tidak seperti biasanya, senyumnya seperti mengandung sebuah kesedihan “yaa, pokoknya hati-hati saja ya?” Dia menutup jendela mobilnya, kemudian menyalakan mesinnya Setelah itu dia pergi meninggalkanku sendirian Aku masuk ke dalam, mengunci pintu, lalu melemparkan diriku ke atas kasur “Rika.....” Ekspresi wajah rika kembali terbayang dalam benakku Tapi rasa kantukku sudah terlalu kuat, aku sudah tak sanggup menahannya lagi Tak lama kemudian, aku terlelap ............................... Chapter 10 “uuughh……” Aku mencari-cari hapeku untuk melihat jam “jam 09.17….” Aku bangun dari tidurku Sambil setengah tertidur, aku menuju kamar mandi untuk mandi pagi Setelah mandi, aku menyiapkan sarapan lalu menyantapnya Setelah itu aku mengambil hapeku lagi, mengecek pesan baru atau semacamnya Aku meng sms Lumi, tetapi pesanku tidak masuk Kayanya sih hapenya mati Kalo ga hapeku yang rusak abis dilempar natsuki kemarin Sambil menghela nafas, aku melihat dompetku Dan akhirnya aku termehek-mehek sendiri aku Cuma bisa menangisi dompetku yang kosong melompong “dasar ortu brengsek, masa mereka kerja di negeri sana, aku yang ditinggal sendirian ditelantarkan sih?” Serasa menjadi anak buangan memang sungguh Tapi aku baru sadar, ada selembar uang 1000 yen yang sudah terlipat-lipat terjatuh dari dompetku “ah, ini kan....” Aku baru ingat, kalo kemarin uang 1000 yen yang diberikan oleh Rika(hasil menang taruhan) masih belum kupakai “Lumayan juga....” aku melihat kalender “Hari ini hari.....minggu, jalan-jalan ke gramed aja deh” Aku segera berganti pakaian, kemudian berdadan rapi sambil berharap ada cewe yang naksir (MIMPI) “Yosh, sudah siap!” Aku melangkahkan kakiku ke garasi, untuk mengambil sepeda pancalku tentunya Sepeda pancal? “lho.....” “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Aku baru inget, sepeda pancalku kan ditinggal kemarin waktu nonton balapan “GOD DAMN IT!!!” Cuma bisa nangis guling-guling di garasi, akirnya aku memutuskan untuk jalan kaki ke gramed “haaah....sial amat.....” ......................... “kalo dipikir.....aku kok melas amat ya??” Aku berjalan di shopping district Masih perjalanan menuju gramed jelasnya Aku melas? Yaiyalah, udalah idup sendirian gara-gara orng tua kerja di luar negeri gatau sebagai apa (Tkw kali ya?) mana ditinggal di sini ga dikasi apa-apa, Cuma rumah ama sepeda pancal, uang saku juga seadanya “apa aku mulai kerja part-time aja ya....” Aku berjalan dan terus berjalan, hingga akhirnya aku sampai di gramed “BAIKLAH!! OTAKU MODE : ON!!” Aku segera masuk dan menyerang bagian komik “Hmm, komik baru komik baru..... AH!! Natsu no arashi!!” “UWOO, TORADORA!!” “OMAYGOD, MERON IM...MAKSUDKU ASOBI NI IKUYO!!” Samar-samar aku mendengar suara-suara orang di sekitarku “Oi oi, anak itu kok kaya orang gila gitu sih?” “eh? Malah kataku dia kaya orang kesurupan lho” “(Jiah!!)” Teganya dikau bilang saya kesurupan Tapi kadang memang tak bisa dipungkiri sih Terus aku ngeliat ada anak kecil nunjuk-nunjuk aku “mama mama, itu kakak kenapa ma kok tereak-tereak sendiri??” “hush, jangan diliat! Nanti kamu kena ayan kaya kakak itu lho!” “a......Ayan...?” Aku Cuma bengong setelah dikatain ayan, ibu tadi langsung nggendong anaknya terus kabur Merasa hina, aku Cuma bisa menyesali nasib “eh? Hoi, kamio~” “eh??” Aku mendengar suara yang familiar Aku melihat ke arah suara itu “Yo!” Berdiri seorang haruka dihadapanku “oh, hai.....” Aku masih lemas “hoi, nape lu??” “gapapa, kesel aja abis dikatain ayan ama orang” “Ayan?? ” Haruka memperhatikanku dengan seksama “yaa, emang sih ada tanda-tanda kalo lu emang seorang Ayan-ers” “jangan sembarangan oi! Terus, Ayan-ers itu bahasa mana lagi?!” “prancis?” “english bego!!” “hahaha, ya terserah deh” “dasar” Aku melihat haruka Dia nampak manis menggunakan baju casual Rambutnya yang lurus sebahu berwarna coklat diurai Yaa, mayan deh pokoknya Berhubung kemarin aku ama dia berantem mulu(meski akirnya baikan lagi), jadi aku ga terlalu peduli dengan penampilannya kemarin Tapi kalo sekarang mah, beda lagi~ “oya Kamio, ngapain kamu disini?” “aku? Sudah jelas lah!! ” Aku menunjukkan barang buruanku dengan pose yang dibuat-buat “mborong komik lah jelasnya” “heeh.....” Dia Cuma respon gitu aja dan dengan cueknya melihat buku yang kuberikan padanya “(jah, ga dipeduliin gua)” “omong-omong haruka” “hmm?” “kamu disini ngapain?” “aku sih Cuma nemenin Shizuna, kan dia pengen beli buku” Haruka menunjuk ke sudut ruangan Disana aku melihat seorang gadis dengan rambut dikepang dan berkacamata Ya, itulah shizuna cupu mode : on Merasa diperhatikan, Shizuna menoleh ke arah kami, lalu ia melambaikan tangannya “Jah” Aku ama haruka langsung pura-pura ga kenal Yaiyalah, malu tau! .................. “jadi, habis ini kalian mau kemana??” Aku memulai pembicaraan “kami sih, mau pergi ke tempat hang-out” Saat ini aku haruka dan Shizu sudah berada di luar Gramed Aku sudah membeli Komikku, dan Shizu dan haruka juga sudah selesai membeli buku mereka Beberapa buku otomotif, ilmu permesinan dan novel cinta “(yaa, mereka cewe sih, maklum aja)” “oya kamio-san, habis ini kamu ada acara ga??” Shizu bertanya “nggak ada kok” “mau ikut ke tempat hang-out kami??” “waaah!!” Kesempatan emas, aku bisa ngeliat tempat hang-out shizuna sekalian kenalan ama anggota tim AngeLs lainnya “eh tunggu dulu Shizu, oi kamio, kamu ada kendaraan ga?” “anu.....” “jangan ngomong kamu jalan kaki ke sini??” “yaa....begitulah., oi apaan tuh pandangan yang jelas-jelas ngehina aku?!” Yaa, tatapan mata Shizu dan Haruka benar-benar menghina diriku yang sudah terhina ini “yaa, kalau begitu lain kali saja ya kamio-san” Shizu menghibur diriku “haaah, Shizu aku ke tempat parkir dulu ya, kamu tunggu disini” “oke Haruka~” Haruka berjalan menuju tempat parkir Aku dan Shizu berdiri berdua di depan gramed “omong-omong Shizu” “hmm? Apa kamio-san?” “Natsuki....gimana?” “ah....” Shizu menatap langit pagi yang cerah ini “Natsuki, sudah pulang ke rumahnya, kakinya juga sudah sembuh.....” “Teruss.... kamu berteman lagi ga sama natsuki?” Aku langsung nanya 2 de point “haa? Kamio-san bilang bullshit macam apa sih?” Aku ampir jantungan shizu yang alim tiba-tiba menjadi kasar “ga mungkinlah kami berteman lagi.....” “eh??” Aku merasa ada yang mengganjal dalam hatiku “(jadi....mereka benar-benar uda musuhan ya.....)” Aku ikut sedih kalau membayangkannya “...soalnya kan....kami sahabat baik dari dulu sampai sekarang” Shizu tersenyum “eh?” Aku juga kaget “Jadi kamu ama Natsuki uda baikan?” “emangnya sejak kapan kami bertengkar?” Shizu kebingungan Aku hanya bisa menarik nafas lega Ternyata, hubungan mereka tidak terpisah “(Benar juga kata rika kemarin)” Akupun merasa senang dengan persahabatan mereka berdua *BRRRRRRRRRRRRRRRRRMM*CKIIIDD* Sebuah kawasaki Ninja Berhenti di depan kami “Ayo Shizu, Kita pulang” “Baiklah Haruka” “e....eh????” “HEEEEEEEEEEEEEEEEEEEH?!!!” Aku Cuma bisa tereak-tereak kaya ngeliat setan sambil nunjuk-nunjuk “apaan sih kamio? Malu tau kamu nunjuk-nunjuk” Pengendara Motor itu membuka kaca pelindung Helmnya Aku bisa melihat matanya Tatapan itu, baju itu.... Tak salah lagi, itu haruka “Yup, aku sudah siap Haruka” Shizu sudah naik di boncengan haruka “Yosh, Pegangan ya shizu?? Kamio, berangkat dulu ya?” “Kamio-san, Bye-bye~” Shizu melambaikan tangannya *GRUONG*GRUOOOOOONG* Kawasaki ninja itu melesat dengan cepat Saat berangkatpun Roda depannya sempat mengangkat Aku Cuma bisa melambai-lambaikan tanganku sambil bengong .............. Kenapa rasanya cewek cewek yang kukenal pada gila dan brutal semua ya? Punya segalanya, pintar berduit tampang juga dapet, sedang aku?? Kepandaian dan ketampanan di bawah SKM (standart kelulusan minimal) Aku sebagai seorang cowok merasa sangat terhina “haah.....susahnya jadi pecundang.....” Yaa, beginilah rasanya menjadi ‘Pecundang dalam hidup’ Sambil menyesali nasib dan hidupku, aku melihat ke hapeku Waktu menunjukkan pukul 12.26 “ohya, ambil sepeda pancal dulu” Aku teringat sepeda pancal yang kutinggal kemarin Aku segera berlari menuju TKP.... ……………………… “Ooh 2 sepeda pancal yang ada disini kemarin?” “iya bu, tau kemana ga?” Akusaat ini sedang berbicara dengan pemilik toko dimana sepedaku dan sepeda lumi kami tinggal “kalo itu sih sudah saya rombeng, lumayan buat nambah-nambah uang” “APAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?!!!!” Sebenarnya pengen banget ngegampar ibu ini Tapi daripada jadi masalah mending diem aja deh “hiks....hikss........sepedaku........” Aku berjalan pulang sambil termehek-mehek..... Gimana ga sedih, toh sepeda kendaraanku satu satunya ilang dirombeng ama orang “AH, BIARLAH!! CEPAT PULANG TERUS BUKA FAKKU AJA!!” “UWOOOOO” aku berlari lurus menuju rumah *TIIIN*TIIIIIN* “HAYAAAAH!!” Aku kaget tiba-tiba ada yang nglakson dari belakang “Hoi Kamio” “oh.... Yuu toh” Yap, itu adalah Yuu Dia dan skyline hitamnya “butuh tumpangan ga?” Dia membukakan pintunya ............................................... “omong-omong, ngapain kamu lari-lari kaya kriminal gitu??” “yaa, masa muda lah, lari kan sehat, ahaha...haha..ha” “alesan” Yuu sedang menyetir Saat ini kami sedang menuju TZ Awalnya sih Yuu Cuma mau sendirian, tapi berhubung dia ketemu aku, aku diajak sekalian Yaa, rejeki ga boleh ditolak lah Aku memperhatikan Yuu Saat ini pakaiannya casual Ga pake jas kaya biasanya “tumben pake baju biasa yuu” “hmm? Iya lah, hari libur gini ngapain juga pake jas, kaya orang kurang kerjaan aja” “hahaha” Ga kusangka juga, Yuu ternyata orangnya cukup kocak ............... “AAHH, GOD DAMN IT!!” “teknikmu masih salah kamio, timingmu abis telat sekarang malah kecepeten” “maaf” Kami sudah berada di TZ Saat ini seperti biasa, aku dan Yuu main Battle gear, dan seperti biasa juga Aku dibante habis-habisan ama Yuu “haah, akhirnya finish” Aku melihat selisih waktuku dengan Yuu “Tapi, Lumayan juga kok skillmu, sudah ada sedikit kemajuan” “haha, trims” Yap, dari selisih 10 detik sekarang selisih kami menjadi 8 detik Kemajuan 2 detik sudah cukup berarti untukku Aku melihat jam, waktu menunjukkan 14.12 Sudah Lumayan lama kami bermain di TZ Oya omong-omong waktu main di TZ ini si yuu yang mbayarin lho Ternyata dia baik hati dan tidak pelit Kalo misal dia suka menolong dan pandai memasak pasti sudah kulamar sekarang juga Tapi kan Yuu uda ada Rika, jadi ya.... “(bullshit, kok gua malah mikir kaya seorang maho gini?!)” “hmm? nape lu ??” “ah, gapapa kok, hahahha” Hampir saja saya terjerumus ke dunia sana, untung saja ga ada Kalo ada gawat deh “omong-omong mio,kamu laper ga? tau tempat makan enak di sekitar sini ga??” “hmm, kalo ga salah ada family restaurant yang enak di deket sini, harganya juga murah kok” “oh, sip deh, ayo berangkat!” “yuk” .......... “Ohya Yuu, kamu bisa jago battle gear itu uda main berapa lama??” “hmm, aku baru main sekitar 2 minggu an deh, Cuma bentar” Oh shit, dikalahkan oleh newbie yang baru main 2 minggu Aku senior yang uda main selama 1 tahun merasa terpuruk Omong-omong, saat ini aku dan yuu berada di dalam family restaurant yang kumaksud tadi Tempatnya cukup besar dan luas, terus nampaknya menunya juga enak-enak Tapi gara-gara fakta mengejutkan tadi, aku jadi ga semangat Aku langsung terduduk lemas “omong-omong kamio, kamu uda pernah nyetir mobil asli?” “hmm? udah pernah sih, tapi Cuma akhir akhir ini aja” Yap, uda perna nyetir mobil asli Mana pas gila-gilaan pula Pas naik civic disuru ngebut ama Rika, dan ngebut setengah mati bareng natsuki naik 350z pas dikejar polisi Benar-benar pengalaman yang GILAAAAAAAAAA “oh iya, kamu kan ngambil sim di tempatnya Rika ya?” “iya” Tiba-tiba terlihat bayangan seseorang di belakang yuu “eh?” Aku sempet kaget “ada apa?” *ZLEP* Mata Yuu tertutup tangan seseorang “dareega~??” Aku melihat ke arah orang itu Ya, tidak lain tidak bukan Si Rika Dia ngasih aku isyarat buat diem Yaa, aku Cuma ngikutin aja deh “Pasti Rika” Yuu menjawab dengan tegas “ping-pong~, ini hadiah buat pemenang” Tiba tiba rika memeluk Yuu dari belakang *PUNI* “WOOOOH” “Ri....RIKAA!! uda kubilang jangan peluk-peluk kan??!” “biariin, lagian Yuu-chan seneng kan kalo aku peluk?” “iya sih....Tapi bukan itu masalahnya, Malu tau, tuh orang-orang pada ngeliatin kita!!” Emang sih, waktu aku ngeliat sekeliling semua pada ngeliatin meja kami “yaah, Yuu-chan ga seru~” Rika langsung cemberut, dia lalu ndusel ndusel tempat duduk Yuu Yuu yang tergusur pun harus mengalah, lalu bergeser. “Yuu.....sialan kau.....” “eh? Kamu ngomong apa kamio?” “gaaa, nothing~” Setelah melihat Yuu yang dipeluk ama Rika(dan meron impornya), entah kenapa jiwa yaranaikaku yang begitu kuat hilang begitu aja “( untunglah ternyata aku masih normal)” “Rika Kamu ngapain disini?!” Yuu langsung nanya “mau makan laah, kan aku juga bisa lapar” Yaa, kau kan manusia mbak Sapipun bisa lapar “oyaa, kalian tadi lagi ngomongin aku ya?? Hayo ngaku~” Rika langsung bicara, moodnya uda balik “oh itu, tadi aku nanya soal pengalaman nyetirnya kamio, aku nanya dia uda perna nyetir mobil asli ato belom” “oooh, gitu tooh” Rika diam saja, dia tidak melanjutkan pembicaraan Nampaknya dia tidak mau membahas soal pengalamanku menyetir yang satunya Aku jadi teringat kemarin malam, saat Rika mengantarku Senyum Rika yang menyimpan kesedihan itu..... “(yaaa, lagian kaya gitu ngapain diceritain??)” “omong-omong kok daritadi pelayannya ga dateng-dateng sih?” Aku mencoba mengubah suasana Tapi memang benar, daritadi kami disini tak ada satupun pelayan yang datang Memang, melihat situasi saat ini, rumah makan ini cukup ramai Tapi ga sampe ada pelanggan yang terlantar kaya kami kan? “hmm? benar juga” Yuu juga ikut berkomentar “hahaa....kayanya aku tahu deh kenapa kok pelayannya ga dateng-dateng” Terlihat senyum iseng di wajah Rika Dia berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan Aku dan Yuu hanya bisa bertatap pandang sambil kebingungan “Naah, ini dia kubawakan pelayan kita” Aku dan Yuu melihat bersamaan Yuu Nampak biasa saja Aku yang terkaget kaget “a…anu, ……….se….selamat datang…..” “haaaa……….” Aku bengong melihatnya Rika yang melihat ekspresiku tertawa kecil “Bagaimana? Natsuki-chan di baju pelayan manis kan?? hehehe” CHAPTER 11 “Ri…Rika-san apaan sih?” Natsuki tampak malu-malu “ne ne, miochin, si natsuki cakep gaa?” Rika mengedipkan matanya padaku “(ah iya, kalo mengingat sifat si natsuki…..)” “Ah, iya Rika! Natsuki mah, cuuuantik buanget!” ![]() Aku mengacungkan jempolku “a.....aaaaa.........” Mukanya merah padam “APAAAN SIIIIH?!!!” *BHUAGHH* “HOEEEK” Aku kena tonjok “o...oi kamio, kamu gapapa?” Yuu bingung ngeliat aku yang ndadak ditonjok “uuhkk....its okay, daijobu” Aku mengacungkan jempolku sekali lagi “ah....!” Natsuki nampaknya menyadari sesuatu “anuu, pelanggan terhormat, kalian mau pesan apa?” Natsuki langsung bersikap sopan “hmm?” Aku dan rika kaget dengan peruahan sikapnya yang mendadak Aku melihat ke kasir, nampak seorang pria paruh baya menggunakan tuxedo menatap tajam ke arah Natsuki, kayanya sih itu manager tempat ini “oooh....” Aku dan Rika yang sudah mengetahui situasi, langsung duduk dengan tenang “ehhmm, aku pesan paket set A saja, ah jangan lupa sama kopi panas” Yuu langsung memesan pertama kali “kalo gitu aku juga sama dengan Yuu-chaan~” Rika memeluk lengan Yuu “eeeh?” Yuu nampak panik Aku Cuma bisa melihat dengan iri Apalagi dengan meron impor yang boing-boing itu “Yuu.... kalo suatu saat lu mati karena gua, jangan dendam ya.....” “hmm?? kamu bilang apa barusan??” “Gapapa kook, ga pa pa~” “baiklah 2 paket set A dan 2 kopi panas, kamu pesan apa Kamio-san??” “aku?? Hmm.......” Aku memandang menu di tanganku dengan seksama “sudah kuputuskan aku......” Aku menutup buku menu, lalu mengambil tangan Natsuki “Aku ingin Cintamu!” *THUAK* “adow!” “aku serius tau!” Natsuki yang tersipu memandangiku sambil lirik lirik ke arah managernya “ahahah, gomen-gomen, hmm.... aku pesan Paket B dan Lemon Tea aja ya” “baiklah, tunggu sebentar ya” Natsuki lalu pergi menuju dapur Aku berpikir “(Kenapa kok natsuki ga malu atau kaget mendengar pernyataan cinta(cintaan) ku)” “(kalau dipikir, tsundere tidak akan jatuh pada Rayuan yang semacam itu)” “(Tidak, meskipun begitu paling tidak reaksi yang dikeluarkan pasti lebih heboh atau semacamnya, ya kan, ya kan?)” “(kurasa tidak begitu, dia dalam keadaan terdesak, dalam kasus ini dia sedang diawasi oleh atasannya, jadi tidak mungkin reaksi yang dia tunjukkan seheboh yang kita inginkan)” “(oooh, kalo begitu diresmikan.....)” “Natsuki tetaplah ‘Tsundere’!” “Oi oii, kamio saan??” “Anuu, kamio-sama , kamu ngomong apa sih?” Yuu dan Rika menatapku dengan pandangan melihat makluk aneh “Ah shimatta, nampaknya aku masuk dalam duniaku lagi” Aku masang pose orang keren “sumpah aku ga ngerti kamu ngomong apa” Rika Cuma bisa garuk-garuk kepala Sedang yuu cuek saja sambil ngeliatin i-phone nya I - phone kk, i-phone yaa, aku sih maklum aja soalnya kan Yuu itu orang berduit.... tapi omong-omong soal duit “(oya, si natsuki kok kerja disini??)” aku baru aja kepikiran “Yak, silahkan” Tiba-tiba orang yang lagi kupikirin dateng Natsuki membawa semua pesanan Lalu ia menatanya di meja kami “hohooo, makasih makasih” “ya, sama-sama, selamat menikmati” “eh tunggu dulu natsuki” “eh? Ada apa kamio-san??” “ngga, Cuma mau nanya aja, kamu kok kerja disini??” “oooh, itu... yaa, buat ngebantu orang tua aja, lagian kan biaya kuliah ga sedikit, jadi ya aku pingin ngebantu mereka sebisa mungkin” “oooh.....” “ah, ada pelanggan lain, sudah dulu ya” Natsuki segera berlari Dan satu sisi dari natsuki telah kudapatkan Sekarang aku lebih mengenal dia “yuk, kita mulai makan” “ah iya” Setelah diingatkan Rika, kami bertiga langsung menepukkan tangan di depan dada “Itadakimasuu~” Setelah itu kami menyantap makanan masing-masing Yuu :“hmm, emang bener katamu kamio, rasanya lumayan juga” Rika : “iyaaa, rasanya maknyuuss~” Mio : “ternyata gosip yang beredar itu bener toh, ga nyesel aku makan disini~” Kami bertiga makan dengan lahap, tiba-tiba terdengar suara gaduh Kami reflek langsung melihat ke arah suara itu Terlihat natsuki dikelilingi oleh 2 orang lelaki “hei ceweek, kamu cakep juga ya??” “humph” natsuki berusaha nyuekin mereka, tapi tangannya digenggam oleh salah satu dari kedua laki laki itu “oi oi, nyuekin pelanggan itu ga baik loo, kami pelanggan lhooo~” “wah wah, natsuki kayanya lagi kena masalah tuh” Rika komen dengan santenya “ya, tiap ada kamu pasti ada masalah Rik” Aku Cuma menghela nafas Yaa, mengingat pertama kali aku dan Rika kenalan, dulu kan juga gara-gara dia terlibat masalah sama seekor cowok bajingan Dan kali ini terulang lagi “jangan-jangan kamu itu pembawa kegaduhan ya rik?” aku bertanya “idiiih, enak aja!” “LEPASIN!” “oit, galak amat neng, hahaha” Suasana nampak makin panas Tapi tidak ada yang berusaha menolong Natsuki “Cih,” Aku melihat mata Yuu, nampaknya dia tidak suka jam makannya terganggu oleh kegaduhan “Yuu, ayo kita beresin” Aku berdiri dari tempat dudukku “Baiklaah.....” Yuu juga berdiri mengikutiku Kami berjalan menuju kedua cowok itu “Yoo Bro!!” Aku segera melepaskan tangan Natsuki dari tangan kedua bajingan ini Kemudian menariknya Natsuki langsung bersembunyi di balik punggungku “HEH?! APAAN LO?!!” Kedua laki laki itu nampak tidak senang dengan kehadiranku Aku segera menatap mereka dengan tajam “sory ya, tapi jujur aja gua dan temen gua ga seneng lu bikin ribut disini” “haah” “ Mana temen lu?!!” “Ada perlu apa dengan saya??” Yuu tiba-tiba muncul, di belakangku, dengan tatapan garang tentunya Yuu yang biasanya sudah cool, sekarang serius malah wajahnya kaya assasin kelas atas, tatapannya yang tajam bagai menyayat kedua lawannya yang ketakutan “anuu.......” .................................... “DASAR BAJIINGAAAN!!” “LEBIH BAIK KALIAN MENGINGAT INII!!!” “FUCK OFF, YOU SUCKEERR!!!” “oi mio, udah oi” “ah, ahaha, sori sori” Aku dan Yuu berhasil mengusir kedua begundal itu begitu saja Kedua sampah itu kabur begitu aja setelah melihat Yuu yang tampangnya serem Dan akhirnya mereka memutuskan untuk kabur daripada harus urusan dengan kami “yuk, kita lanjutin makan” “roger that” Kami menuju ke meja kami lagi, tetapi kami dihadang oleh natsuki “hmm? ada apa Natsuki??” “anuu, Manager mau bicara sedikit dengan kalian” Dia melirik-lirik ke arah manager yang sedang berdiri di bagian kasir “waduuh.....” Aku dan yuu bertatapan lalu Cuma bisa menghela nafas menerima nasib ................................ “TERIMA KASIH BANYAK!!” “ahh, iya sama-sama” Aku dan Yuu sempet kaget juga Ternyata si manager bukannya mau marahin kami, tapi malah berterima kasih pada kami Bahkan dia sampai membungkukkan badannya “kami juga minta maaf sebelumnya, sudah membuat kegaduhan” Yuu meminta maaf dengan sopan Disinilah jiwa businessmannya keluar “ahh, tida tidak, saya yang harus meminta maaf, sampai membuat pelanggan seperti anda berdua menghadapi masalah seperti ini.” “ah tidak apa-apa, staff yang diserang tadi itu teman kami, jadi sudah sepantasnya kan kami menolong teman sendiri??” Aku juga ikut bicara “teman???” “iya, teman” “oooh.....” Manager itu tersenyum Meski hanya sekilas, tapi aku bisa melihatnya “ohya, jika sudah tidak ada yang dibicarakan kami mau kembali dulu, teman kami yang lainnya sedang menunggu kami” “Oh, silahkan-silahkan, sekali lagi terima kasih” “iya, sama-sama” Aku dan Yuu keluar dari ruang manager “haaah....kirain kita bakal dimarahin” “yaa, untungnya nggak kan? Ayo deh, kasian Rika nungguin kita” “ocee~” Kami berjalan menuju meja kami Rika sudah menunggu dengan tak sabar “hei, gimana??” Belum sempat kami duduk, Rika sudah bertanya dengan antusias “yaa, ga bagaimana-bagaimana, si manager Cuma mau berterima kasih kok” Aku menjawab pertanyaan Rik, lalu bersiap menyantap makananku lagi “ooh, benarkah itu yuu?” “nyym, nyym....hmm? ah iya benar kok, tidak ada apa-apa lagi” “ooh, baguslah” Aku menyantap makananku dengan lahap Sementara Rika yang sudah selesai makan dari tadi, berbincang-bincang dengan Yuu “(lagi lagi aku ngerasa kaya racun Tikus, lama lama ngerasa kaya Keong racun deh aku)” “anuu, permisi” Aku melihat ke arah suara itu Natsuki “Hmm? ahha apha hahuki??” “anuu, kamio-san kamu ngomong apa sih??” “GLEK!!” aku menelan makanan yang berada di dalam mulutku “ada apa natsuki?” Aku melihat dia sudah memakai baju casual, tidak memakai seragam pelayan seperti tadi lagi “anuu, kamio-san, Yuu-san, terima kasih ya sudah nolong aku tadi...” “ah iya sama-sama” “yup, sama-sama” Aku dan Yuu menjawab hampir bersamaan “anuu...satu lagi, aku boleh join ga??” “ooh, hihahan hahaa” “Yuu-chan, kamu kok ikutan bego kaya MioCHin sih?” *JLEBB* “Ahh!!!” Dan my man pure heart tertancap oleh perkataan Rika barusan “huhuhuhu....” “silahkan Saja, omong-omong kamio, ngapain kamu nangis??” Yuu berbicara sesudah meneguk kopinya “gapapa kok, sedih aja” “aneeh....” ”omong-omong natsuki, jam kerjamu sudah habis??” Aku mengalihkan pembicaraan “ah, iya... sebenarnya aku mau pulang, tapi berhubung ada kalian jdi sekalian kutemani saja, hehe.....” “yaa, makin ramai makin asyik ya kan yuu-chan??” “yap, seperti yang dikatakan Rika” Kami tertawa bersama .................... “oya Natsuki, Mobilmu gimana??” Saat Yuu sudah asyik dengan Rika, daripada dikacangi mending aku ngajak ngobrol Natsuki “ooh, mobilku.....” “hmm? kenapa mobilmu??” “mobilku sudah diambil oleh T.W.G” “eeh?” Aku kaget “ Tapi, bukannya itu mobilmu??” “sebenarnya sih bukan, kamio-san, itu adalah mobil milik klub, jadi sebetulnya aku hanya dipinjami mobil itu....” “oooh.....” Aku bisa merasakan kesedihan terpancar di mata Natsuki Yaiyalah, benda berharga untuknya, setelah akhirnya bisa dia dapatkan lagi, tapi pada akhirnya Benda itu dirampas lagi dari tangannya “Tapii..... Terima kasih ya kamio-san....” “eh? Buat apa??” “kalau saja misalnya Kamio-san tidak mengembalikan Mobil itu kemarin.....entah gimana nasibku....” “(oh iya...... kan kemarin Natsuki kalah Pink-Slip.....)” “memangnya kalau kau tidak bisa mengembalikan mobil itu.... apa yang terjadi???” “mungkin Rumahku atau hartaku yang lainnya akan dijual, kalau nggak.....” “.....aku..... yang akan dijual.......” “Astaga......” Aku Cuma bisa ngelus dada, tapi aku baru sadar Memang seperti itulah dunia balapan liar Untuk mendapatkan mobil dan modal untuk balapan tidaklah mudah, semuanya membutuhkan uang yang sangat banyak Memang untuk orang yang pada dasarnya bermodal banyak seperti shizu, bisa menganggap itu semua bukan masalah Tapi untuk seseorang yang ekonominya pas pasan seperti Natsuki...... Banyak cara yang digunakan pembalap liar diluar sana untuk mendapatkan uang Mencuri, merampok menipu, bahkan membunuh mereka halalkan selama mereka bisa mendapat apa yang mereka mau Belum lagi jika mereka berurusan dengan polisi Ini bisa jadi urusan hidup dan mati, baik di saat balapan ataupun diluarnya “karena itulah..... aku....aku......” Natsuki mulai menitikkan air mata “ah, Natsuki....” Aku bingung juga, sudah membuat natsuki menangis *GROOOOONG*GROOOOOOONG* Tiba-tiba terdengar suara gaduh dari luar “what de hell!!” Aku langsung melihat keluar jendela Terlihat sekitar 9- 10 mobil berada di luar restaurant ini “nampaknya ini bakal jadi masalah deh Yuu” “nampaknya demikian Mio” Sekelompok laki-laki gajelas yang membawa senjata macam pentungan, rantai sepeda ato samting like that berkerumun di depan restaurant ini Jumlah mereka ada sekitar 30 orang lah “OI KEPARAT DAN BOCAH BRENGSEEEK, KELUAR KALIAN!!!” Yaa, dari makian itu sudah jelas kalau mereka sedang mencari kami Saat aku memperhatikan dengan seksama, terlihat 2 begundal yang tadi aku dan Yuu Usir “cih, 2 orang itu....” “ayo kita keluar, kamio” Yuu berdiri lalu berjalan keluar “Yup, ayo kita selseaikan ini” “hati hati, miochin, Yuu-chan” Rika melepas kepergian kami dengan senyum “kamio-san!!” Sedang natsuki seperti berusaha menghentikan kami “tenang saja natsuki, ini adalah urusan lelaki.... Biarkan aku yang mengurusnya” “.....” Natsuki Cuma bisa melihat kepergianku tanpa bisa berbuat banyak Aku dan yuu sudah mencapai pintu keluar “kamio, kau siap??” “kapan saja!” Kami membuka pintu, lalu melangkah Untuk menghadapi Para bajingan ini CHAPTER 12 Aku dan Yuu keluar dari restaurant untuk menghadapi berandal yang mencari kami “Hei, jangan buat keramaian disini” Yuu angkat bicara “HAAAAH, APA KATAMU?!!” Seorang dari mereka yang memiliki postur tubuh paling besar dan berkepala botak menjawab dengan kasar Nampaknya dia leader dari kelompok ini “Aniki, Itu mereka yang tadi ngusir aku!” Saat aku melihat Ke asal suara itu, benar ternyata itu adalah salah satu dari 2 orang yang kuusir tadi “Oooh, Jadi kalian Berdua yang mengusir Adikku ini haah?! LANCANG SEKALI KALIAN!!” “hei, mereka yang membuat masalah terlebih dahulu, kalian itu yang harusnya tahu diri!” Aku yang udah ga tahan angkat bicara “APAAAA?!!!” Pemimpin gerombolan itu nampaknya naik pitam Anak buanya juga nampaknya sudah siap untuk bertarung Wajah yuu berubah serius lagi Akupun tak kalah serius, karena bisa gawat kalau aku lagi mbambong tau tau berantem beneran Jadi karung pasir ntar aku “hoi hoi, tenang dulu botak” Terdengar suara yang familiar dari belakang Itu Rika Dia berjalan keluar dari pintu resto “APA?!! DASAR KAU CEWEK JALANG!!” “cih” Yuu nampaknya tidak suka Rika disebut cewek jalang “Daripada kalian Bertarung disini, sudah jelas kalian lebih unggul, bagaimana kalau kalian berkompetisi dengan cara lain saja?” “HAAAAH?? Kenapa lo pelacur?? Takut kalah?!” Seorang dari 2 cunguk yang kami usir tadi angkat bicara “nggak juga, Cuma ngeliat kalian datang ngajak tawuran 2 orang tanpa senjata, itu kelakuan bencong tau ga sih, BEN-CHONG!!” “JADI APA MAUMU HAA?!!” Leader tim itu berteriak Tampaknya dia termakan hasutan Rika Rika yang berhasil memanas-manasi suasana tersenyum, kemudian dia menunjuk ke arah mobil-mobil berandalan itu “Kalian Punya Mobil kan?!” “terus apa haah?” Aku dan Yuu Cuma diam saja, sedang Rika yang menegosiasikan semuanya “Kenapa kalian ga coba balapan saja? Yang lebih jago adalah pemenangnya, Gimana??” “ha....haha.....” “HUAHAHAHAHAHAHAHAHA” Entah kesurupan atau apa, leader botak itu tertawa terbahak-bahak “Baiklah kalau itu mau kalian..... Jadi, siapa yang akan menjadi lawanku haah?? Kaukah itu nona????” “oooh, tentu saja, kenapa? Kalian takut kalah dari 2 orang cowok disini sehingga kalian lebih memilih melawan aku yang cewek ini? menjijikkan” “Apaa Katamuuuu??!!!!” Merasa dirinya dipermalukan lagi oleh rika, Si ketua akhirnya mengamuk dan menunjuk aku dan Yuu “BAIKLAH!! AKU AKAN MELAWAN KALIAN BERDUA!!!” “Baiklah” “Dengan senang hati!” Aku dan Yuu menjawab dengan tenang “CIH, KUTUNGGU KALIAN BERDUA DI PUNCAK!!! Kalau kalian tidak datang, RESTAURANT INI AKAN KAMI BAKAR!!” “Siapa takut, sana hush Hush!!” Aku mengusir-usir mereka *DRRRRRM*DRRRRRRRRRRRRRMM* GRUOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOONG* Mereka sudah pergi dari Tempat ini Dan satu masalah berhasil dihindari Tapi.... “Wait a second, ini artinya aku yang balapan kan?” “hmm? iya kan mio? Toh kamu sendiri yang menerima tantangan mereka?” Yuu nampak bingung melihat perubahan sikapku yang mendadak ini, dari yang tadinya penuh percaya diri dan sekarang malah kebingungan sendiri “GOD DAMN IT!!” “Lha Gimana ini??? Aku kaan ga punya mobiiil??!!!!” Aku bingung-bingung sendiri sekarang, ya gini ini deh kalo aku nerima tantangan tanpa pikir panjang “minna!” Natsuki yang daritadi berada di dalam Resto berlari keluar “anuu....kamio-san kenapa itu??” “ah, nggapapa kok, dia Cuma lagi ayan aja” Rika ngejawab seenaknya Ya, aku emang lagi meringkuk di tanah gara-gara bingung, gimana cara aku balapan nanti? “tapi, Bagaimana cara kalian mengusir orang-orang tadi??” “sebenarnya kami Tidak mengusirnya, tapi balik menantang mereka” Yuu berbicara “jangan jangan kalian.....” “Yap, nantang balapan!” Rika berkata “jadi, siapa yang akan balapan nantinya? Rika-san dan yuu-san??” “tet tooot, yang benar MioChin dan yuuchan” Rika berkata seperti itu sambil memeluk lengan Yuu “o...oi Rika!!” Yuu nampak panik lagi “Tapi kan Kamio-san Tidak punya mobil..... bagaimana ini?” “oooh kalo itu tenang saja” Rika mengeluarkan Kunci dari dalam sakunya “Aku yang akan meminjami dia mobil “BENARKAH?!!” Mendengar kata kata ‘meminjami’ aku langsung bangkit dari kubur “yap, ini kuncinya” Rika melempar kuncinya ke arahku “Hap!! Trims, omong-omong mobil yang mana nih?!” “oke, hint no.1 Warnanya silver!!” “UWOOOOGH!!!!” Aku langsung berlari menuju tempat parkir Yap, warna silver adalah warna carreranya Aku sudah tidak sabar lagi pengen nyoba carrera Mobil import gitu loh “anuu rika, gapapa tuh Kamioyang ikut balapan?” “tenang aja Yuu-chan. Aku percaya kok sama skillnya MioChin, ya ga Natsuki chi??” “iya, aku percaya sama kamio san.....” .................................................. . ”sialan Tuh Rika, ini mah pembodohan masyarakat” ”anuu......yang sabar Kamio-san, yang penting kan dipinjami.....” “Iya sih.....” “Lagian kan Rika-san juga ga boong, kan dia bilang warna silver, bener kan??” “Iyaa......”s Aku Cuma bisa menghela nafas Saat ini aku menyetir dan Natsuki duduk di kursi penumpang Honda Civic Milik Rika Kok civic? Mana carreranya?? “(aku lupa kalo civicnya Rika warnanya juga silver)” Yaa, aku kena tipu ama Rika Saat ini kami sedang perjalanan menuju puncak Aku dan natsuki naik civic dibelakang skyline yang dikendarai yuu dan Rika “Tapi Kamio-san, apa kau yakin bisa memenangkan pertandingan ini??” “yaa….berdoa sajalah” “eh, kamio-san kok malah mengkhawatirkan sih??” “hahaha......” Aku menghela nafas “yaa, percayain semuanya sama aku aja deh” “...... baiklah......” ........................... Tak lama kemudian Kami sampai di rest point di kaki gunung Terlihat mobil para berandalan itu Mobil mereka berbaris berjejer-jejer dengan rapi *GROOOOOANG*GROOOOOOANG* Skyline milik Yuu yang berada di depan berhenti Lalu kulihat Yuu dan Rika keluar dari mobil “Kamio-san, ayo” “Yup” Aku dan Natsuki berhenti di belakang skilyne milik yuu Lalu keluar dari mobil kami Kulihat gerombolan itu sudah menanti kami “Akhirnya kalian datang kukira kalian kabur terbirit birit seperti banci, HUAHAHAHAHA” Gerombolan itu tertawa terbahak-bahak Tetapi Yuu tetap tenang “sudah cukup basa-basinya?” Semuany berhenti tertawa dan melihat Yuu dengan tatapan tatapan yang nggak ngenakin “Untuk pertandingan kali ini, Kita balapan dari sini(rest point bawah) sampai rest point di atas” “Gitu aja? Gampaaaang” Mereka tertawa Nampaknya mereka menggunakan cara licik “oya satu lagi” Rika menyela omongan “yang bertanding hanya 4 mobil, 2 dari kami, 2 dari kamu, 2 mobil berangkat dulu lalu disusul dengan 2 mobil lainnya, bagaimana botak??” “HAAAAAAAAAH????” Si botak nampak tidak suka dengan usul Rika “lhoo? Kenapa kamu Botak? Kamu ga kepikiran buat ngerahin semua mobilmu Cuma buat ngelawan 2 mobil kan botaak??” “BAHH!!! OKELAH, GUA TURUTIN MAU LO SEMUA!!!” Si botak nampak tidak sabar lagi “Oke kalo gitu, mobil pertama berangkat lalu disusul mobil kedua dengan jarak waktu 10 detik, oke?” “Oke.....Tapi ingat.....” “KALO LO KALAH, MOBIL LO JADI PUNYA GUA!!” “heh???” Gantian aku yang kaget “Boleh aja, tapi kalu kami yang menang, jangan berani-berani kalian semua nunjuukin muka kalian disini!” Rika menerima tantangan itu “Cih! DASAR BELAGU! OI KAMU!!” “eh? Apa Aniki??” Si Botak nunjuk ke salah satu cunguk yang pertama aku dan Yuu usir “SIAPIN MOBIL LO, LO YANG BAKAL MAJU BALAPAN!!” “eh, sa....saya boss?!” “IYE KENAPE?!!!” “E...ENGAK KOK!! SAYA AKAN BERSIAP!” “UDA CEPETAN!!!” “OKE!!!” Pihak musuh sudah bersiap “Naah, kau sudah dengar Peraturannya kan miochin??” “iya, sudah kudengar dan kulupakan” *DHUAK* “adaw!!” “ini ditanyain serius juga.....” Entah kenapa kok wajah rika menjadi seram “aduh....maaf maaf, inget kok inget kok” “kukasih tahu ya, jalan di gunung sama jalan di kota itu beda jauh” “eh? Apa bedanya??” “jalan di kota itu mulus bukan??” Yuu angkat bicara “kalau di pegunungan seperti ini, kamu harus berhati-hati, karena terkadang ada jalan rusak” “ooh, tapi itu bisa dihindari kan??” “kalau kamu jago, iya, kalo tidak ya tidak” “eeh??” Aku kaget, yuu mendadak ngomongnya jadi tega kaya gini “inget ya kamio, satu kesalahan kecil saja dan kamu akan berakhir jadi hantu penunggu di puncak, mengerti?” “ah...o....ok yuu-sama!!” “baguslah” Yuu lalu menuju mobilnya “aduh aduh, Yuu-chan lagi bad mood rupanya” Rika yang omongannya dipotong tadi kembali berbicara “pokoknya intinya hati-hati saja ya miochin? Okeoke?” “ah, baiklah” “Tapi ingaat......” Rika mendekat, lalu ia membisikkan sesuatu “Kalau kau sampai kalah, Kau harus jadi piaraanku untuk mengganti mobilku.....mengerti?” “hiiiiii!!!” “mengerti kan miochin??” “i....IYAA!!” “baguslah, ganbatte ya!! Fight!!” Rika melambaikan tangannya, ia lalu berlari menuju skyline milik Yuu dan masuk ke kursi penumpangnya “mampus gua......” “Anuu....kamio-san??” Natsuki yang menghilang daritadi tiba-tiba berdiri di sampingku “kamio-san, tadi Yuu-san dan Rika-san ngomong apa sih??” “uda..... bukan apa-apa kok.....” “oooh.....” *BRRRRRM*GROOOOOOONG* Nampak 2 mobil berwarna merah yang keluar dari barisan mobil para berandal itu Sebuah mitsubishi lancer evolution VI ![]() ![]() , dan sebuah toyota celica ss-I ![]() ![]() Sekilas aku melihat si botak menaiki lancer evo itu, sedang cunguk resek yang kuusir menaiki toyota celica *BRRRM*BRRRRMMMMMMMM* Skyline milik Yuu menyala lalu melaju menuju garis start yang sudah ditentukan Lan Evo (lancer evolution) milik botak melaju dan berhenti tepat disamping skyline Yuu “Kamio-san, ayo” “Ah, Baiklah” Aku dan Natsuki berjalan menuju civic milik Rika “Natsuki....” “apa?” “gantiin aku nyetir dong” “Heeeeh???” “ayolaaah, aku ga percaya diri niih.....” Aku melas melas ama natsuki “ya kalau kamio-san mau kita nabrak gara-gara aku telat ngerem sih gapapa” Natsuki menunjuk kakinya Yap, kakinya yang kemarin terkilir itu “Ukkh......” Nampaknya sih memang belum sembuh, soalnya meski tak terlihat, tetapi kalau diperhatikan jalan natsuki sedikit terpincang-pincang “Sudahlah Kamio-san....” Natsuki menatap mataku “Aku percaya kok sama kamio-san...” “natsuki.....” “Ayo, kiamio-san” Natsuki masuk ke dalam civic itu duluan “Haah.....apa boleh buat lah....” Aku membuka pintu pengemudi, lalu duduk di bangkunya Aku menancapkan Kunci lalu sembari komat kamit dalam hati, supaya ga mati nyemplung masuk jurang Aku menyalakan mesin civic ini *DRRRRRRMMM*DRRRRRM* Suaranya halus Tidak sekasar 350z milik Natsuki kemarin, tetapi juga tidak sehalus suara R34 milik Yuu Mobil ini memiliki karakteristik tersendiri Setelah mendengar suara mesin mobil ini Keraguanku menjadi hilang “(Baiklah....AKU PASTI BISA!!)” Aku menginjak kopling lalu memasukkan gigi ke posisi gear 1 *CKLAK*BRMMMMMM* Civic ini melaju perlahan, setelah berada tepat di belakang mobil Yuu, aku meghentikan mobilku dalam keadaan mesin tetap menyala Tak lama kemudian, celica berwarna merah itu berhenti tepat disampingku Sekilas aku bertatap mata dengan pengendara celica itu, tapi aku segera membuang pandanganku Melihat matanya saja akupun tak sudi *BRRRM*BRRRRRRMMM* Semua mobil sudah siap Tapi menurut peraturan, 2 mobil pertama (mobil yuu dan mobil botak) berangkat duluan, lalu dalam jeda waktu 10 detik mobil yang tersisa (mobil ku dan mobil cunguk keparat itu) baru berangkat Denga kata lain, ini adalah pertandingan tim Dan tim yang mencapai finish duluan, itulah pemenangnya (catatan = jika urutannya yuu, botak, aku, terakhir cunguk berarti tim ku yang menang Dan tim lawan yang kalah, sedang jika urutannya yuu, botak, cunguk baru aku, artinya tim lawan yang menang) Pokoknya seperti itulah peraturannya “Baiklah......” Aku bersiap-siap Pandanganku kukonsentrasikan melihat arah depan Seorang dari kelompok berandal itu berdiri di tengah jalan sebagai pemberi aba-aba(starters) “3” “2” “1” “GO!!” *CKIIIIIDDDDDD*BRRRRRRRRRRRMMMMMMM* Kedua mobil didepanku melesat dengan cepat Suara ban yang berdecit mulai terdengar menjauh dari kami “Kamio-san, setelah ini giliran kita” “ya” Aku berkonsentrasi Starters memberikan aba-aba lagi “10” “9” “8” “7” “6” “5” *CKIIIIIDDDD*BRRRRRRRRRRRRRRRMMMMM* “EEH??!!” Aku dan natsuki menoleh kesamping Celica yang berada disampingku melaju terlebih dahulu Dia sudah berada jauh didepan kami “FUCKING SHIT!!” CHAPTER 13 “Sabar Kamio-san, kita tetap ikuti aturannya” “4” “Tapi....” “Sudahlah kamio-san”a “3” “Aku yakin kamu yang menang” “Cih, baiklah” “2” “1” “ZERO!!!” Sontak aku menginjak pedal gasku “GOOOOOOOOOOOOOO!!” *BRRRM*CKIIIDDDDD*BRRRRRMMMMMMMMM* Civic ini melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan Garis start Tetapi jarak kami dengan cunguk itu sudah cukup jauh “Sialan, mereka mengambil cara curang rupanya” “Sudalah Kamio-san” Di depanku terlihat sebuah tikungan ke kanan Mengingat civic adalah mobil dengan tipe ff (front machine, front rotate) Adalah tipe mobil yang bertenaga kecil tetapi mudah dikendalikan, aku menginjak rem lalu memutar setir ke kanan Setelah moncong mobil mulai berbelok, aku menginjak gas lagi *DRRRRRRMMM* “wooho” Sebuah tikungan kulalui dengan sukses Tetapi aku termakan tipuan Kukira tikunga n tadi adalah tikungan tajam Saat aku terlanjur mengurangi kecepatan, ternyata tikungan yang kulalui adalah sebuah tikungan biasa Detik yang berhargapun terbuang percuma sedangkan tikungan-tikungan lainnya menantiku di jalan pegunungan ini “Siaal... mana aku ga hafal daerah sini pula” Ya, jika kita tidak hapal dengan medan balapan kita, kita tidak tahu tindakan apa yang harus kita lakukan “tenang saja kamio-san, untuk itulah aku duduk disini” Natsuki berbicara “ikuti saja instruksiku, oke?” “lho? Memangnya kamu hapal daerah ini?” “Ya, dulu aku sering latihan disini menggunakan 350zku” “ooh.....” Aku jadi ngerasa ga enak udah ngingetin natsuki hal yang ga enak But show must go on “Baiklah.....” Aku mempercayakan semuanya pada Natsuki “Di depan easy turn ke kiri” “baiklah!” Aku mengurangi kecepatan seperlunya, lalu memutar setirku dengan penuh perhitungan “Yosh” kali ini aku bisa berbelok dalam kecepatan tinggi waktu yang diperlukan untuk melewati tikungan pun berkurang “BAGUS NATSUKI, LANJUTKAN!” “Yap!” ……………………………. Separuh jalan sudah kami lewati tanpa kesalahan Navigasi dari natsuki sangat membantu,sehingga waktu yang terbuang tadi bisa kami dapatkan lagi “Kamio-san, coba lihat di depan!” Aku meihat ke depan Tak jauh dari kami, sebuah bayangan berwarna merah terlihat “Bagus! Kita sudah makin dekat dengan cunguk itu!!” Ya, bayangan lampu belakang mobil cunguk itu sudah bisa terlihat “stay cool kamio-san, tidak usah terburu-buru” “Aku tahu!” “easy right medium left kamio-san!” “YOSH” Aku menginjak rem dan menurunkan gearku Aku berusaha menghemat wajtu dengan tidak mengurangi kecepatan secara berlebihan Yang kulakukan adalah in-out-in *CKID*CKIIDD* Palang pengaman terlihat di depan kami Tetapi aku percaya pada navigasi natsuki, dan juga pada skillku “(Sekarang!)” *TAP* *NGOOOOOONG* Aku menginjak gas tepat pada waktunya Kami berhasl melewati tikungan tadi Jarak mobil kami dengan celica merah itu makin dekat “YOSH!!” Civic kami makinmendekat da mendekat Tanpa disadari, kami sudah berada tepat di belakang celica itu Tapi Entah kenapa laju celica itu menjadi tidak stabil “kenapa tuh celica??” “mungkin dia panik, kamio-san” “oh, i see” Yap, jika kita men tail-gate (mengekor), musuh lebih mudah panik dan lebih memungkinkan untuk membuat kesalahan Seperti yang kulakukan saat ini Saat ini aku terus menempel dekat dengan celica di depanku Kesalahan yang ia buat makin besar “(baiklah, sekarang saatnya aku menyalip dia)” “kamio-san, di depan medium right” Aku sudah mengambil ancang-ancang “Tunggu dulu kamio-san! kita tunggu sampai musuh membuat kesalahan” “ah?” Aku mengurungkan niatku untuk menyalipnya “Baiklah.......” *CKIIIDDDD* Celica didepan membuat kesalahan fatal, yaitu telat menginjak rem Sisi dalam jalan terbuka lebar seolah mengundangku untuk melewatinya “SEKARANG!!” *TAP* Aku menginjak gas sedalam mungkin *GROOOOOOOOOONG* Kami berhasil melewati celica itu Keadaan kini berbalik “YOSHAAA!!!!” “Pertahankan Kamio-san!!” “Baiklah!!” Tiba-Tiba terlihat cahaya terang dari depan kami “ukhh!!” Cahaya itu menyilaukan mata kami “Kamio-san!! Kanan!! Ambil lajur kanan!!” “Baik!!” Aku memutar setir ke kanan seperti yang Natsuki katakan *NGEEEEEEENG* Tepat setelah aku berpindah lajur, sebuah mobil dari arah berlawanan melewati kami “haah....untung saja” “Iya” Aku melihat ke spion Ternyata si cunguk juga berhasil menghindari tabrakan Tapi saat aku melihat ke depan lagi Lancer evo VI milik botak berhenti melintang di tengah jalan “SHIT!!!” Aku melihat ke spion, nampaknya celica belum sadar kalau ada penghalang lainnya di jalan Aku berada di posisi yang sulit Evo itu menutupi jalan, jika aku berhenti, maka celica akan menabrakku dan itu bisa berakibat lebih fatal “Kamio-san.....” “tak ada cara lain.....” Aku menginjak gas dan melaju menuju bagian belakang evo itu “MAAFIN AKU, RIKA-SAN!!!” “NGOOOOONG” Aku berhasil melewati rintangan itu *DHUAKK* Sesuai dugaan, berkat tabrakan barusan, evo yang menghalangi jalan terpelanting sehingga jalan yang tadinya seluruhnya tertutup oleh badan evo itu, sekarang menjadi terbuka separuh Suara barusan adalah suara benturan Body evo dengan palang pembatas “Sip, BERHASIL!!!” *TIIN*TIIIIIIIIIIIIIIIN* *BRAKKK* Aku dan natsuki melihat ke spion Tampaknya celica gagal menghindari tabrakan, dia dengan sukses menabrak lan evo Kulihat kedua pengemudi keluar dari mobilnya “Huufhh.....” Aku menarik nafas lega karena tidak ada yang terluka “jadi....kita yang menang kan??” “Tentu saja natsuki..... pertandingan ini, milik kita” *BRRMMMMM* Kami terus melaju menuju garis finish .................................................. ....... *BRRRRMM*CKIID* Kami sudah sampai di rest point atas Skyline milik yuu sudah terparkir di sana “Yuk” “ya, kamio-san” Aku dan Natsuki keluar dari mobil, lalu kami menghampiri Rika dan Yuu “oi Kamio, gimana??” “tenang aja Yuu, semuanya oke!” Aku mengacungkan jempolku “Miochiiin~” Terdengar suara Rika “ah? Ada apa??” “bemper depanku penyok kaya gini ini gapapa yaa??” *GREP* “eh?” Tangan Rika sudah mencengkram kerah bajuku “Ka...kamio....san” Natsuki nampak panik “aa....anu Rika-san, kita diskusikan ini baik-baik okee??” Aku melas-melas mohon ampunan “Diskusi atau mau kabur lu chiiin??” “diskusi ya oloh, suer sumpeeh” Rika menghela nafas ia lalu melepas cengkramannya, “baiklah, kudengar ceritamu” “Jadi, jaman dulu itu.....” *DHUAK* “ADAWW” “Bodo amat soal jaman dulu jaman sekarang, mau jaman gila kek mau jaman jahiliyah kek ga peduli gua” ‘Hiii.....” Rika kalo uda urusan ama mobil menjadi seram setengah mati “(Oh Tuhan, kemana Rika-ku yang bagaikan bidadari ber dada besar itu pergi??)” “chin, jadi cerita ga lu??” Rika mulai tidak sabar “ah, iya iya” Aku dan Natsuki menjelaskan semuanya, mulai dari mereka yang mencuri start Sampai kejadian evo yang menghalangi jalan Dan akhirnya aku terpaksa nabrak daripada terjadi kecelakaan yang lebih fatal “Ohh......” Rika bertukar pandang dengan Yuu Mereka nampaknya tahu sesuatu “oya, kalian tau gak kok tau-tau lan evo tadi melintang di jalan?”aku bertanya “Hmm, mungkin itu karena.....” Yuu menjelaskan semuanya Ternyata EVO tadi juga bermain curang Karena tidak bisa menyalip, dia terus menempel di belakang mobil yuu Tapi tiba-tiba muncul mobil dari arah berlawanan “(ooh, mobil tadi toh)” Yuu dan botak berhasil menghindar , tetapi Botak kehilangan kendali sehingga dia mengalami spin Dan begitulah kejadiannya “Lihatlah, bahkan dia menyundul kami” Rika dengan wajah cemberut menunjuk ke arah bumper belakang Yuu Nampak ada bagian yang penyok karena benturan “walaah......” Mobil mahal disundul-sundul Sungguh tak punya utak urang-urang itu *GROOOOONG*GROOOOOOOOOOONG*CKIIIID* Tiba-tiba terdengar keramaian Rupanya itu suara dari mobil-mobil gerombolan tadi Nampak juga Lan Evo dan Celica milik mereka yang sudah penyok bodynya “wow, kaya fresh dari tempat pembuangan, hihihi” Rika cekikikan sendiri Nampaknya dendam civicnya terbalas setelah melihat mobil musuh bejad semua kaya gitu “ahahaha......” Tapi setelah aku perhatikan baik-baik, jumlah mereka bertambah 2 kali lipat Nampaknya mereka memanggil teman-temannya “OI KALIAN!!!!” Botak dan konco-konco mendatangi kami “Oi oi, kau sudah lupa perjanjian? Kalian harusnya sudah enyah dari sini tahu” yuu angkat bicara “DIAM LO BRENGSEK, LIHAT APA YANG LO SEMUA LAKUIN!!” Botak berteriak marah-marah sambil menunjuk ke arah mobilnya yang pesok semua “itu kan salah kalian sendiri?? Makanya kalo nyetir ati-ati” Aku ikut”an “UDA DIEM LO!! POKOKNYA LO SEMUA YANG HARUS MBAYAR SEMUANYA” “Kalo kami ga mau gimana??” Rika nampaknya mulai kehabisan kesabarannya “Kalau kalian ga mau……..KUBUAT KALIAN MAU” Mereka berpencar lalu mengerumuni kami Para berandal itu mengeluarkan senjata mereka lagi Dari pedang kayu, rantai sepeda dan kawan kawan “waduh…..” “kayanya mereka serius deh…..” Natsuki berbicara “pada akhirnya, harus menggunakan kekerasan nih?” Yuu menghela nafas “yaa, nampaknya begitu Yuu-chan” Rika nampaknya bersemangat “UWOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!” Salah seorang dari mereka maju sambil mengayunkan pedang kayunya Dia menuju ke arah kami “cih” Aku bersiap siap menonjoknya *SYUUUUU*DHUAKK!!* “UOOOOGHH” Penyerang itu melayang di udara Ia terkena tendangan Yuu “eh??” Aku Cuma bisa bengong-bengong “HEAAAAAAAAAA” Seseorang berusaha menyerang Yuu dari belakang “YUU, AWAS!!” “HUP” *DHUAKKKKK* “UOOOOOGHHHH” Da satu lagi manusia terbang malam ini Kali ini dia terbang terkena tendangan berputar Rika “Trims Rik” “yup, sensei” “haaaaah?? Sensei??” “Kamio-san!!!” Terdengar suara Natsuki “HEEAAAAAA” Tanpa kusadari tau tau didepanku ada yang mau menyerangku *CTHUAAKKKK* “aghh......” *BRAKK* “eh??” Kupikir suara barusan adalah suara kepalaku yang terkena pukulan Tapi ternyata bukan “Kamio-san, kamu gapapa?” “ah... iya, aku gapapa kok” Aku melihat natsuki yang sedang memegang sebuah pedang kayu Nampaknya dia ambil dari berandal yang sudah dikalahkan oleh Yuu dan Rika Seorang laki-laki terbujur kaku sambil sedikit kejang-kejang dengan kepala berdarah Ternyata, Suara itu adalah suara pukulan pedang kayu natsuki ke kepala laki laki itu “oh may gaod.....” “Udah Kamio-san, ambil senjata dan bersiaplah!!” “Ah, baiklah” "oi, apa kakimu gapapa??" aku sempet khawatir juga, soalnya seingatku kaki natsuki masih sedikit terpincang "sudah gapapa kok, tenang saja kamio-san!" "baiiklah....." aku cuma bisa nurut “Tapi…… Lumayan seeru juga ya….khukhukhu” “eeeh??” “ndapapa , bukan apa-apa kamio-san” Natsuki tersenyum padaku “baiklaah…..” Entah kenapa wajah natsuki yang tadinya nampak ketakutan menjadi beringas setelah memegang senjata “(entah kenapa kok kayanya orang-orang di sekitarku gila semua ya???)” Aku memugut pedang kayu yang taerjatuh didekatku Lalu melihat sekeliling Nampaknya musuh bersiap untuk maju secara serentak Aku, Yuu , Rika dan Natsuki berkumpul melngkar Kami juga bersiap menghadapi mereka semua “perhatikan punggung kawan, oke?” Yuu berbicara “ok” “baiklah” “roger that” Rika, Natsuki dan aku menjawab Nampak musuh makin serius Mereka bahkan mengeluarkan senjata tajam Kami makin berkonsentrasi “sialan.......” “SERAAAAAAAAAAAAAAAAAAANG!!! BUNUH SEMUANYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Botak memberikan Komando “UWOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!” Semua anak buahnya maju menyerang kami Natsuki : “Mereka datang!” Mio : “Semua!!!” Yuu : “MAJU!!” Rika : “Lets Rock n’ Roll!!” .................................................. .. CHAPTER 14 Quote:
Chapter 15 “Sumpeh chin, lu budu banget” “Lho kok bisa itu lho?!” “lha mana ada orang pinter mau ke suatu tempat tapi ga tau tujuannya ada dimana” “ukhh.....” Yap, saat ini aku dan Lumi terpaksa berhenti di pinggir jalan Gara-gara aku lupa nanyain ke Shizu Where is her hang out place Jadinya kesasar deh “sumpeh lu idiot banget chin, buodoooo banget” “(gua bodo lu idiot tolol)” Lama-lama kesel juga dibodo-bodoin ama sesama bodo(nah lo) “jadinya gimana chin? Ga ada jawaban??” “iyo, sms gua ga dijawab, telpon juga ga diangkat” “walaah, gimana ini?” “ya meneketehe” Aku juga ikutan bingung, yaiyalah Lha uda terlanjur santai ternyata malah kaya gini kejadiannya Repot deh Pas lagi asik-asiknya berbingung ria, aku melihat sebuah wajah yang cukup familiar denganku “Ah, itu kan.....” Aku berlari mendekati orang itu “Oi Harukaa” Orang itu menoleh “eh? Oalah, Miochin Toh” Yap, orang itu Haruka “Waah, ngepas banget ketemu ama kamu , haruka” “hmm? kenapa memangnya? Kengen kah dikau sama Haruka-sama yang cantik jelita ini??” “huweeek....Jijik” *DHUAK* “WADAW” Aku dijitak ama Haruka “sialan kau Chin” “ampun Haruka-samaa.....” “haah, iya iya..... Jadi, ada urusan apa kamu manggil-anggil saya yang cantik ini?” “(buset, masih nyebut dirinya sendiri cantik)” “ini, kamu mau ke hang-out?? Kalau iya tunjukin jalannya dong, aku lagi ada butuh ama Shizu nih” “Oooh, soal Civicnya Rika-san ya??” “Yap, kok tahu?” “iya, tadi Shizu ng-sms aku, makanya aku tahu” “ooh” Ternyata Shizu serius mau membantuku Aku benar-benar bersyukur dulu sudah membuat keputusan yang tepat dengan mengembalikan 350z pada natsuki “Tapi yaa....... kamu ntu bodoh ya chin” “heeeh??” Sekali lagi saya dipanggil bodoh “lha wong mau ke hang-out tapi malah ga tau tujuannya, gimana sih??” “errr............” Dan hari ini saya dibodo-bodo in ama 2 orang berbeda dengan permasalahan yang sama Oh Tuhan, dosa apa sih saya ini?? Tapi kalo dipikir-pikir dosaku emang banyak sih Ya ga tau deh “kamu rasanya persis kaya Lumi deh,” “Lumi? Who the **** is that?” Aduh mbak omongannya “Lumi itu lo, yang kemarin ditangkep ama T.W.G itu loh, masa lupa??” “oalaah, gituan toh” “jahad amat dipanggil gituan.....” Haruka njawab seenaknya “suka-suka dong, jadi, Gituan sekarang ada dimana??” “oh si Lumi ada di....” “Oi Chin, ngapain lu kok lama amat?” Lumi yang baru aja di omongin langsung nongol dibelakangku Panjang umur deh dia “Ah, ini dia kebetulan, ini lho yang namanya Lumi nah Lumi ini yang namanya Haruka” Mereka berdua bertukar pandang, lalu menyapa satu sama lain “yo” “salam kenal” Singkat padat jelas Entah kenapa terasa atmosfir yang gimana gitu di antara mereka berdua “(grogi paling ya?)” Ya ga tau deh “AH, Udah jam segini!!” Aku melihat Jam Tanganku, waktu sudah menunjukkan pukul 16.02 “Oi Haruka, ayo cepetan nih, keburu sore ntar” “ah iya, aku juga janji mau bawain ini buat mereka” Haruka menunjukkan sebuah kotak Kue Memang sih, tadi sewaktu kami bertemu, Haruka baru saja keluar dari dalam toko kue “Makanya itu, ayo cepetan” “Tunggu dulu kamio, aku bawa motor lho, jadi aku ga bisa mbonceng kalian berdua” Ia mengeluarkan Kunci dengan Logo kawasaki “Ah, tenang aja kami bawa motor kok, Lumi yang nyetir” “Oooh.....” Haruka melihat ke arah Lumi “Oi .....Lumi, motormu apa memangnya?” “hmm? Honda Tiger, kenapa memangnya??” “oooh, gapapa.... Takutnya nanti kamu ga bisa ngejar kalau motor kamu Cuma kaya gitu” *PLIK* Entah kenapa kok rasanya keluar urat di kepala Lumi “(waduh)” “waaah, memangnya motor kamu sendiri apa neng??” “Kawasaki Ninja, gimana??” “oooh, kawasaki Tinja toh” “NINJA BEGO, BUKAN TINJA!!” “ya terserah deh, kalo Cuma kaya gitu sih gua bisa ngejar” Entah kenapa kok suasana menjadi panas “Anuu...kalian berdua......” “Huh, Sombong banget....baiklah kalo gitu” Haruka menunjuk Lumi dan menantangnya “Kutantang lo, kalau misalnya Lo bisa Ngikutin gua sampe Tempat Hang-Out, Motor Lu gua Modifikasi Cuma-Cuma!! Gimana??” “oke nona belagu, kupegang janjimu” “huh!!” Haruka beranjak Dia nampaknya mau mengambil motornya “Cih, dasar cewek nyebelin.....” Lumi bergumam “yang tabah ya nak, yang tabah” “halah ga usa banyak cincau, ayo dah kita siap-siap” Lumi nampaknya juga sudah panas Aku Cuma bisa menuruti jalannya cerita saja deh ........................ *BRMMMMMM*BRMMMMM* *GRRRNG*GRRRRRRRRRRRRRRNGG* Kedua motor sudah siap Kawasaki Ninja milik Haruka, dan Honda tiger milik Lumi Keduanya bersiap di garis start, yaitu lampu lalu lintas “Anuu...Lumi-san.....yakin aman nih??” Aku rada was-was juga Masalahnya kita sekarang balapannya sore hari, pas waktu macet-macetnya lalu lintas Resiko kecelakaan juga makin tinggi “udah diem lu chin, ni urusan gua” “YA GA BISA DONG!! LU JATOH GUA YANG MATI!!” “Bodo amat, makluk kaya lu bisa gua temuin di pasar loak kapan saja dimana saja kok” Emangnya gua barang bekas apa? Sialan amat “bah, asem” Aku melihat ke arah Haruka Meski ia memakai helm full-face, tetapi ekspresi wajahnya terlihat di balik kaca helmnya Dia nampaknya serius soal balapan ini “Pegangan Chin!” Timer di lampu lalu lintas sudah menunjukkan single digit 3 2 1 *BLINK* Lampu berubah menjadi warna hijau *GRRMMMMMMMMMMMMMMMMMM* “Uwaaa” Kami berangkat meninggalkan start dengan cukup gila Haruka dan Lumi sama-sama meninggalkan garis start dengan roda mengangkat “Buset dah!!!” *NGOEEENG*NGOOEEENG* Lumi dengan ahli menyalip kendaraan lain yang menghalangi jalan kami Motor ini bisa dengan luwesnya berbelok dan menghindari penghalang-penghalang jalan Saat aku melihat ke depan Haruka berjarak sekitar 10 meter di depan kami Nampaknya sih dia nyetirnya lebih brutal dari Lumi “Ah, dia belok kiri Lum!!” Motor Haruka berbelok ke arah kiri pada sebuah perempatan “Iya aku tahu!!” *GROOOONG* “HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Dalam kecepatan tinggi, Lumi mebelokkan motornya Lutut hampir saja menyentuh aspal karena miringnya dia saat berbelok “GILA LO!! EMANGNYA LO PEMBALAP MOTO GP APA?!!” “BUKAN!! GUA CALONNYA!!” *NGOEENG* Kali ini kami berbelok ke arah Kanan Saat Berbelok, dari depan kami ada sebuah mobil Hampir saja kami menabraknya “HUAAAA, AMIN DAAAH!!!!” Sumpah, aku sebenernya paling takut kalo naik motor ngebut Anginnya kerasa kenceng banget dan rasanya aku bisa jatuh kapan saja Kalo mobil?? Jangan ditanya deh, saya kan jagonya(belagu) “AH SHIT!!!!!” *CKIIDDDDDDDDDD* “UWAAA!!!” Lumi menghentikan motornya secara mendadak “EH ANJRITT, GUA AMPIR JATUH BEGO!!!” Aku tereak-tereak ga terima Lha emang kenyataannya aku hampir jatuh gara-gara Lumi ngerem ndadak “Ya maaf lah, ga ada cara lain!!” Lumi menunjuk ke atas Saat aku melihat, ternyata lampu lalu lintas sedang berwarna merah “walah.....” Aku melihat jauh ke depan Haruka meninggalkan kami “Cih Sialan!!” Lumi nampak emosi, tapi tiba-tiba dia nampak mendapatkan sebuah ide “gimana ini Lum??” “tenang aja, gua dapet ide chin!!” Lumi tersenyum Senyum seorang villain yang menakutkan “Hii.....” .................................................. ...... “hmm?? kayanya mereka ga bisa ngejar aku deh” Haruka mengurangi kecepatannya setelah mengetahui kamio-dan Lumi tidak bisa mengejarnya “Tiger mana bisa ngejar ninja, susah amat tuh cowok belagu” Baru saja dia selesai bicara seperti itu, tiba-tiba di Spionnya muncul sebuah Honda tiger dengan kecepatan Tinggi “A.....APA?!!” Tiger itu makin mendekat dan mendekat .................................................. ....... “WAHAHAHA!!!! Tuh kan gua bisa ngejar dia!!!” “Iye!! Hebat juga lo lum!!” Yap, takting yang digunakan oleh Lumi adalah mengambil jalan pintas Lumi mendapat ide ini, karena ternyata jalur yang diambil natsuki adalah sebuah jalan satu arah yang jalan keluarnya hanya satu Rupanya Lumi tahu akan hal ini dan memanfaatkan keadaan Dia mengambil jalan pintas dengan mengambil jalan di gang- gang “(Tapi sumpah pengalaman paling horor tadi....)” Yap, takada yang lebih menakutkan dari ngebut di sebuah jalan gang sempit “(Ya tuhan....makasih aku masih hidup ya Tuhan,,,,)” .................................................. ...... *BRRMM*CKIDD* Motor Lumi dan Motor Haruka berhenti di tepi jalan Akhirnya kami berhasil mengikuti Haruka sampai akhir Haruka Turun dari motornya, sembari melepas Helmnya, dia berjalan kearah kami “Oi, boleh Juga Lo” Haruka berkacak pinggang didepan Lumi Gayanya entah kenapa arogan banget “Huh, gua bilang juga apa” Lumi berbangga hati Ya sebenernya sih boleh aja dia berbangga kaya gitu Meski sudah tertinggal jauh, namun ia tetap bisa mengejar haruka dengan perbedaan jarak dan power motor yang jauh berbeda “(ya mungkin suatu saat Lumi beneran bisa jadi pembalap moto gp)” Ya amin saja deh... Omong-omong Saat ini kami sedang berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar “(Disini kah hang-out place mereka??)” Aku membatin Tapi tempat ini terlihat terlalu normal untuk sebuah tempat hang-out “bentar, kalian tunggu dulu ya” Haruka masuk ke dalam Rumah Itu Aku dan lumi Cuma bisa menunggu Tak lama kemudian, haruka keluar dari rumah itu Tapi pakaian yang ia pakai berganti Yang tadinya casual, sekarang kesannya jadi lebih gimana gitu Dandanannya sekarang ala street racer “Lho, kamu yang kemarin itu toh??” Lumi ngeliat haruka sambil bengong-bengong mulutku dan haruka langsung mangap dan mengeluarkan suara “Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah?????” “Yaa...habisnya kan dandanannya beda, gua mana apal, eh ternyata elo toh, gua kira siapa” Lumi njawab tanpa dosa OMG, temenkyu sachu inich lola bangechh dech (kok malah jadi alay nih??) Setelah saling tukar pandang Saya dan Haruka Cuma bisa geleng-geleng kepala saja “udah sore nih, ayo sekarang kita ke Tempat hang-out!!” Haruka angkat bicara “WAIT A SECOND!!” Aku langsung triak sambil mengacungkan tangan “Hmm? napa chin??” Haruka ngerespon “Kalau bukan tempat hang-out mu, ini tempat apa dong?!!” “ooh, ini kan rumahku, kenapa memangnya??” “LHA KATANYA KAMU MAU PERGI NGANTERIN KUE YANGKAMU BAWA TADI KE TEMAN-TEMANMU??!!” “siapa yang bilang kue tadi buat temen-temen? Toh tadi aku beli buat adek-adekku kok” “Nani......” Aku mulai gregetan “jadi.... tempat hang-out kalian ada dimana sih??” Lumi angkat bicara “ooh, itu sih Cuma beda 2 blok dari toko kue yang tadi” “WHAAAAATT!!!!!!” emosiku udah ada di ubun-ubun “udalah Chin, toh meski dekat tapi kalo kita ga tau tempatnya kan sama aja gondrong, ya ga ruka??” “Yup, anda benang” haruka masang pose wajah ![]() “cih....” Aku ga bisa banyak omong karena kalah suara Meski kesal Aku sedikit lega Entah kenapa kok hubungan Lumi dan Haruka menjadi lebih baik Padahal belum lama tadi Haruka dan lumi seperti kucing dan anjing, kesannya mau geger terus Tapi sekarang mereka sudah berbaikan “oi ayo jangan ngomong terus, uda sore nih” *GROOOONGG* “okelah” *GRRRRMMMMM* Lumi dan Haruka menyalakan motornya “omong-omong Lumi, lu kayanya punya bakat deh, tertarik buat ikut angels crew?” “hmm.... pikir dulu deh, oke?” “oke, gua tunggu jawabannya” Nampak suasana yang bagus diantara mereka “jiiii....” Aku kesannya Cuma kaya obat nyamuk Dan satu lagi Entah kenapa Lumi yang biasanya katroknya bukan main itu mendadak bisa cool calm n cooli (baca : kuli, nda bole pikir ngeres ya? )??“(mungkin Cuma perasaanku deh)” Tapi kalo kuperhatikan sejenak Nampaknya Mereka berdua bisa menjadi pasangan yang cocok “omong-omong Lumi” “apaan??” “soal janjiku tadi, kamu belom menang lho!” “haah?? Padahal kan gua uda ngikutin lo sampe Kesini??” Lumi nampak sedikit kesal “kan perjanjiannya sampai tempat hang out kami, ya kan??” “Cih, bener juga!” “Oke siap-siap kejar gua ya?!” “OKEE!!!” “anuu....Artinya kita kebut-kebutan kaya tadi sekali lagi??” “Haaah?? Ya jelas lah, Bodoh” Haruka dan Lumi menjawab bersamaan “Ugghhh.......” Mereka berdua tertawa kecil Nampaknya feelingku memang benar Hubungan mereka bisa menjadi sesuatu yang baik “(ya baguslah Lum)” “Yuk, Kita berangkat!” *GRRRRRRRRRRMMMMMM* Ninja milik Haruka melesat jauh ke depan “Chin, pegangan ya?” “Okeee......” Aku Cuma bisa pasrah aja “Kita berangkat!!” *BRRRRMMMMM* CHAPTER 16 “HOEEEEKKKKK...........” “Anjrit Lo Chin!! Masa gitu aja muntah??” “Diem Lo Lum!! Nyetir lo terlalu urakan makanya gua mual nih, ueeek.....” “aah..... cowok ato cowok itu.....” “GUA CEWEK!! MAKSUDNYA COWOK!! HARUKA LO JUGA DIAM!!!” “yayaya~” Saat ini kami sudah sampai di depan Hang-out placenya AngeLs Crew Dan aku muntah dengan suksesnya “Lagian.....siapa juga yang ga mual dibonceng gila-gilaan kaya tadi???” Setelah lega ber-muntah-ria, aku mengambil sapu tangan lalu mengelap mulutku “Lha Buktinya kami gapapa, ya akan Lum??” “yup haruka, anda benang” “ITU KAN ELO BERDUA TAUUUUUUU!!!!” Aku kesel juga lama-lama, dipojokin terus dari tadi Ohya, anda mau tau bagaimana ceritanya kok saya bisa sampe muntah-muntah kaya gini?? Begini ceritanya “..........................” “aduuh.....beneran aku ga mau nginget lagi” Yap, terlalu horor untuk diceritakan kembali *silakan gunakan imajinasi anda sendiri tetntang seberapa brutalnya Lumi dan Haruka menyetir *Ya pokoknya gitu deh Omong-omong soal hang out placenya AngeLs crew ini Dari luar hanyalah sebuah Gudang yang tersembunyi Untuk ke sini saja kita harus melewati jalan kecil yang jarang dilewati kendaraan Bener-bener kompeten buat hang-out place deh Dan Tempatnya memang tak jauh dari toko kue yang dibilang oleh Haruka tadi Jadi dia ga boong Saat ini Motor Lumi dan motor Haruka diparkir di luar “bentar ya” Haruka berjalan menuju sebuah control panel yang berada di samping pintu utama gudang Haruka memasukkan pin “(wah pake sistem keamanan modern!! ckckck)” Aku Cuma bisa berdecak kagum *PIIIP* *GRAAAAAKKKK* “oke, kita masuk” Pintu utama gudang tersebut perlahan terangkat ke atas Aku dan Lumi sudah doki-doki menanti apa yang akan kami lihat *GRAKK* Pintu sudah terbuka lebar Tetapi sayangnya... aku tidak melihat ‘satu’ mobilpun disini “anu... mobilnya kemana semua nih?? Masa berubah jadi mebel semua??” Kenapa aku berkata seperti itu? Karena memang di dalam gudang itu isinya hanyalah barang mebel “Ya ga lah oon, udah masukin dulu motornya” Mendengar perintah haruka, Lumi langsung mengambil motornya, lalu membawanya masuk ke dalam Setelah kedua motor ada di dalam, Haruka menutup pintu utama tadi *GRAAAKKKKKK* Pintu yang kokoh itu sudah tertutup rapat sekarang Setelah itu Harukamengeluarkan HP-nya, lalu dia meng-call seseorang “Oi, uda di dalem nih, buka garasinya” Selesai ngomong begitu, ia mengakhiri call-nya “Garasi??” Baru saja aku dan Lumi bingung Terdengar suara gemuruh *GRAKKK*GRAKKK*GRAAKKK* “Uwoooooo.........” Pemandangan yang luar biasa ada di hadapan kami Dinding yang semula kami kira adalah tembok biasa, ternyata adalah sebuah pintu rahasia Di balik itu terdapat sebuah mini showrooom Terdapat sekitar 16~19 mobil di dalam sini Semua mobil ada disitu Dari Sport ![]() ![]() sampai muscle ada disini ![]() Lalu crew yang berjumlah sekitar 15 orang lalu lalang membenahi 1 mobil dan mobil lainnya Gimana aku sama Lumi ga bengong hayo??? “Oi uda bengongnya, Lumi ayo ikut aku” “Ah, i..... IYA” Lumi menyalakan Motornya “Oi mau kemana ???” Aku teriak “ke bagian motor lah, masa mau mbenerin motor di bagian mobil??” “Iya sih....” “Udah dulu ya” Lumi dan Haruka menyalakan mesinnya *DRRMRMMMMMM* Mereka pergi menjauh Tapi kalo dipikir-pikir Ni gudang mukegile luas ya??? Masih dalam keadaan terbengong-bengong, terdengar suara yang familiar di telingaku “Ah, Kamio-san” “ooh, Shizu” Ya, itu shizu Namun penampilannya sedikit berbeda Kali ini ia hanya memakai celana jins dan kaos putih yang sudah kotor terkena noda Wajahnya juga hitam karena terkena oli Nampaknya ia baru selesai mengutak-atik mobil “oi Shizu....... aku mau nanya....” “Hmm? apa kamio-san??” Dan pertanyaan yang pertama terlintas di kepalaku adalah “ni tempat makan ongkos berapa???” soal uang Maklum orang kere menyedihkan “Ooh.......Cuma sekitar 200 an kok” “serius?? 200.000 yen???” Ga kusangka, murah juga untuk bangunan skala besar kaya gini “ 200 juta lah, dasar kamio-san ini” Shizu tertawa kecil dan mulutku makin mangap Ya beginilah perbedaan cara pandang soal uang antara orang kaya dengan orang kere “oke back to topic, omong-omong gimana nasib civic Rika??” Ya, inilah civic yang menentukan nasibku sebagai manusia atau sebagai anjing nantinya “ooh, sudah oke kok, sini kamio-san” Aku mengikuti langkah Shizu “Tadaaa......” “Uwwooooooo~!” ![]() ![]() Yang kulihat adalah Sebuah Honda Civic yang sudah dimodifikasi “BUKAN SAATNYA ‘Uwoooo~’!! OI SHIZU, KOK CIVICNYA JADI KAYA GINI SIH??!!” “hmm? memangnya kenapa??” “oii serius oiii, kalo mobilnya jadi kaya gini bisa-bisa nanti aku dimodif juga ama si Rika!!” Yap, kalau civicnya dikasih bumper sama spoiler bisa aja nanti badanku dikasih inumimi kalo ga kalung piaraan Sip dah “Hahaha, bercanda kok Kamio-san~” “Oalah bercanda Toh......” Aku menghela nafas lega Sumpeh Shizu kalo guyon ga lucu, malah serem “Terus, civicnya Rika dimana?” “Itu tuh” Shizu menunjuk Aku melihat ke arah yang ditunjuk Dan yang kulihat adalah ![]() ![]() “HOLY F*CK!! NSX-R!!!!” Aku mangap lebar “BUKAN SAATNYA BUAT KAGUM!!! OI SERIUS OI!! KOK BISA CIVIC YANG MOBIL KOTA BERUBAH JADI NSX YANG MOBIL SPORT ITU LHO?!” “lho, itu kan namanya evolusi?? Toh Pik*chu aja bisa berubah jadi Ra*chu kok??” “ITU MAH EKSISNYA CUMA DI P*KEMON!! UDA JANGAN BAWA NAMA SPONSOR!!” “haha, iya iya kamio-san, Cuma bercanda kook~” “Huuuh.....” Lama-lama capek juga nanggepin guyonannya Shizu ini Bikin sport jantung saja “Civicnya Onee-chan ada di situ lho kamio-san” Kali ini Shizu nampak serius Ia menunjuk ke sebuah mobil yang ditutupi oleh terpal Aku membuka terpal yang menutupi mobil itu Dan Voila ![]() ![]() “wow” “Gimana? Bagus seperti baru kan??” “Iya, good job Shizu” Ya, memang Civic Rika entah kenapa kesannya lebih mengkilat Bodinya yang kemarin beset-beset sekarang hilang semua Bumpernya yang penyok sudah diganti dengan yang baru Mantap deh pokoknya “(nah....kaya gini pasti Rika ga bakalan protes)” Hatiku sekarang rasanya Plong *DDRRTT*DRRRTT* “hmm??? halo....” Shizu mengangkat Hpnya “Ohh, oke oke, tunggu bentar ya” Ia mengakhiri pembicaraan “Siapa??” Aku bertanya “liat aja sendiri habis ini” Shizu menuju ke dekat pintu Ia mengoperasikan Control panel yang berada di samping pintu Rahasia itu *PIIIP* *GRAAKKKK*GRAAAKKKKKKK* Pintu itu terbuka Dan sebuah Carrera Silver masuk ke dalamnya “Carrera???” *BRRRMMMMMMM*CKITT* Carrera itu berhenti di depanku Pintunya terbuka dan seorang gadis berponytail keluar dari dalamnya “Yo, mio-chin~” “Rika??” “Onee-chan~” Shizu langsung lari ke dalam pelukan kakaknya “ahh shizu, anak baik, anak baikk.....” “hauu......” Aku mengucek mataku Entah aku yang salah lihat ato mataku yang rabun ato emang dunia yang mulai ga waras Tapi kok kesannya aku ngelihat Shizu sebagai seekor puppy yang lucu ya?? “(Cuma feeling, feeling sayaa......)” “Tangan” “hauu.....” “.......” Nampaknya Dunia yang mulai gila Ternyata memang Shizu yang kelakuannya kaya puppy kalo sama Rika “(apa kalo aku jadi anjingnya Rika nanti kaya gitu juga ya??)” Aku mulai memikirkan sesuatu yang ga bener “Omong-omong mio, gimana Civicku??” “Ohh, sudah bagus seperti baru beli kok” Dengan bangga aku memperlihatkan Hasil kerja keras “Oooh.....” Rika hanya melihatnya sebentar “ya baguslah” “WHAATT?!!!” Setelah semua yang kualami, aku Cuma mendapat respon ‘ya baguslah’?!!! Gimana ga gregetan?? “Omong-omong Shizu, Tolong gantiin oli carrera ku ya?? Uda 1 bulan belom ganti nih” ”oke nee-chan” Rika melempar kuncinya ke udara Lalu dengan cekatan ditangkap oleh Shizu Shizu lalu masuk ke dalam carrera, dan menyalakan mesinnya *BRRRRRMMMMMM* Carrera itu berjalan lambat menuju satu tempat dari gudang ini “Jadi Chin.....” “Hmm? apa Rik???” “Gimana menurutmu tempat ini??” “WOH GILA KEREN CC!! MOBILNYA KEREN-KEREN & MAHAL-MAHAL!!” “Hahaha, iya sih.... tapi apa kamu pikir ga ada hal lain yang mengganjal kamu??” “hmm.......oh iya!” Aku baru terpikir sesuatu “kenapa kok rasanya pengamanan disini ketat banget ya?? Sampe mbuat ruang rahasia segala??” “nais question!” Rika mengacungkan jempolnya “apa gara-gara mereka takut mobilnya disatroni ama maling ya??” “ya ga lah chin, budu amat sih lo” “ya habisnya kan mobilnya mahal semua, masa ga takut dicolong??” “emang bener sih, tapi yang mereka takutkan itu bukanlah Maling, tapi polisi.....” “Ah...” Aku baru menyadari hal itu Memang maklum saja mereka takut dengan polisi Semua mobil disini rata-rata ilegal, lalu mereka juga melakukan balapan liar dan perjudian Benar-benar combo pelanggaran hukum “makanya mereka rela keluar uang banyak untuk membuat hang-out place ini, daripada Suatu saat Polisi berhasil mengendus tempat ini....” “benar juga ya.....” “nah satu lagi Chin....” “hmm? apa ??” “jangan pernah kamu kasih tahu tempat ini pada siapapun, meski itu pada keluarga atau siapapun juga, pokoknya jangan...” “tenang saja, aku bisa menjaga rahasia kok, lagipula.... aku juga tidak mau Shizu sampai menderita.....” Ya, Shizu sudah sangat banyak membantuku Masa aku tega mau menusuk dia dari belakang?? Memberitahu tempat persembunyian mereka sama saja seperti membuka aib seseorang “hahaha, good Boy, good boy” Kepalaku dielus oleh Rika “iyaa, hehehe” Rasanya seneng juga dielus sama Rika Meski dia harus jinjit dulu supaya bisa mengelus aku yang lebih tinggi darinya Hehehe “pegang janjimu, oke Chin??” “yap, Rika!” ............................................ “Shizu, pulang Dulu ya” “iya Onee-chan” “makasih ya shizu” “sama-sama kamio-san” Shizu melambaikan tangannya pada kami *BRRRMMMMMM* *DRRMMMMMMM* Civic yang kukendarai serta Carrera yang dikendarai Rika melaju menuju jalanan meninggalkan gudang hang-out place milik AngeLs crew Sebenarnya sih saat ini aku ingin segera pulang Tapi rika memaksaku untuk mengantar Civic ke rumahnya Ya mau ga mau aku harus mau lah tapi di tengah perjalanan, tiba-tiba aku mendapat sms “(Hmm? siapa??)” Aku membuka sms itu [oi Chin, kita ke puncak dulu ya, ada sesuatu yang pengen kuomonginke kamu Rika] “hmm??” Aku melihat ke arah carrera yang berada di depanku Dia berbelok ke arah Puncak, bukannya ke arah Rumahnya “Nampaknya ini hal yang serius deh.....” Aku hanya bisa mengikutinya saja Tanpa mengetahui Apa yang menantiku di depan sana CHAPTER 17 Kami sampai di puncak rest point atas Kulihat Rika menghentikan Carreranya lalu keluar dari mobilnya Aku menghentikan civic ini lalu ikut keluar dari mobil “jadii…..ada apa ini Rika??” Tanpa basa-basi aku langsung nanya “sudah jelas kan? Kita balapan!” “Heeh??” Aku langsung mangap kaget “oi oi....yang bener aja??” “iya serius nih, masa aku pernah bercanda??” “(perasaan kapan saja dimana saja kamu selalu bercanda deh Rik.....)” Ya memang begitulah faktanya “tenang aja Chin, Cuma having fun kok! Sekalian Test Drive Mobilku, kan baru dibenerin ama shizu semua” Memang, civic dan carrera milik Rika baru saja diservice oleh Shizu “oooh, kalo gitu bolehlah!” Aku langsung setuju saja Memang, aku dari dulu pingin nyoba ngelawan Rika, sang Silver Bullet “ini, tangkep!!” Rika melemparkan sesuatu Aku menangkap benda itu Saat aku membuka telapak tanganku Yang terlihat adalah “Kunci.....carrera??” “yap, hari ini kita tukeran mobil” “oi......yakin nih??!!” “yap, toh hari ini kita Cuma having fun aja lho!” Rika mendekatiku lalu mengulurkan tangannya “sini, kunci civic” “ah!!” Aku segera mengeluarkan kunci honda civic yang berada di dalam saku celanaku kemudian memberikannya pada Rika “Oya Chin” “hmm?” “Meski Cuma test Drive, kalau kamu menang nanti bakal aku kasih hadiah spesial lho” “benerann??” Mataku langsung berbinar-binar “tapi itu masih Rahasia, oke?” Rika berjalan menuju Civic Aku-pun berjalan menuju Carrera milik Rika Aku membuka pintu kanannya “lho?” “Oi Chiiin! Kalo kamu jadi penumpang siapa yang nyetiir?? Hihihi” Terdengar teriakan Rika dari belakang Aku Cuma bisa malu lalu masuk dari pintu lainnya “(asem, aku lupa kalo Carrera setirnya di kiri)” Memang, selama pake civic yang mobil jepang asli, setirnya di kanan Tapi carrera yang mobil eropa, setirnya di kiri Kebalikan dari civic *Cklakk* Saat kubuka pintunya, harum mobil yang asing Dashboard yang masih mengkilat, serta setir dengan logo porsche menyambutku Memang, aura dan kesan yang diberikan oleh carrera itu berbeda, dari interiornya saja sudah jauh perbedaannya dengan civic “uwaaah.........” “(bener-bener nih mobil....kesannya ‘MAHAL’)” *CCKRRRR*BRRRRRRRRRRMMMMMMMM* Mesin sudah kunyalakan Bahkan dari suara mesinnya saja sudah jauh perbedaannya Tenaganya lebih terasa Horse power carrera lebih unggul dari civic Carrera 305 Horsepower Civic 120 Horsepower “uwaah.......BAIKLAH, AKU GA BAKAL KALAH!!” Melihat semua keunggulan dari carrera ini, aku yakin akan kemenanganku *DRRRT*DRRRT* HP-ku bergetar Ada SMS masuk Aku membukanya, ternyata itu dari rika [From :Rika 22.13 Rute downhill seperti biasa, finish di rest point bawah Meski Cuma test drive aku akan serius lho! Kita mulai jam 22.14 pas *ps : kalau carreraku beset dikiiiit aja, siap-siap aja ya?! ] *Glekh.....* “Mampuslah sayaaaa~” Yap, mbenerin civic aja udah setengah mati kaya gitu mau mbenerin carrera Udah mati saya kalo kaya gitu Aku melihat civic sudah bersiap di garis start “oke……” Dengan perlahan aku melajukan carrera menuju garis start *BRMMMM*BRRRMMMMMM* Aku melihat jam di HPku 22.13 22.13 22.13 22.13 22.13 22.14 *CKIDDDD* *BRMMMMMMMMM* Civic dan carrera melaju hampir bersamaan “sip!!” Karena akselerasi carrera lebih baik daripada civic, hanya dalam hitungan detik jarakku dan Rika sudah melebar Aku merasa di atas angin sekarang Saat kumelihat ke depan, tikungan pertama telah di depan mata “(Baiklah, easy left yang disusul dengan medium left ya.....” karena sering lewat sini aku makin hafal dengan jalanan di puncak “piece of cake lah~” metesek mode on “OKE!!!” Aku mengerem dan memutar setir ke kiri seperti biasanya Tapi *CKIDD!!!* “a...apaa?!!!” Carrera malah menjadi tidak stabil, moncongnya terlalu menukik ke kiri “SIAL!!!!” Aku mencoba meng-counter steer ke kanan bermaksud untuk menstabilkan mobil ini kembali Tapi..... *CKIIIIDDDDDDDDD* “UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Mobil malah spin Aku mnginjak rem ntuk menghindari hal yang tidak diinginkan *CKIIDDDDDD* Mobil akhirnya berhenti.... “haah....haaah.....” Karena tidak ada guncangan Nampaknya mobil baik-baik saja Saat aku melihat spion Nampak bagian belakang carrera sudah mepet dengan pagar pembatas dengan jarak tak kurang dari 5 cm “Hampirr......” Yap, hampir saja saya ketemu tensh* dan yur*ppe beserta anggota S*S lainnya disana Tehe~ Aku melihat ke jalan Civic rika sudah tidak terlihat “FUUUUU!!!!!” Tanpa ambil pusing lagi, aku kembali menyalakan mesin *BRMMMMMM* Kumasukkan gear ke posisi 1 *CKLAKK*DRRRMMMMM* Carrera kembali melaju setelah sempat berhenti *BRRRMMMM* “aku.....GA BOLEH KALAH!!” .................................................. ..................................... *CKIIDDDDD**BRRRMMMMM* “sip!!” Baru saja aku sukses melakukan drift di medium right turn Saat ini aku sudah berada 2/3 jalanan di puncak Meski berkali-kali mobil tidak stabil dan spin, tapi aku sudah mulai bisa menguasai mobil ini secara perlahan Dan beruntungnya dalam spin yang berkali-kali it, mobil ini belum nabrak satu kalipun “Oh tuhan....makasih bangeet.....” Anda pasti tahu sendiri nasib saya gimana kalo misalnya sampai nabrak Yaaa.....gitu deh “Sekarang masalahnya adalah....” Rika tidak terlihat lagi “(Apa dia sudah Finish ya????)” Baru saja mbatin kaya gitu, terdengar suara yang sudah tidak asing lagi denganku Suara mesin civic “ITU DIA!!!” Aku makin semangat melajukan mobilku, dan ternyata benar Sebuah honda civic berwarna silver terlihat di depanku Dia berada di ujung jalan lurus “YOSH!!! AKU BERHASIL NYUSUL DIA!!” “Tapi......” Ada sesuatu yang janggal “Padahal aku sudah ketinggalan jauh, tetapi kenapa dia masih kekejar???” “Jangan-jangan.....” “dia sengaja nunggu aku?!!!” Saat aku melihat ke depan lagi, laju civic menjadi berubah Kecepatannya pun bertambah “Akhirnya kau serius ya, RIKA?!” Aku kembali bersemangat Laju carrera mekin kupercepat Gas kuinjak makin dalam *BRRRRRRMMMMMM* Jarum di speedometer menunjukkan angka 130 km/h Kecepatan yang sangat tinggi untuk daerah pegunungan seperti ini Kini civic dan carrera berjajar “siipp!!!” Aku melihat tikungan tajam ke arah kiri “Oh Shit!!!” Aku terlalu bersemangat untuk mengejar Rika, aku malah lupa tentang rute yang kulalui ini *CKIDDD* Aku mengurangi kecepatan secara bertahap untuk menghindari spin, menurunkan gear, lalu membelokkan setik ke kiri dengan penuh perhitungan *CKIDDDDDD* “SIP!!!” Aku berhasil melewati tikungan itu dengan drift yang mulus Tapi.... “??!!!” Aku kaget melihat civic silver sudah mengabil jarak denganku “Lha kok bisa?!!!” “Padahal kami sejajar tadi, tapi kenapa sekarang jarak kami menjauh??!!” Aku bingung sendiri Di depan terlihat tikungan lainnya “kali ini aku ga akan kalah!!” Aku melakukan drift sekali lagi Tetapi... “MUSTAHIL!!!” Jarakku dengan Rika makin menjauh “Kok bisa?! UNBELIEVEABLE?!!!” Aku makin tak bisa menerima semuanya “okelah....calm down dulu.....” Aku berusaha menenangkan pikiran dulu “(di depan ada 5 hairpin secara berurutan, aku tidak boleh tertinggal!!)” “YOSH!!!!!” Dengan percaya diri, aku menginjak gas lebih dalam Berusaha menyusul Civic yang berada jauh didepanku “Baiklah, Kanan, Kiri, kanan, kiri, kanan!!!” Tikungan pertama terlihat Gear kupasang ke posisi gear 2, lalu aku memutar setir secukupnya kea rah kanan *Ckiiddd* Drift yang tidak terlalu baik Jarakku dengan civic makin menjauh “BELUMM!!!!” Civic yang berada di depanku melakukan drift Aku dengan segenap keinginan berusaha menyalipnya Aku menginjak kopling , saat ban terkunci kuputar setir ke kiri Sebuah drift, tidak sempurna tapi boleh juga “A…Apaa???” Bukan mendekat, jarak kami malah makin menjauh “Sial!! 3 tikungan lagi!!!” tikungan ketiga di depan mata “SEKARANG!!!” Kuinjak rem, ban mobil terkunci, sekali lagi kulakukan drift “Berhasil…..tapi tidak ada kemajuan……” Karena tidak berhasil menyusul Rika, emosiku makin menumpuk “God DAMN IT!!!” Tikungan ketiga baru saja kulewati, civic sudah berbelok di tikungan ke empat Tapi tiba-tiba tikungan ke empat menjadi terang “Jangan-jangan…..Mobil SIPIL??!!” Civic di depan melakukan drift, lalu terdengar suara klakson yang keras *TIIIIN*TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNN* “RIKAA!!!!!” .................. CHAPTER 18 *BRMMMMMMMM* Aku ingin menutup mataku, tetapi aku tidak bisa Ketakutan yang berlebihan membuatku tak bisa berbuat apa-apa *TIIIN*TIIIIIN* *CKIIIIDDDDDDDDD* Civic Rika melakukan Drift tetapi tiba-tiba muncul mobil sipil di depannya Aku sudah pasrah pada yang di atas Tetapi….. *GRUOOONGG*CKIDDDD* Aku menyaksikan dengan mata dan kepalaku sendiri Civic rika berhasil melalui tikungan tersebut tanpa mengalami kecelakaan Mobilnya bisa berbelok sesuai dengan kehendak Rika Civic dengan mobil sipil itu bahkan tidak tersrempet sedikitpun “Syukurlah….” Aku sempat berlega hati….. *TIIN*TIIIIINNN* “AH SHIT!!!” Aku sampai lupa kalau aku berada di belakang rika, artinya aku yang berikutnya melewati mobil sipil itu “A…AA…AAA!!!” Secara reflex aku mengerem untuk mengurangi kecepatan *CKIIDIDDDDD* Carreraberhasil melewati mobil itu dengan drift “Yosh…..sedikit lagi………” Tapi… *GRAKKK*ZRAAKKKK* “UWAAAAAAA” Sekali lagi carrera spin “UWAAAA!!!” Sekuat tenaga aku mengerem dan mengendalikan gas untuk menstabilkan posisi mobil *CKIDD* Mobil berhasil berhenti…. “Haaah……..” “sekali lagi aku lolos dari maut ya…..hahaha…..” Aku bersandar lemas pada jok mobil “(dari suaranya, kayanya waktu drift tadi ban belakangku keluar dari jalan aspal dan mengenai tanah ya…..)” Aku melihat jauh ke depan Civic rika tidak terlihat lagi Hanya suara mesinnya yang terdengar dari kejauhan “Ya……kali ini…..” “aku kalah…..” ………………………….. Aku sudah sampai di rest area bagian bawah, kulihat Rika sudah duduk menunggu di atas civicnya Aku memarkir carrera di sebelah civic Kumatikan mesin carrera lalu keluar dari dalamnya “Yo chin, tangkep!” *TAP* “Trims” Aku menangkap sekaleng kopi hangat yang dilempar oleh Rika kemudian meneguknya “Ahh....angeet.....” “omong-omong chin, hebat juga kau ga nabrak” Rika terlihat sedang melihat-lihat carreranya “Iya ga nabrak, spin bolak-balik tapinya” “hihihi.....” Rika tertawa mendengar jawabanku “yaaa.......yang penting ga ada yang celaka kan?” “(tumben ngomongnya dewasa)” Sempet kaget juga ndenger Rika yang omongannya mendadak dewasa “yaa....memang sih......” Aku kembali meneguk Kopi yang ada di tanganku “omong-omong Rika” “hmm??” “kamu tadi sempet nungguin aku ya?? Padahal kalau jarak waktu kita sejauh itu, kamu ga mungkin kukejar deh” “waahh.....tau aja~” “yaiyalah!!” “lha abisnya, kamu ga dateng-dateng, aku kan khawatir juga......” “(Rika.....)” Ternyata Rika khawatir juga padaku Oh Tuhan, apakah ini adalah pertanda.... Cinta?! “Aku kan khawatir juga sama carreraku, iya gak??!” *BRAKKK* “Lho chin? Napa kamu? Kok ndadak jatuh??” “lha kamu mikirin mobil aja!! Kamu ga khawatir apa kalo aku yang kenapa-kenapa?!” “Nggak” “Ukkhh.......” Hancurlah hatiku~ “hahaha, ya ga lah, aku kan khawatir juga sama kamu....” “Rika.....” “meski Cuma dikiiiiiit banget khawatirnya” “.....” Yaaa, yang penting dia masih khawatir lah ![]() “omong-omong chin, kamu keren lho, bisa nguassain carrera cuma dalam satu malam saja” “hmm?? perasaan dulu waktu aku naik civicmu atau 350znya rika juga langsung bisa gitu aja? Nothing special kataku” *DHUAKK* “WADAW!!!” Kepalaku dijitak ama Rika “Rika! Apaan sih?!” “kamu kok nyebelin gitu sih?? Aku aja belajar carrera itu lama banget, baru bisa nguasain sepenuhnya dalam waktu 1 bulan!” “masa?!” aku ga percaya “iya lho, dasar!!” Rika berkacak pinggang “kukasih tahu ya chin, apa yang membuat kamu menguasai civic dan 350Z itu biasa, sedang carrera itu luar biasa” Rika berdehem, aku pun berkonsentrasi karena tertarik dengan pembicaraan ini “honda civic itu memang mobil kota yang didesain untuk dibawa senyaman mungkin, karena selain mobil kota civic juga mobil keluarga, selain itu juga HorsePowernya kecil, Cuma 120HP, selain itu sistem kemudinya FF (front wheel steer,Front machine, front wheel rotation), itu sistem kemudi yang paling stabil dan paling gampang dikemudikan, selain itu juga bobotnya paling ringan sehingga mobil lebih mudah untuk dikendalikan, intinya mobil untuk pemula lah” “hoo.....”aku Cuma manggut-manggut aja Rika melanjutkan penjelasannya “kalau nissan 350z itu, sebetulnya mobil yang sangat sulit dikendalikan, selain karena standartnya dia adalah mobil city-sport, jadi HorsePower-nya cukup besar, yaitu 280HP, sistem kemudinya adalah FR (front wheel steer, front machine, real wheel rotation), itu sistem kemudi yang cukup sulit, dan hanya orang yang sudah pro yang bisa menguasainya, bobotnya juga berat, lebih berat daripada civic sehingga sangat sulit dikendalikan dan sering membuat oversteer, intinya mobil untuk pro lah” “hmm??” aku merasa ada yang sedikit aneh, tapi aku berusaha mendengarkan sampai akhir “sedangkan porsche carrera, mobil sport kelas atas buatan eropa, karena memang tujuan awalnya untuk sport, HorsePower awalnya besar, yaitu 300HP, sistem kendalinya juga tidak lazim, yaitu RR (rear machine, front steer, rear rotated), sistem kemudi yang tidak lazim sehingga membuat orang yang tidak terbiasa mengalami kesulitan saat mengendalikannya, ditambah bobotnya yang berat setara dengan 350Z, kelas atas dan hampir setara dengan 350Z” “wait a second!!” “hmm? apa chin?” “aku mau nanya, kamu bilang aku ngendaliin 350Z itu biasa, sedang carrera itu hebat, padahal katamu 350z dan carrera setara, maksudnya gimana nih??” Aku kebingungan “oioi, dengerin dulu sampe orang selese ngomong dong” Rika meneguk kopinya, nampaknya tenggorokannya kering setelah berbicara panjang lebar seperti itu “Ehem...baiklah....” “Gini ya Chin. Yang ngebuat perbedaan antara 350Z dan Carrera dalam kasus ini, yaitu perbedaan Tune-up dan jalan yang kamu lalui?!” “haah??” “iya kan chin? Coba kamu inget, kamu mengendarai 350Z full tune up di jalan besar kan?!” “Ah.....” Aku baru inget Kalau mobil natsuki kemarin itu sudah full tune up, body dan semuanya sudah tidak standart lagi dan jalan yang kulalui juga jalan yang lebih besar “350Z milik natsuki itu horsepowernya pasti sudah sangat besar, mungkin sekitar......hmmm....” Rika nampak berpikir keras “brapa??” Aku meneguk kopiku kembali saat menunggu jawaban darinya “500..nggak, 600HP lah” “BFFFFFTTTT!!!” Aku menyembur kopiku “HIYAAAA!!! MUNCRAT SEMUAAA!!!” Rika mundur selangkah menghindari semprotan kopiku “oioi, serius tuh??!” Aku mengelap mulutku “iya kalau ga salah sih, mobil balapan untuk street race memang rata-rata segitu deh” “oke oke....tapi bukannya kalau makin besar powernya, makin sulit dikendalikan mobil itu?” “oke, Mobil natsuki memang Hpnya besar, tapi bukan Cuma mesinnya saja yang ditune-up, tapi sistem kemudinya juga pasti sudah di tune-up, semuanya sudah disetting agar setara dengan Powernya yang besar, shock breaker, drivetrain, ban, rem, dan semuanya sudah diganti dengan part khusus race, sedang carreraku, semua masih stock alias standart, tidak ada yang spesial, kecuali ban yang baru diganti hari ini, karena ban yang lama memang sudah licin” “oooh.....” Aku mulai mengerti “Tapi.....” Kalau misalnya bannya tidak baru, mungkin aku bener-bener sudah pergi ke alam sana Karena perbedaan antara ban lama dan baru sangat jauh Cengkraman, respon dan sebagainya Padahal dalam balapan prinsipnya “lengahlah sedetik, melayang nyawamu” Nampaknya Rika sudah memperhitungkan semua itu.... “itu untuk mobilnya, sedangkan untuk jalannya........kamu tahu sendiri kan perbedaannya?? ” “yap...aku udah ngerti.....” Ya, aku sudah tahu perbedaan tentang jalan Saat aku mengendarai 350Z jalan yang kulalui adalah jalan besar di kota dan juga jalan tol Jalannya lurus, dan tidak ada tikungan-tikungan tajam yang berbahaya seperti di Puncak “tapi kalo misalnya kamu bisa ngendaliin 350Z di puncak, ceritanya lain lagi looh~” “hahaha... iya lah.....” “Uwahhh, capek juga ngomong panjang lebar kaya tadi...” Rika meregangkan badannya “iya, kamu tadi bawel banget, persis kaya nenekku!” ![]() *CKEEEDDD* “AWAW, AKWED AWU!! AKWED!!” (ADAW, SAKIT TAU!! SAKIT) Pipiku dicubit Rika “jadi maksudmu aku udah kaya nenek-nenek gitu yaaa???hmmm, chiin??” “Hiiii, MWAH K|HOK, HAHU HAHI HUHA, HAHI HEKHI HOK HUEHH!!” (Hiii, NDAK KOK, KAMU MASIH MUDA, MASIH SEKSI KOK, SUER) “baguslah kamu ngerti~” Rika melepaskan cubitanya “aduh pipiku.....” Aku mengelus pipiku yang masih cenut-cenut “Oya Rika, kamu kok rasanya lebih cepat pake civic daripada pake Carrera sih?!” Aku ngerasa ada yang aneh, karena hari ini skill Rika meningkat jauh berkali lipat jika dibanding dengan saat dia mengendarai carreranya “hmm?? oh, kamu ga tau sih.....” “ga tau soal apa??” “kukasih tahu ya, sebenernya silver bullet itu Civic, bukan carrera lho” “Lho?! Masa??!! Ga mungkin ah” “yap, dan orang-orang juga tidak percaya soal itu” Rika tertawa sedang aku kebingungan “orang-orang itu pikirannya naif chin, mereka pikir kalau mobil yang biasa seperti civic ga bisa menang lawan mobil bagus carrera, padahal kamu sudah merasakan sendiri kan buktinya hari ini?” “iya sih....” Yaaa, memang hari ini Carrera yang kukendarai tertinggal sangat jauh dari Civic yang Rika kendarai Sungguh aneh tapi nyata “nah, ini pelajaran buat kamu chin...... jangan melihat buku dari sampulnya, dan jangan lihat mobil dari spec-nya, yang penting itu skill, bukan yang lainnya” Dan lahirlah satu peribahasa baru malam ini “oke deh...aku ngerti” “sip deh!” “Tapi kamu makin mirip kaya nenekku lho Rik” *DHUAKK* “AWWWW” Kepalaku dijitak lagi ama Rika “dasar chin bego” “hahaha, gomen-gomen, Just kiddink” Aku Cuma bisa mengelus-elus kepalaku yang masih sakit “oya Chin, aku punya hadiah buat kamu” “hmm?? apaan??” “JAAANG~” Rika mengeluarkan sesuatu dari saku celananya “Sim?? Punya siapa?” “ya punyamu laah, nih !” Rika menaruh sim itu ke tanganku “eh?? Kok sudah jadi?!” “hehhee, sebenernya sih udah jadi dari dulu, tapi aku lupa terus mau ngasihin, sory ya? Tehe~” Rika menjulurkan lidahnya sambil masang muka innocent “Tehe-tehe aja, dasar!” Meski aku sempet kesel, tapi aku seneng akhirnya dapet Sim “akhirnya...aku dapet sim.....hahahha” “hmm?? ” “kenapa Rik??” “nggak, aku ngira kamu bakal lompat-lompat kegirangan kaya orang gila yang lagi kena ayan begitu tau kalo uda punya sim” Rika-san, aku kan ga sesinting itu “memang sih...tapi ngga tau kenapa gara-gara senengnya, aku malah Cuma bisa diem kaya gini.....” “hooo.....” Suasana jadi hening sesaat “omong-omong udah malem nih, pulang yuk” Rika memecahkan keheningan “lha terus ni carrera gimana nasibnya??” “Bawa aja dulu, aku lagi kangen ama civic soalnya, bosen ama carrera nih” Dasar bourguise, mobil mahal begini dipinjemin sesuka hati dengan alasan : bosan “walaah, ya terserah deh” Aku sih ga banyak protes Toh dipinjemin mobil mahal siapa yang ga mau ![]() “oke chin, ati-ati ya” “kapan nih dibalikin???” Aku nanya sebelum rika kabur “hmm.....lusa aja deh, besok ada acara soalnya” “acara apaan??” “mau tau aja, dasar miochin nih” “errr......” “udah ya, pake aja carrera ntu sesukamu, pulang duluu yaa~” Rika langsung naik ke civic *DRRRRRRRRMMMMM* Civic silver “bukan....silver bullet” Ya, silver bullet telah melaju meninggalkanku Yap....siapa sangka mobil civic butut (maafkan saya rika-san) kaya gitu ternyata silver bullet yang legendaris itu?? “yaaa....dunia ini memang penuh misteri” Aku segera menaiki carrera milik rika *BRRRRRRRMMMMM* Carrera pun melesat di tengah heningnya malam..... ................................... “ohya, aku sekalian belanja di pusat kota bentar ah” Aku baru inget kalo mini market di deket rumahku lagi ada perbaikan Dan berhubung stok makanan habis, jadi ya….sekalian aja deh *Brrmmm* Aku melihat keluar jendela Keramaian kota di malam hari “wah....jadi inget dulu waktu kecil.....” Waktu aku kecil, aku sering diajak jalan-jalan naik mobil sama orang tuaku Aku sudah sampai di minimarket tujuan Aku turun, lalu masuk ke dalam untuk membeli keperluan “206 ya kalau ga salah.....sayang banget dijual.....mungkin” Ya, mobil orang tua-ku dulu pugeot 206 berwarna hitam metalik Tetapi sekarang sudah dijual, atau ga Soalnya semenjak mereka berdua pergi ke luar negeri saat aku berumur 6 tahun Mobil itu sudah ga pernah kelihatan lagi... “padahal kalau ga salah 206 itu mobil terbaru pugeot waktu aku kecil dulu.....” Ya, seperti yang kubilang dulu Ayahku adalah seorang freak mobil “omong-omong....gimana ya kabar mereka sekarang??” Terakhir mereka kesini sewaktu aku berumur 12 tahun (sekarang 17) Dan aku tidak tahu pekerjaan mereka di luar negeri itu apa “yaa.....whatever deh....” Setelah membayar semuanya di kasir, aku menuju ke carrera lalu menaikinya *BRMMMMMMM* Carrera kembali melaju di jalan Tetapi di tengah perjalanan “hmm???” Aku menghentikan mobilku Aku melihat mobil-mobil tuned-up berjejer di pinggir jalan Nampaknya sedang ada street race Suara musik dengan hentakan keras terdengar dari luar sana “hmmm.......Rika bilang aku boleh pakai mobil ini sesukaku kan??” *BRRRMMMMM*NGUOOOONGG* CHAPTER 19 “wow” Balapan liar memang ga pernah membuatku berhenti kagum “(hmm......)” “(Daripada mbengong-mbengong terus ntar dikira anak ilang, mending jalan-jalan ah)” Aku melangkahkan kakiku sambil melihat sekeliling Mobil yang berjejer-jejer menarik perhatianku dari lokal sampai impor, semuanya ada disini “(BMW, Mercedes-benz, ford, lexus, Toyota, Dodge, chevrolet, honda, Porsche, mitsubishi.....)” *BUKK* “adaw” Aku nabrak orang “adududuuh.......” “OI BEGO, KALO JALAN LIAT-LIAT DONG!!!” Ternyata yang kutabrak mas-mas nampang preman “ahh, sorry-sorry, udah ya....” Ga pake mikir, aku langsung muter badan alias berusaha kabur “Oi Tunggu dulu.....” *TAP* “(MAMPUS!!!)” Pundakku dipegang sama dia “oi kamu” “(ga ada jalan lain.....)” “aduh mas jangan pegang-pegang dong, kan malu....” [ps* salah satu taktik Kamio, pura-pura jadi maho supaya terhindar dari masalah] “ih mas kok gitu sih, eke kan juga malu pegang-pegang kamu....” “..........” Hening sejenak “MAKSUD GUA NAPA LO BERLAGAK KAYA BANCI BARUSAN??!!” Mas-mas (ato mbak-mbak ya?) ntu balik normal “ah, Cuma perasaan lu aja kali” [Lagsung balik macho mode] “Oi lo maho, gua kasih tau ya, maaf aja ga laku disini!! Disini itu yang dibutuhkan itu DUIT!! D-U-I-T!!” “ooh.....duit toh.....” “nah uda ngerti kan?? Sini bayar gua sebage permintaan maaf lo!!” “oke-oke....nih” Aku ngeluarin recehan kembalian dari minimarket tadi “...........” “kurang?? Oh, ini ada permen kembalian tadi, makan aja gapapa kok......” “kamu.......” “oke utangku uda lunas kan?? Dada........” *GREP* Baru aja aku mau melangkah, tangan lelaki itu sudah mencengkram kerah bajuku “DASAR BRENGSEK!!! LO PIKIR GUA BERCANDA APA?!!” Suasana menjadi mencekam Semua melihat ke arah kami “(waduh......)” “wah-wah....ada ramai-ramai apa ini???” Sebuah suara memecahkan keramaian “Ah, itu kan.....” Suara bisik-bisik mulai terdengar ramai Aku melihat seorang pemuda berjalan ke arah kami Seorang pemuda berambut pirang dengan pakaian necis Wajahnya juga nampak kalem “AH!!! AKITO-SAN!!!” Pemuda yang mencengkramku langsung melepaskan cengramannya kemudian membungkukan badannya memberi hormat “(hah???)” “wah-wah, genzo-san, ada apa ini???” “Ini akito-san!! Bocah tengik ini menyenggolku, tapi dia tidak mau minta maaf!! ” “Apanya?? Bukannya aku udah minta maaf tadi??” Aku ga mau kalah “DIEM LO BOCAH!!” “wah-wah, sudah tenang dulu semuanya.......Genzo-san, kau bisa pergi sebentar??” “Haah???” “Genzo-san?!” Suara akito terdengar sekali lagi “ugh.....” Genzo langsung terdiam “CIH!!” Dia langsung nyelonong pergi meninggalkan kami “Hei kamu” “hmm?? aku??” “iya kamu, maafkan dia ya, memang tabiatnya sedikit buruk” “ahh, tiidak apa-apa kok, aku juga yang salah” “ahh, tidak....sekali lagi maafkan dia ya” “ahaha......” “(kayanya dia orang yang ramah deh)” “omong-omong, kamu ikut balapan habis ini kan??” Pemuda yang dipanggil akito tadi mengajakku bicara “kayanya sih aku Cuma ngelihat aja.......kenapa memangnya??” “wah sayang sekali......” “hahaha, mau gimana lagi?? Aku aja ga tau gimana caranya daftar ” “ooh, tenang saja, itu bisa diatur” “bener??” “yap. bener” “lha kamu sendiri gimana?? Masa ga ikut balapan??” “aku lagi ga mood hari ini, paling Cuma nonton aja, nah maka dari itu, aku ini sekarang lagi nyari penggantiku buat balapan, kamu bisa kan??” “BISA, TENANG SAJA!!!!” “oke, aku percaya deh” “MAKASIH YA, AKITO!!” “hahaha, sama-sama....lagian balapan kali ini Hadiahnya lumayan lhoo.....” Pemuda itu mengeluarkan selembar kertas dari saku-nya kemudian menunjukkannya padaku “prizenya.............5.000.000 YEN??!!” Aku terbelalak kaget ngeliat angka 5 yang punya banyak 0-nya “yap, 5 juta Yen. Makanya nyesel ga ikut!!” “oke deh, deal!!” “ok deal” Kami berjabat tangan ..................................... “oke, semua sudah beres, kamu mending siapin mobilmu deh” “sip, trims ya akito” “yap, sama-sama........” “kamio-, panggil aja kaya gitu” “oke kamio-, sampai jumpa di garis finish” “oke” Aku berjalan menuju carrera “(mohon bantuannya ya, carrera.....)” *DRRRMMM*DRMMMMMMMMM* Mesin carrera meraung di tengah malam Aku memasukkan gear ke posisi 1 Carrera-pun melaju secara perlahan *GROOOOOONG*GRRRROOOOOOONG* Di garis start sudah menunggu 3 mobil lainnya Aku menghentikan carrera tepat di belakang mobil kesatu dan 2 “(balapan ini circuit 1 lap ya........)” “(berhubung kata akito ini balapan dengan 5 peserta, posisinya startnya jadi seperti ini.....) Quote:
“(hmm.......Cayman, TT, RX-7......)” *BRRMMM*BRRRRRRRRMMMMMMM* Di sebelahku terlihat sebuah RX-8 berwarna silver Kaca jendela RX-8 itu diturunkan, sehingga aku bisa melihat pengemudinya “Yo bocah” “Cih” Teryata pengemudi RX-8 itu adalah mas-mas tadi “hah?? Pake Carrera standart ngarep menang?? Jangan mimpi deh!!” “kita ga bakal tau sebelum dimulai kan???” “HAHAHHA, dasar bocah belagu, kalo kalah jangan nangis lho ya!!” Kaca RX-8 itu menutup lagi “(maho aja bawel)” Saat aku melihat ke depan lagi Seorang gadis memberikan aba-aba “(baiklah......)” “3....” *BRRRRRRMMMMM* “2....” *GROOONG*GROOOONG* “1.....GOO!!” *CKIDDDDDD*GRUOOOOONGGGG* Kelima mobil langsung melaju dengan cepat Tapi...... “OI OI, KOK AKU PALING BELAKANG??!!!” Di depan terlihat tikungan pertama “(berhubung ini bukan drift jadi.....)” Tanpa mengurangi kecepatan terlalu banyak, aku memutar setirku dan melakukan wide-drift *CKIDDDD* “SIP!!” Jarakku dengan keempat mobil lainnya makin mendekat “abis tikungan ini jalan lurus ya......” “.....” “JALAN LURUS?!!!!” *NGHOOOOOONGGG* Knalpot TT mengeluarkan Api Disusul oleh mobil yang lainnya “NOS......NOSS!!!!” “FAAAAK!!!! INI MOBIL KAN GA ADA NOS-NYAAA!!!!” Alhasil jarakku dengan mobil lainnya makin jauh “baguslah, sudahlah HP kalah, sekarang tambah sip gara-gara ni mobil ga punya NOS” Aku Cuma bisa nggerundel sambil terus berusaha mengejar “(Gimana nih?? Berhubung ini point to point, aku ga punya waktu lama-lama buat ngejar....)” *TIIIN*TIIIIINNNN* Suara klakson memecahkan lamunanku *BRUAKKKK* TT nampaknya sudah menabrak mobil pizza Aku melaluinya begitu saja Waktu aku melihat ke spion Kulihat kedua pengemudi sudah siap dengan senjatanya masing-masing “well........selamat berantem deh” Aku mengalihkan pandanganku ke depan lagi Sebuah perempatan Mobil lainnya sudah tidak terlihat lagi “ANJRIT KEMANA NIH?!!!” Berhubung ini mobil standart-dart-dart-daaaaartt.....jadinya ga punya GPS “mana aku ga tau tracknya pula.....bego amat deh.....” Perempatan makin mendekat “kiri...kanan...kiri......kanan.......” LURUUSS!!!!“” Daripada bigug kiri kanan, akhirnya aku milih lurus deh *NGOOOOONGG* Di tengah perempatan Aku sekilas melihat cayman yang berwarna pink berada di jalan sebelah kanan “.........” Artinya “GUOBLOK KESASAAAAAAAARR!!!!!” “ah tapi tunggu dulu.......” “(seingetku kalau ke kanan tadi itu jalan searah yang nantinya kkeluar di......., dan itu lebih cepat kalau lewat jalan ini!!)” “sip dah!!” Aku dengan semangat menginjak gas Laju carrera makin kencang Dengan hati-hati aku menghindari mobil-mobil sipil pengguna jalan lainnya ............................ “itu dia” Sebuah perempatan besar yang menghubungkan jalan yang kulalui dengan jalan yang musuh lalui sudah terlihat dari kejauhan “tapi sekarang pertanyaannya.....” Kiri atau lurus....... Karena jalan keluarnya dipastikan dari jalan sebelah kanan, pilihannya pasti ada di antara kiri atau lurus *BROOOOOOOOM* Suara mobil musuh terdengar “Sip!! aku tinggal ngelihat mereka ke arah mana” *DRRRMMMMMM*CKIIDDDDDDDDD* “eh??” Entah mataku yang picek atau apa Aku melihat cayman dan RX 8 berbelok menuju ke arahku *NGOEEENG* Kedua mobil itu baru saja melewatiku “BELAKAAAAAAAAAANG??!!!!!!” Ternyata Rute yang sesungguhnya adalah jalan yang baru saja kulewati “HOLY FAAAAKKK!!!!” Aku langsung saja membanting setir, memasukkan gear ke gigi 2 kemudian 1, dan melakukan drift 180* *CKIDDDDD*GROONG*CKIIDDDDDDD* Langsung saja tanpa ampun aku menginjak gas *NGUOOOOOONG* Carrera kembali stabil setelah kulakukan spin 180 * “wooh…..” Aku sempet kaget juga ama skill-ku “(modal ngegame bisa kaya gini…. Keren juga)” “(tapi bukan saatnya mikir gituan!!)” Kupacu laju carrera dengan sepenuh hati *NGUOOOOONG* Kendaraan-kendaraan sipil kulewati dengan gampangnya Yaa, as expected from sports car Carrera meski standart bisa memberikan output tenaga yang lumayan Tetapi tetap saja jarak antara mobilku dengan kedua mobil lainnya tidak terkejar “Cih, sial” Setelah itu, terlihat asap berwarna Hijau + suara ledakan kembang api jauh didepan “berikutnya apa ini??” Aku melihat kedua mobil didepanku makin menjauh, dan keluarlah api dari knalpot mereka “oh NOS lagi, bagus” Kedua mobil di depan “Bener-bener kalah telak gara-gara NOS, sial” Dan akhirnya, aku melalui garis finish Dan aku kalah............... ................................. “Okee, pemenangnya adalah Genzo!!” Tenyata pemenang dari balapan barusan adalah si Yang genit ntu “HMPH!!” Si genzo hanya tersenyum angkuh saat menerima prize uang tunaii 5.000.000 yen “haaah.....sial” Aku hanya bisa melihat dari jauh sambil menghela nafas “yoo, mio” “ooh, akito” “gimana balapan barusan??” “seru sih, tapi ya akhirnya kalah” “hahaha, lha kamu bawanya carrera standart, gimana mau menang?” “iya sihh.....” “ya gapapa-lah, daripada nabrak mobil pizza” “iya sih, hahahaha” Kami berdua tertawa Ternyata akito itu orangnya asik juga “(ternyata orang-orang dunia balap liar ga seserem yang kubayangkan ya)” “si RX-7 belom dateng ya?” “eh?” akito mengernyitkan dahinya “lho, iya kan? perasaan tadi ada 5 mobil yang ikut...” “jangan-jangan.....” Wajah akito mulai terlihat garang *GRUOOOONG* Ada mobil RX-7 yang datang “oi, kamu lama amat finishnya? Kesasar ya?” Seorang lelaki mendekati mobil tersebut Pengemudi RX-7 tiba-tiba keluar “eh?’ lelaki yang mendekat itu mendapat bogeman fresh dari pengemudi RX-7 itu *DHUAK BRUGHH* “POLISI!!! ANGKAT TANGAN KALIAN SEMUA!!!” *NGUING-NGUING* Suara sirine makin mendekat “SUDAH KUDUGA!!” akito berteriak “eh??” Aku yang masih belom menangkap suasana hanya bisa terbengong-bengong COPYRIGHT :
This Work is pure fiction
and fresh from creator illusion![]() TAMBAHAN :
Kalo anda merasa Cerita ini ada mirip-miripnya dengan anime, manga Vn ato bahkan khayalan anda, harap dimaklumi
![]() lha soalnya kan dimana-mana yang namanya balapan cuma kaya gitu kan? ![]() Tapi tenang saja, Mirip bukan Berarti SAMA PERSIS ![]() Naah, saya sebagai penulis akan berusaha menambahkan ide ide orisinil lainnya yang niscaya belom pernah ada dimanapun ![]() so, nantikan saja ![]() Tiap Chapter akan di-Update beberapa hari sekali
![]() soalnya saya lagi sibuk ama sekolah ![]() kalo ga mood saya yang lagi jelek ![]()
__________________
KELAKUAN SAAT NGUMPUL Karya Tulis saya Istri-Istri saya ![]() ALL HAIL GESO ![]() ![]() ![]() Last edited by MioChin; 25 January 2011 at 19:39. Reason: update :keren: |
||
|
|
|
| Liked by |
|
|
#2 |
|
ga ada orang di rumah?
![]() ![]() |
ini keren banget!!!!!
walopun perkembangan critanya yg super cepat kyk tipikal manga shounen fanfic ini ![]() ga sabar buat lanjutannya n penasaran ama cowo berjas yg bikin mio kayak anak bayi dihadapan dia ![]() kelemahannya satu mungkin mio THU CEWEK NAMANYA SIAPA!!!!!! COWOK MACAM APA KAMU GA NANYA NAMA CEWE MERON ITU!!!!!!!
__________________
![]() IN MINDJIPET WE BELIEVE!!!! vote mindjipet untuk menjadi gubernur bidji periode 2012-2015 |
|
|
|
| Liked by |
| oompedho |
| View Public Profile |
| Send a private message to oompedho |
| Find More Posts by oompedho |
| View Blog |
|
|
|
#3 | ||
![]() ![]() ![]() |
wah keren tuh
![]() btw, bikin aku ngakak Quote:
![]() nice story, lanjutin yah...!! kebetulan saya juga suka cerita balap-balap kayak gini
__________________
(┌¬‿¬)┌"It's not that I win by default, it's because your choice is simply invalid. ┐( ̄ー ̄)┌" Mission: 2015 Go To Japan. FUCK YEA.http://i.imgur.com/DWhU9.gif Let's, Vanguard!! Kyun Merchandise Shop | KAORI DAI my wife (2D ver) : Kawasumi Mai (Kanon) Furukawa Nagisa (Clannad) Nakagawa Kanon (TWGOK) ![]() Quote:
|
||
|
|
|
| Liked by |
| kyun1777 |
| View Public Profile |
| Send a private message to kyun1777 |
| Find More Posts by kyun1777 |
| View Blog |
|
|
|
#4 | ||
![]() ![]() ![]() |
Quote:
saking terpananya mungkin ampe lupa nanya nama
__________________
(┌¬‿¬)┌"It's not that I win by default, it's because your choice is simply invalid. ┐( ̄ー ̄)┌" Mission: 2015 Go To Japan. FUCK YEA.http://i.imgur.com/DWhU9.gif Let's, Vanguard!! Kyun Merchandise Shop | KAORI DAI my wife (2D ver) : Kawasumi Mai (Kanon) Furukawa Nagisa (Clannad) Nakagawa Kanon (TWGOK) ![]() Quote:
|
||
|
|
|
| kyun1777 |
| View Public Profile |
| Send a private message to kyun1777 |
| Find More Posts by kyun1777 |
| View Blog |
|
|
#5 |
|
I'm otaku also a big Sadist!!
![]() ![]() Join Date: Apr 2010
Location: dibandung
|
settingan ceritanya agak mirip vn moero downhill 2.
itu coman pendapat gua aja. |
|
|
|
|
|
#6 | |
|
ga ada orang di rumah?
![]() ![]() |
Quote:
![]() saya blon maenin moero hill tapi klo ternyata mirip brarti moi blon bs lepas dari penyakit fanfic dia sebelumnya
__________________
![]() IN MINDJIPET WE BELIEVE!!!! vote mindjipet untuk menjadi gubernur bidji periode 2012-2015 |
|
|
|
|
| oompedho |
| View Public Profile |
| Send a private message to oompedho |
| Find More Posts by oompedho |
| View Blog |
|
|
#7 | |
|
I'm otaku also a big Sadist!!
![]() ![]() Join Date: Apr 2010
Location: dibandung
|
Quote:
soalnya gua jujur belom lama berkecimpung didunia vn kebetulan aja moero 2 baru gua maenin sebelom puasa jadinya masih fresh. |
|
|
|
|
|
|
#8 |
|
ga ada orang di rumah?
![]() ![]() |
g bisa lepas dari settingan cerita yg jadi referensinya
di karya sebelumnya fanfic mio ttg yukine dari clannad n settingannya bener2 mirip ga kayak om moetinez yg bisa bikin setting baru utk cerita dia dan kyou ![]() oh well mio u should fix this problem
__________________
![]() IN MINDJIPET WE BELIEVE!!!! vote mindjipet untuk menjadi gubernur bidji periode 2012-2015 |
|
|
|
| oompedho |
| View Public Profile |
| Send a private message to oompedho |
| Find More Posts by oompedho |
| View Blog |
|
|
|
#9 |
|
Fetish Rambut bakpo dan hobi ngpump
![]() ![]() Join Date: Jun 2010
Location: Kota Malang, rumah kluarga
|
tenang saja
meski ini beberapa ada yang mirip dengan moero downhill, saya ada gebrakan terbaru yang (kayanya) belom pernah ada di manga shonen manapun
__________________
KELAKUAN SAAT NGUMPUL Karya Tulis saya Istri-Istri saya ![]() ALL HAIL GESO ![]() ![]() ![]() |
|
|
|
|
|
#10 |
|
Fetish Rambut bakpo dan hobi ngpump
![]() ![]() Join Date: Jun 2010
Location: Kota Malang, rumah kluarga
|
chapter updated:
chapter 3, 4, 5 ![]() @mfa : boong kalo aku bilang ga kepengaruh ama moero downhill 2 ,tapi lihatlah chapter" selanjutnya ![]() mirip bukan berarti sama persis @oompedho : di chapter 5 inilah akan terlihat dimana KARYAKU DAN MOERO DOWNHILL ITU BERBEDA)
__________________
KELAKUAN SAAT NGUMPUL Karya Tulis saya Istri-Istri saya ![]() ALL HAIL GESO ![]() ![]() ![]() Last edited by MioChin; 17 August 2010 at 16:18. |
|
|
|
|
|
#11 | |
|
ga ada orang di rumah?
![]() ![]() |
Quote:
![]() Yowes Maaf klo ada kata menyinggung
Last edited by oompedho; 14 August 2010 at 18:14. |
|
|
|
|
| oompedho |
| View Public Profile |
| Send a private message to oompedho |
| Find More Posts by oompedho |
| View Blog |
|
|
#12 |
|
Dirumah pake celdam doank...BEBAS!!
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
masih lanjut kan?
saya nunggu kelanjutannya...apalagi pas terakhir ada sebuah nama....Kamio-san? adik saya? Kamio Misuzu?
__________________
![]() Eternal promise............ |
|
|
|
| martinez |
| View Public Profile |
| Send a private message to martinez |
| Find More Posts by martinez |
| View Blog |
|
|
#13 | |
|
Fetish Rambut bakpo dan hobi ngpump
![]() ![]() Join Date: Jun 2010
Location: Kota Malang, rumah kluarga
|
hayah
![]() ga ada yang nyinggung kok, justru bagus oom mau ngasi pendapat dan masukan buat saya ![]() (kalo soal nya cuma pengen aja kok , ga ada maksud serius )Quote:
nantikan saja ![]() dan kamio itu nama saya, bukan adek anda
__________________
KELAKUAN SAAT NGUMPUL Karya Tulis saya Istri-Istri saya ![]() ALL HAIL GESO ![]() ![]() ![]() |
|
|
|
|
|
|
#14 |
|
Kotomi and Yuu's Dear One
![]() |
waaahhh,,,, dipost juga akhirnya
![]() yah, ditunggu kelanjutannya
__________________
|
|
|
|
| Liked by |
| luminensce |
| View Public Profile |
| Send a private message to luminensce |
| Find More Posts by luminensce |
| View Blog |
|
|
#15 |
|
I'm otaku also a big Sadist!!
![]() ![]() Join Date: Apr 2010
Location: dibandung
|
sori gua boleh nanya bedanya dimana?
gua udah baca chapter5 tapi malah mirip moero 1 sama campuran beberapa anime. mungkin gua salah kayaknya deh. |
|
|
|
![]() |
| Thread Tools | |
|
|


Penulis atau orang yang kreatif? Mari bergabung bersama LPK KAORI! Beri dukungan dengan membaca dan mengapresiasi karya mereka yah!
???



:
:
:
:























saya nunggu kelanjutannya...
adik saya? 




