
|
|||||||
Text here
Lingkaran Penulis KAORI Penulis atau orang yang kreatif? Mari bergabung bersama LPK KAORI! Beri dukungan dengan membaca dan mengapresiasi karya mereka yah! |
![]() |
|
|
Thread Tools |
|
|
#1 |
|
Fetish Rambut bakpo dan hobi ngpump
![]() ![]() Join Date: Jun 2010
Location: Kota Malang, rumah kluarga
|
[LFF] The Dear One - Place Where She Belong
PEMBUKAAN
![]() 1. sebelumnya maaf kalau isi fanfic ini kepanjangan ![]() (terutama buat juri yang nanti bakal mbaca cerita yang suaaangat panjang ini )ditambah konon katanya kalau ini diterbitkan dan dijilid bisa jadi 1 buku light novel ![]() 2.sebetulnya daripada disebut cerita tentang suka duka rumah tangga, ini lebih tepat disebut 'sejarah perjalanan aku dan istriku' (dari awal ketemu ampe akhirnya nanti berpisah )3.jika anda menemukan nama istri dari user lain, tenang saja karena penggunaan istri-istri yang terdapat di dalam fanfic ini sudah mendapat ijin dari suami-suaminya masing-masing ![]() satu lagi, berhubung ini karya kolaborasi, untuk cerita lengkapnya bisa membaca seri the dears one yang satunya lagi ![]() 4. dan jika anda menemukan kata-kata yang sedikit berbahaya mohon dimaafkan , karena tanpa dibumbui kata-kata yang seperti itu, cerita ini akan menjadi hambar bagai masakan tanpa garam![]() 5. sebagai penutup, saya ucapkan terima kasih atas penyelenggara event ini , karena telah memberikan saya kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada Istriku yang tercinta![]() nb : buat LUMI sankyu verymuch , And CIHUY for U :cihuy:ahir kata, selamat membaca silahkan ![]() Our Life as Student Days 01 “aku benci dengan hidupku ini…” “kalau aku hidup seperti ini, kenapa Tuhan memberi kehidupan padaku??” “kenapa…..” “kenapa Tuhan sungguh Tidak adil???” ....... “uhhh....” Aku mengucek mataku yang masih setengah terbuka, kemudian aku bangun dari tempat tidurku “sekarang jam....” Aku melihat jam “06.05” “(masih pagi....)” Aku membuka laptopku, lalu memutar lagu kesukaanku “yosha!, mumpung masih pagi hal pertama yang harus kulakukan adalah....” “streching!” “beres-beres kamar!” “baca komik!” “and now...” “time for karaoke! Himo himo hiimo himoo~” *tak lama kemudian* “hueh, capek juga” Aku melihat jam lagi “06.05.... kok aneh?” Aku melihat hapeku “06.50” “....” Aku membuka gorden yang menutupi jendela kamarku Saat aku membukanya, sinar terang sang mentari menyilaukan mataku “Ah, matahari masih berwarna kuning toh....” “BUKAN ITU MASALAHNYA” Aku mengambil handuk yang terletak di meja belajarku lalu berlari menuju kamar mandi “suka becanda nih jam di kamar, masi sempet aja mati!” Ya meski Cuma angka 0 ama 5 nya yang kebalik alias Cuma masalah kecil, tapi dampaknya bakal luar biasa Setelah ber cibak-cibuk ria, aku bergegas menuju kamar dan berganti pakaian Lalu aku berlari menuju keluar rumah “yabe!” Aku kembali ke rumah, lalu mengunci pintunya Setelah itu aku berlari menuju ke sekolah dengan kecepatan tinggi Aku masih berlari Aku biasanya berjalan kaki untuk menuju ke sekolahku, ya berhubung rumahku ga begitu jauh dengan sekolah, diputuskan aku berjalan kaki, itung-itung hemat biaya lah Tapi kalo uda kaya gini nyesel juga ga punya kendaraan (nganggur) di rumah “SHIIIII!!!! Mana PR belom kelar pake acara telat pula, SIAAAALL!!!” Saat ini yang ada dipikranku adalah untuk terus berlari agar tidak terlambat ke sekolah “AWAAS!!” Seseorang menarik lenganku secara tiba-tiba Langkahku-pun terhenti *NGOOOONG* Sebuah Truk lewat tepat di depanku dengan kecepatan tinggi Anginnya pun sangat kencang “Holy....” aku hanya bisa tercengang Aku masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi “Kamu tidak apa-apa??” Sebuah suara mengembalikan kesadaranku “ah, iya... Aku gapapa kok” “ooh, syukurlah. ” Aku melihat ke sekeliling, sebuah distrik pertokoan yang cukup ramai Aku tepat berada di pinggir jalan raya “Lain kali hati-hati ya? perhatikan dulu lampu penyebrangan sebelum menyebrang” Aku melihat ke arah lampu penyebrangan, masih warna merah “(apa aku tadi ngelindur ya?)” “ah, lampunya sudah hijau” Setelah berkata seperti itu, gadis itu menarik lenganku yang dari tadi ia pegangi “ayo kita menyebrang” “ah, baiklah” Aku hanya bisa mengikutinya Tapi... Hal ini tak buruk juga kan? “nah, kita sudah sampai” Kami sampai di sisi lain jalan tersebut “baiklah, saya mohon diri dulu, permisi” Gadis itu memberi hormat lalu pergi begitu saja “AH, TUNGGU!” aku berteriak lalu memegang bahunya “hmm?? Apa ada yang bisa saya bantu lagi?” dia menoleh padaku “ehm... anu....” “iyaa??” “makasih ya... udah nolongin aku...” “ah iya, sama-sama” dia menjawabku dengan rmah, disertai dengan senyuman manis yang menghangatkan hati *degh* Aku hanya bisa memalingkan muka karena tersipu malu, Hatiku berdebar-debar “anuu, saya permisi dulu ya? Kalau tidak, bisa-bisa saya terlambat ke sekolah” dia berkata demikian setelah melihat arloji-nya “ah, baiklah... aku juga bisa-bisa ter...” “....” “HOLY COOOOWW!!!” Aku segera berlari menuju sekolah Coba bayangkan aja, aku tadi hampir pergi berpetualang ke dunia sana buat jumpa fans sama anggota SS* gara-gara hal itu, tapi sekarang aku malah lupa sama-sekali tentang hal itu hal itu? Yup... TER-LAM-BAT! Sesaat aku menoleh ke belakang untuk melihat gadis itu Dia melihatku dengan bingung Aku hanya bisa melambaikan tanganku kearahnya sampai dia tak terlihat lagi oleh mataku Istirahat..... “Istirahat Siang” “Saatnya murid-Murid pergi ke kantin, mengisi perut mereka untuk bersiap menghadapi pelajaran berikutnya demi masa depan yang cerah” “Berkumpul dengan teman-teman, untuk melepas rasa jenuh dan saling bertukar cerita untuk mempererat hubungan mereka” “atau juga saatnya untuk sepasang kekasih untuk bertemu lalu mengekspreksikan cinta mereka satu sama lainnya” “Fak mamen, what kind of shiT is dat?” Tiba-tiba ada yang memotong dialogku, aku melihat ke arah suara itu berasal ” yo lumi” “yo chin” Yup, yang mengajakku mengobrol ini namanya adalah Lumi Dia teman akrabku, kami akrab karena kami sama-sama malas, bandel dan ga tau malu Jadinya bisa dibilang para orang sesat “ngapain lo baca barang geje gitu?” “iseng aja, nemu di dalam bangku” “omong-omong bacaan apaan tuh chin? Kok gimana gitu” “hmm, ga tau juga... coba cek sampulnya aja” Aku melihat sampul Buku itu, saat itu aku menyadari sesuatu “hmm…..Ni buku perpustakaan ya?” aku melihat cap sekolah di sampulnya ”mana-mana, coba aku liat”lumi merebut buku itu dari tanganku Lumi memperhatikan cap itu dengan seksama “hmm…. Ni kayanya punyanya sekolah sebelah deh” “hoo…. Sekolah sebelah ya….” Sekolah sebelah, yang kami maksud adalah ___(nama sekolahnya) Gakuen. Sekolah anak-anak elite alias anak-anak tingkat atas, HIGH CLASS gitu loh Dan yang jelas bukan sekolah buat anak-anak kroco macam kami lah “(sekolah sebelah?)” Aku teringat kejadian tadi pagi, saat gadis itu menolongku… “(kalo ga salah kan seragamnya seragam murid sekolah sebelah) ”( mungkin aja aku bisa ketemu sama dia lagi!)” Setelah sempet mikir, akhirnya aku berkata “Gimana kalau kita balikin sekarang??” “jah, sesad lu chin.. tapi kayanya oke juga deh” lumi langsung saja menyanggupi ideku “lagian abis ini pelajaran Mat-nya si botak, mumpung masih istirahat mending kabur aja” “oke oke, time for action bro!” “YOSH!” Kami lalu menuju bangku masing-masing, lalu mengambil tas dan ngacir keluar kelas “OI, KALIAN MAU KEMANA?” ketua kelas kami berteriak “MAU LIAT SUNATAN MASAAL, DADAAH~” ....................... “waduh, gimana nih chin?” “aku juga bingung tau, SWT” Kami menemui jalan buntu, benar kami sudah sukses keluar dari sekolah kami, tapi masalah baru menghadang kami Sesampainya di sekolah sebelah, ternyata pengawalannya super ketat. Di gerbang depan saja sudah ada beberapa murid tatib yang berjaga-jaga “ngapain tuh tatib di depan semua??” “manakutahu....apa kita lompat aja?” “jangan lah, di depan aja pengawalan uda mukegile kaya gitu” “ya gatau lagi deh...” Kami sudah hampir putus asa sambil melihat gerbang dari kejauhan di balik tiang listrik. Tiba-tiba aku melihat wajah yang familiar “(hmm... Itu kan...)” “Oi, Ren Sempai! Sini-sini” Aku melambaikan Tanganku “yoo~ ada apa gerangan Kouhaiku tersayang?” “jah” “aku langsung merinding aja ngliat reaksi ren-senpai Gimana gichu “Ren-senpai, ngapain kamu disini??” “hmm.... aku mau ikut event di sekolah itu” “wah, pas banget senpai” Lumi tau-tau nyaut “gimana kalau kami pura-pura jadi peserta event itu???” “wah, ga bisa deh.” Ren senpai mengeluarkan sesuatu dari sakunya “setiap peserta harus punya id pengenal ini, kalau ga dilarang masuk” “walaahhh....” Lumi kecewa idenya kandas “Gimana chin??” “Hmmm.....” ..... Strategi telah disusun Ren-Sempai mengalihkan Perhatian anggota tatib itu, sementara itu aku dan Lumi masuk dengan mengendap-endap Aku melihat Ren-Sempai mulai melancarkan aksinya “YOSH, ayo masuk mi!” “Oyi chin, aku nang mburimu” Kami mengendap-endap dengan penuh hati-hati sambil terus melihat ke arah Ren-Sempai *bugh* “Aw” Aku menabrak sesuatu Saat aku melihat apa yang kutabrak ternyata kaki seorang anak perempuan Saat aku melihat ke atas.... “wow, HITAM!” “KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” Dia mengayunkan tangannya, beruntung aku bisa menghindarinya *DHUAGH* “UOGHHH” “LUMIII!!!!!” Lumipun tumbang terkena pukulan cewek itu “OI, SIAPA ITU?!” Anggota tatib yang lainnya berlari mendekati kami “Fak, Ayo kabor Lum!” aku menarik tangan Lumi “aduduuuuh, FUUUUUUUUUUUUUUUU” Sambil merintih kesakitan, Lumi bangun dan berlari mengikutiku “OI TUNGGUU!!!!!” Tanpa menggubris Teriakan para tatib itu, kami terus berlari Saat aku melihat ke belakang, tampak Ren-sempai diseret oleh 2 murid tatib “Poor Ren-senpai...” Dan kami terus berlari sampai ujung dunia... ........... “Hufh...Hufhh....” “kayanya Mereka udah ga sadar kita disini deh chin...” “doain aja” Kami (untuk sementara) selamat dari kejaran para tatib itu tadi Saat ini kami berada di sebuah ruangan kosong, beruntung kami menemukannya “tapi omong-omong ni ruangan apa ya?” Lumi mulai memeriksa keadaan sekitar Aku melihat banyak sekali buku yang tersusun rapi di dalam ruangan ini.... “hmmm.... Perpus kali” Dan juga Tv,dvd player, kompor gas, microwave “...Atau bukan...” “ya pokoknya untuk sementara kita aman lah disini” lumi lalu duduk di kursi *Zrakk* Pintu tiba-tiba terbuka “SHIT!” kami sudah berancang-ancang mau berlari “Eh??” “EEEHH??” aku kaget melihat siapa yang membuka pintu Dia adalah Gadis yang menolongku tadi pagi Suasana jadi hening “siapa chin?” ...... “ooh, jadi begitu ceritanya” “hahaha, ya gitu deh...” Akhirnya aku dan Lumi bersantai sambil menceritakan kenapa kami bisa sampai disini Untung saja gadis itu baik dan mau menerima kami, bukanya menyerahkan pada tatin-tatib sialan itu “Kalian berdua mau minum apa?” tiba-tiba gadis itu bertanya “hmm.... aku teh anget” “kalo gitu aku Kopi” Lumi ikutan “baiklah, tunggu sebentar” “Wait a sec!” aku langsung angkat bicara “hmm? Ada apa??” “memangnya kami bisa pesan yang seperti itu??” “iya, tenang saja semua bahannya ada kok” Gadis itu lalu membuka sebuah lemari kecil, dan terlihat semua bahan-bahan “.....” “ni sekolah kok ada kafenya chin?” Aku hanya bisa membisu Dia mulai menyiapkan semuanya “Omong-omong chin, siapa tuh cewek? Cakep juga...” “hmm.. kenalan gw, hauhauhau” “sialan lu chin, nemu dimana lu cewe kaya gitu?” “hmmm..... “ Aku lalu menceritakan kejadian tadi pagi... “jadi gitu ceritanya” “hoo.... i see...” Lumi tampak termenung setelah mendengar ceritaku, mungkin setelah mendengar teman terbaiknya ini hampir mati “sial banget ya lu chin, sial banget lu ga jadi mati” *DHUAK* “Itee...” Aku menjitak Lumi “baik, silahkan” Gadis itu memberikan 2 gelas minuman yang berisi pesanan kami masing-masing “ah terima kasih...” “jadii, bolehkah aku melihat Buku yang anda temukan, anuu....” “oh, kenalin namaku Kamio” Aku memperkenalkan diriku dengan penuh percaya diri dan memberikan senyum terbaikku “panggil aja dia MioChin, kan lebih imut” tiba-tiba Lumi ikut menimpali *Grep* “Lumi, pulang ntar gua hajar lo” “ampun kk, ampun. Kidding doang kok, kiddink~ ” “ooh, MioChin-san ya??” “Jah!” Kok malah dia yang ketularan Lumi “MioChin aja, ga usah tambahin San” “Oooh, baiklah MioChin” Aku makin kencang mencengkram kerah Lumi “Lumi............” “hehehehe, ampun kk~ ” “sudah-sudah kalian berdua, nanti minuman kalian keburu dingin lo...” Gadis itu melerai kami “hufh, yasudalah...” Kami lalu kembali duduk “omong-omong, perkenalkan nama saya Yukine, Miyazawa Yukine” Setelah berkata seperti itu, dia menyuguhkan sepiring cookies “hoo... salam kenal kalau begitu” “anu, Miochin...” “nah lo, beneran dipanggil Miochin” Lumi hanya geleng-geleng kepala “Lu pikir gara-gara siapa juga? Ada apa Yukine??” “katamu kalian menemukan buku perpustakaan milik sekolah ini kan? Boleh aku melihatnya?” “oh, silahkan saja” aku segera mengambil buku itu dari dalam tas ku, kemudian menyerahkanya pada Yukine. “ahh.... ” “kenapa??” “ini kan Buku dari ruang ini yang sempat hilang, terima kasih ya sudah kalian bawakan lagi” Dia tersenyum padaku “ah, iya sama-sama...” “(tapi buku sekolah ini kok bisa nyasar ke sekolahku ya??)” “(ah whatever...)” Mungkin itu menjadi keajaiban dunia yang ke 8 Atau ke 9 ya? Aku melihat Lumi, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu “(hmm... biarin dulu aja deh) ”omong-omong yukine, ini ruang apa??” “ini ruang Refrensi” “(nah lo tambah ga nyambung lagi)” “anuu, ruang refrensi??” aku bertanya untuk meyakinkan “iya, Ruang refrensi. Dulnya disini ini perpustakaan, tapi karena dibangun perpustakaan di bangunan yang baru, ruang ini dijadikan Ruang refrensi, isinya adalah buku-buku dan data-data lama sekolah ini” “lalu kok ada TV dan microwave disitu?” aku menunjuk ke benda yang dimaksud “ooh, kalau itu sih barang-barang yang sudah tidak terpakai, daripada dibuang jadi lebih baik disimpan disini” “(ini mah bukan ruang refrensi, gudang iya)” “lalu, sedang apa kau disini? Bukannya sekarang kelas sudah dimulai??” “ah, tidak. Karena sedang ada event, maka semua siswa dipulangkan lebih awal” “oh... event ya...” Ya, evet yang tadi dijelaskan oleh ren sempai Omong-omong nasibnya gimana ya?? “pasti sudah mati...” “hmm?? Miochin ngomong apa barusan?” “ah, bukan apa-apa kok yukine” “terus kalau sudah waktunya pulang, kenapa kok kamu tidak pulang saja ke rumah??” “hmm... mungkin karena aku ingin mampir dulu ke tempat ini?” “apa kamu penanggung jawab ruang ini??” “bukan” “lha terus kamu ngapain kamu disini??” “karena aku senang berada di tempat ini” dia menjawab pertanyaanku dengan kalem, ditambah senyumannya membuatku tidak bisa berkata-kata lagi ![]() “(whatever deh...)” ”anuu, Miochin percaya dengan sihir?” “err... Sihir?” “iya, sihir” “(sihir ya....)” Kalau bicara soal sihir, aku ingetnya kaya sihir-sihir yang kaya di n*n*ha, atau ga kaya ich*ban uso no da*ma*u, ato mungkin kaya di om*mor* H*mar* ??? “(jangan-jangansihir yang ada di b*ble bl*ck itu ya?)” Abis mengkhayal yang nggak-nggak, aku kembali pada sense ku “hmm.... ga terlalu sih, memangnya kenapa?” “apa Miochin mau mencoba sebuah mantra??” Dia lalu mengambil sebuah buku dari rak, lalu memberikannya padaku ![]() “...’Ensiklopedia Sihir...’” aku membaca judul dari buku itu “(nah lo, keajaiban dunia ke 10 telah datang)” aku membaca daftar isinya “(cara mengusir serangga.....menghilangkan rasa ngantuk..... memasak dengan enak... tunggu dulu, ini mah bukan mantra!)” Aku terus mencari sihir yang sedikit masuk akal “(mengusir seseorang dengan cepat.... boleh juga nih)” Aku melirik ke arah Lumi, ide iseng muncul dalam pikiranku “Yukine, coba yang ini” “hmmm... baiklah, kita mulai langkah awalnya” ![]() “sediakan sekeping uang logam, lalu pikirkan orang yang ingin kau usir sambil memegang koin itu dan bacalah ’Tashimashihoutshu’ sebanyak 3 kali” “err....” Mantranya aja yang meyakinkan, yang lainnya ga Aku melakukan persis hal yang Yukine jelaskan, aku mengambil uang gopek dari sakuku, “Tashimashihoutshu, Tashimashihoutshu, Tashimashihoutshu....” Sunyi..... “kayanya ga berhasil deh...” “tunggu saja sebentar” yukine meyakinkanku *DHOK*DHOK*DHOK* Tiba-tiba pintu digedor “YABE!!” aku langsung melompat kaget “WADUH, GIMANA NIH??” Lumi yang tadi melamun tiba-tiba ikutan panik “Yukine, ga ada tempat buat sembunyi? Peti mati atau apa kek?” “hmm.... kayanya sih Loker itu kosong” Yukine menunjuk ke arah sebuah loker yang ukurannya cukup besar “SIP!” aku segera berlari menuju Loker itu “Eh, Tunggu!!” lumi pun ga mau kalah Berhubung aku yang lebih cepat, aku yang berhasil masuk ke dalam Loker itu duluan “Safe...” “SAFE GUNDULMU! AKU GIMANA NIH??!” Lumi berteriak panik dari luar Loker “ya ga tau lah, siapa cepat dia dapat, kalau mau marah salahkan saja hukum alam dan kebodohanmu” “SIALLL, OI KELUAR OI!” *CKREKK* Pintu terbuka “Holy Shi....” Hening sesaat..... “OI KAMU TUNGGU!!!” anggota tatib yang mengejar kami tadi memasuki ruangan ini aku sudah aman di dalam loker ini sedangkan lumi... “FUUUUUUUUUUUUUUUUUU” Dia berlari lalu melompat keluar lewat jendela yang terbuka “OII TUNGGU!!!” Anggota tatib tidak mau kalah, mereka mengejar Lumi dan ikut melompati jendela Sayup-sayup dari kejauhan terdengar suara makian untukku Persetan lah~ Setelah semuanya kembali tenang, aku keluar dari loker “wow...” “bagaimana, manjur kan?” yukine memulai pembicaraan “memang sulit dipercaya, tapi memang manjur” Aku melihat keluar jendela Lalu kuberikan hormat terakhirku pada Lumi “Lumi... kematianmu tidak akan kusia-siakan....” ....... Sudah sore, tidak terasa aku sudah menghabiskan waktuku di tempat ini Kami membicarakan banyak hal tadi, dari hal penting seperti apa yang kulakukan di sekolah ini sampai hanya sekedar basa-basi saja. “ah, sudah jam segini...” Aku melihat ke hapeku Waktu menunjukkan pukul 17.30 “Yukine, ga pulang?” “ah iya, tunggu saja diluar” “ah, baiklah...” aku mengemasi barang-barangku, lalu pergi keluar Lorong pun sudah sepi Aku mengintip kedalam ruangan, aku melihat yukine membereskan barang-barang dengan cekatan “hmm... dia anak yang rajin ya...” Aku terus memperhatikannya sampai akhirnya dia selesai mengunci ruangan itu “Miochin, ayo kita pulang” “err....” Suasana langsung rusak gara-gara dia memanggilku dengan sebutan itu “anu yukine... ” “hmm?” “panggil aku pakai nama asli aja, ga usah dikasih chin” “ohh, baiklah....” “kamio-san” “hmm, lebih baik lah daripada tadi” “hehe...” dia tersenyum mmendengar komentarku Senyum yang sangat manis ............................ days 02 “oh shit....” Aku melihat jam dinding di kamarku Waktu menunjukkan pukul 10.45 “buset dah, abis telat sekarang malah kebablasan” Aku hanya bisa menghela nafas, ya maklum saja tidurku kebablasan gini Toh kemarin malam habis gempur nonton anime sampe tewas “hmm....” Karena bingung, akhirnya aku memutuskan untuk jalan-jalan di kota saja Aku mengambil handukku dan menuju kamar mandi ...... Di kota “..... bosen” Ya, tidak ada apa-apa di kota pegawai kantor yang lalu lalang Lalu lintas yang padat “mbok ya tau-tau ada cewe lari-lari sambil makan roti yang nabrak aku ....” Entah dapat ide dari eroge mana itu, aku terus berjalan dengan penuh kebosanan Saat itu aku melewati sebuah bakery, di etalasenya dipajang cake yang nampaknya enak “hmm..... kalo dimakan sambil ngeteh enak nih...” I just can ngiler ngeliat cake itu “AH!!” Terpikir sesuatu yang briliant aku segera masuk ke dalam bakery itu ...... “Permisi.....” Sepi. “hmm... kayanya Yukine belum kesini deh” Ceritanya nih habis dari bakery, aku langsung ke sekolah Yukine Mengendap-endap seperti biasa, dan masuk ke ruang refrensi melalui jendela Ga ketahuan? Yaiya dong Maklum bakat maling beha “mungkin dia masih di kelas ya...” “ya maklumlah, Yukine kan anak baik-baik... ga kaya saya...” Karena bosan, aku mencoba untuk tidur.. Dan malah ketiduran beneran.... .... “ummmm.....” Aku terbangun karena ada mencium sesuatu yang harum “ah, kau sudah bangun kamio-san?” Aku membuka mataku, lalu aku melihat Yukine sedang memakai celemek “anuu... Yukine –san, kamu lagi ngapain?” “Lagi masak, kamio-san” “bukan itu masalahnya, ini masih di bumi kan??” “iyaa, disini planet ketiga dari tata surya kita, galaksi bima sakti namanya planet bumi” “.....” “ganti pertanyaan, ini ruang refrensi kan?” Aku memilih pertanyaan yang lebih simpel(dan ga ada jawaban ilmiahnya @@~) “yaa...saya kan hanya memanfaatkan apa yang ada di ruang ini saja, jadi tidak masalah... lagipula saya sudah mendapat ijin dari pengurus ruang ini” “hooo....” Aku Cuma mantuk mantuk “(jadi ada pengurusnya toh, kirain ga ada)” “nah, silahkan” Yukine memberikanku sepiring masakannya tadi “hmmm.... basi goreng?? Ohh! Pilaf?!” “iya, karena Cuma saya bumbui Garam dan merica serta saya beri bahan-bahan seadanya, jadinya pilaf deh” “baiklah, itadakimasu~” “HMM!! ENAK!” Aku terus makan dengan lahapnya “wah, rajin dan pintar memasak, melihatmu benar-benar membuatku bahagia” “hehehe” “” “mungkin kamu bakal jadi Istri yang baik kelak, hehe” “Terima kasih kamio-san” “ah iya sama-sama” “(reaksinya normal amat, masa ga mempan??)” Ya mungkin ga mempan karena omongannku yang ga meyakinkan dan kaya gimana gitu ........ “silakan teh-nya” “ah, iya” Setelah makan pilaf, aku dan yukine menikmati minum teh bersama Sambil memakan Cake yang kubeli tadi “(ga nyesel mski dompet kempis)” Kami berbicara tentang banyak hal Sampai tiba-tiba ada yang masuk ke dalam ruangan “Yo Yukine” “ah, selamat datang Lumi-san” “Luminensce??” “MioChin???” “Ngapain elo disini?” “Kamu juga ngapain?” aku ga mau kalah “Bukannya fanfic mu ada sendiri ya??” “Yah, gini ini kalau heroine favorite ada di 1 sekolah, tiba-tiba ketemu deh.” “Lo ngomong apa sih?” “gatau, aku ngelindur kali?” “jah, gimana sih lo?”lumi hanya geleng-geleng kepala “nah mulai OOT deh, back to topic. omong-omong Siapa cewek yang dibelakangmu itu?” “Owh….” “Ayo Kotomi, perkenalkan dirimu.” Lumi mendorong gadis itu, tetapi sepertinya gadis itu enggan “Anuu…” “Ayo. Gak apa apa kok.” Gadis itu menunjuk ke arah dirinya sendiri. “Kotomi. Kamu bisa mengejanya dengan 3 huruf hiragana. Ketika kamu berbicara denganku, panggil kotomi-chan.” Kaku banget, sumpah deh. “Yukine. Kamu boleh memanggil apa saja yang kamu inginkan.” Ujar Yukine sambil tersenyum. “Oy, lumi. Apakah dia ini robot? Sejenis m*h*ro dari m*h*romat*c” Aku bertanya penasaran, abisnya gaya ngomongnya aja kaya gini. “Enggak. Manusia biasa tuh.” “Beneran??” Aku mencoba menyentuh kotomi, tapi dia malah ngacir ke belakang Lumi “Apakah dia ingin menjahiliku?” “(nah lo, kok malah mewek gitu?)” Tiba-tiba aku mendapat ide iseng “Ehhmm.. enggak kok. Dia hanya penasaran aja. btw, Mio. Kenalin dirimu juga donk.” “GROAAAAA” “Hiiii” Aku menakut-nakuti kotomi Kotomi makin ketakutan lalu berlari ke belakang Lumi lagi *DHUAK* “adoh” kepalaku dijitak Lumi “Gak apa apa kok kotomi. Aslinya dia baik kok.” “benerann??” “Iyaaa... Mio, ULANG!” “iye iye, kenalin Mio” “Kotomi. Kamu bisa mengejanya dengan 3 huruf hiragana. Ketika kamu berbicara denganku, panggil kotomi-chan.” “yaya, salam kenal” Aku melihat ke arah Yukine Yukine hanya tertawa kecil melihat perilaku kami. *CKREKK* “Permisi.....” Pintu terbuka secara perlahan Sekelompok siswa masuk ke dalam ruangan Sunyi.... kami bertatap muka satu sama lain selama sejenak “oh shi....” “HOI KALIAN, NGAPAIN DISINI?!” Akhirnya mereka sadar kalau aku dan Lumi adalah penyusup “Holy Fcuk.....” “SHIT! AYO KABUR CHIN” “OKEEE” Kami lalu keluar melompati Jendela “Sampai nanti, YUKINE” Aku melambaikan tanganku saat melompati jendela “TUNGUUU!!!!” Anggota tatib yang bersemangat itu ikut melompat dan mulai mengejar kami ...... “FUUCCK, Kok mereka ga Nyerah sih?!”: “YA MANAKUTAHU CHIN!!” Ni ceritanya kami udah keliling sekolahan ampe berkali-kali Dari UKS, Ruang kepsek, kelas-kelas, kantin bahkan sampai Toilet cewe kami lewati Apesnya kami ga nemu satupun kesempatan buat sembunyi soalnya entah kerasukan apa anggota tatib hari ini sangat aggresive mengejar kami “KIRI CHIN,KIRI!!” “BAWEL GUA TAU!!” Saat kami berbelok, tiba tiba ada yang menghadang kami” “SIAL! DEAD END!!!” “MUNDURR!!!” Saat kami mundur, tanpa kami sadari kami sudah terkepung “cih....” “sial.....” “sudalah, menyerah saja kalian penyusup” Seorang murid tatib yang kayanya pemimpin mereka angkat bicara Masih belom menyerah, Aku melihat sekeliling Aku melihat ada celah “ui mi...” Aku memberi isyarat pada Lumi “hoo.....” Dia memberi jawaban lewat isyarat juga Kalo diliat sih kami kaya orang bisu yang lagi main hompimpa Tapi bukan itu masalahnya sekarang “TANGKAP MEREKA!!” “SEKARANG!!!” Seiring sang pemimpin tatib memberi aba-aba, kami berdua berlari menuju celah itu.... Celah itu adalah.... “LOMPAAAATT!!!” Yup pagar “HUPHH!!!!” ![]() (gambar ini hanya perumpamaan semata) Kami melompati pagar dengan sukses *BRUAKK* *SRAAAAAAAAAKKKK* Dan dengan sukses juga kami mendarat posisi wajah duluan “AH!! WAJAH TAMPANKU!!!” Aku berteriak sambil memegangi wajahku “TAMPANNYA ANGSAAA?? AYO KABUUR!!!” “OI TUNGGU!!!” Para tatib itu masih belom menyerah rupanya Mengacuhkan rasa sakit di wajah kami, Kami bangun dan kami terus berlari dan berlari.... ....... Days 05 “Bosen....” Seperti biasa, saata ini aku sedang bersantai di Ruang Refrensi Beberapa hari terakhir ini, Ya begini ini kelakuanku Masuk sekolah hanya untuk absen, lalu kabur di tengah pelajaran untuk pergi ke sekolah yukine Biasanya aku tidur di ruang kesehatan sambil menunggu jam pelajaran Yukine selesai Habis itu ya aku langsung ngacir~ “aduduh....” Aku mengelus luka di wajahku Ya karena insiden 2 hari yang lalu, mukaku masih sakit Entah gimana nasib lumi aku juga udah ga peduli “(mulai sekarang kudu hati-hati nih....)” Karena bosan, aku hanya memperhatikan Yukine Wajahnya yang kalem saat ini nampak serius Dia sedang membaca sebuah buku “(hmm, mungkin lagi baca buku pelajaran)” Namanya juga yukine, dia kan murid rajin “ahaha, lucu sekali manga ini” *Gubrak* “WHAT?!!” “oioi Yukine, dari mana kamu dapat manga itu??” “hmm? Dari ruang ini kan?” “(ini ruangan apa sih? Versi real kantong ajaib?” “ya kan semua barang yang disita dari murid disimpan disini semua” “ooh.....” “kalau gitu video bokep ada ga?” “kalau ga salah ada di sekitar sini deh...” “STOP!! Joke Joke! Cuma bercanda!” “hahaha, dasar Kamio-san....” “Kalau Snuff* movie mau nyoba nonton?” “BULLSHIT!! ITU MAH SEREM, OMONG-OMONG SEJAK KAPAN KAMU MEGANG SATU DI TANGANMU?!” “hahaha, iya iya...” Yukine lalu meletakkan DVD yang dia pegang ke meja aku hanya bisa menghela nafas, lalu kembali tiduran di meja “Bosaaan~” Karena aku sering kesini, hari bersama yukine jadi terasa biasa bagiku dan bukan hal yang special lagi “yukinee~” “hmm? Apa Kamio-san?” “memangnya kamu ga pernah bosan di ruangan ini kalau sendirian?” “nggak kok, aku kan punya banyak pengunjung yang datang kesini ” “oohh” Aku kembali bermalas-malasan “(pengunjung tetap itu aku ya? Tapi kok dia ngomong banyak??)” Lagi asik bingung-bingung sendiri, tiba-tiba.... “kamio-san, mau mencoba mantra yang lain ga?” “hmm...” Mantra ya.... “boleh juga tuh, daripada bosen disini” “baiklah kamio-san, ikuti langkah-langkahnya ya...” “okeoke, aku sudah siap”aku duduk lalu berkonsentrasi “pertama, buatlah hati menggunakan jari telunjuk dan jari jempol tanganmu” ![]() “hmmm….sudah” “lalu ucapkan ‘omoi, omoiru, furi, furare’ sebanyak 3 kali “omoi, omoiru, furi, furare; omoi, omoiru, furi, furare; omoi, omoiru, furi, furare .......sudah” “kalau sudah, silahkan berjalan berkeliling sekolah, gadis yang pertama kali berbicara denganmu adalah gadis yang menyukaimu....” “hoo.... baiklah” Aku mulai berjalan menuju pintu “WAIT A SECOND! INI MANTRA CARI JODOH?!” “hmm...iya, memangnya kenapa?” “Ngapain kita nyoba mantra kaya gitu?, lagian apa ga masalah nih aku jalan-jalan di sekolah kamu?” “gapapa kok iseng aja, jam segini hampir semua murid sudah pulang, jadi semuanya ok” ![]() “(Yukine ternyata bisa iseng juga toh)” “yaaa....baiklah kalau begitu” “selamat jalan kamio-san” yukine melambaikan tangannya padaku ...... Ga ada yang ngajak omong aku “ya bener ga ada orang lagi, tapi lha terus ngapain aku keliling sekolah kaya gini?” Sambil memikirkan kebodohanku Aku meneruskan jalan-jalanku sembari mengintip ke kelas-kelas “hmm? Itu kan kotomi, Lumi juga ada” Aku melihta Kotomi dan Lumi sedang bersama beberapa murid sekolah ini Kotomi sepertinya mau memainkan Biola “(dengerin bentar ah)” Tertarik dengan event yang langka, aku berhenti sejenak “(ngedengerin musik klasik sekali-sekali kan bagus buat kesehatan...)” *NGIIIIIIIIIIIIIIIIK* “AGGHHHH” Yang kudengar bukanlah melodi yang indah seperti yang kita bayangkan kalo kita bicara soal musik klasik Yang kudengar adalah suara melodi HARD ROCK diremix ama DEATH METAL dibumbui sedikit hip hop dan diberi sedikit sentuhan kroncong SL*P KN*T aja kalah dahsyat ama Kotomi Saking dahsyatnya jiwaku serasa disedot vakum cleaner “ughh…..” Dengan sisa kekuatanku, Akumerangkak kembali ke ruang yukine ……….. “aku balik” “ah, selamat datang kamio-san” “ugghhh....kepalaku pusing” Aku duduk di kursi lalu meletakkan kepalaku di meja Kepalaku pusing 99 keliling abis denger suara biola Kotomi TAPI! “AH!” “yukine, kau barusan berbicara denganku kan?” Aku mendapat semangat hidup entah darimana “iya, memangnya kenapa?” “kau adalah gadis yang pertama kali berbicara padaku, dengan kata lain kau adalah gadis yang paling menyukaiku” “eh…??” “sebetulnya aku juga menyukaimu yukine, jadilah pacarku!” Aku berbicara dengan serius sambil memegang kedua tangannya “anuu….” “aku sempat mendengarkan percakapan kalian” Entah kenapa tiba-tiba aku mendengar suara ngebass yang so macho, dan saat aku melihat ke arah suara itu, dan Entah kenapa lagi kepalaku yang pusing atau emang mataku yang mulai katarak, aku melihat seorang lelaki berbadan besar berwajah garang muncul dari bawah meja, kemudian dia berdiri “HEI KAMU” Dia mencengkram kerahku, aku ga bisa berbuat banyak “KAU JANGAN PERNAH MACAM MACAM PADA YUKI-NEE KAMI YA?! KALAU KAU BERANI BERBUAT MACAM-MACAM, INGAT SATU HAL” “KAU AKAN KAMI BUNUH....” “Hiii....” aku ngeri juga diancam kaya gitu “Tajima-san!” “Ahh, Yuki-nee, maafkan aku” Lelaki itu melepas cengkramannya, lalu ia melompat kearah jendela “Yuki-nee, aku pergi dulu. Kalau ada perlu panggil saja aku ya?” Lalu ia melompat keluar jendela “Tajima-san, tunggu” Yukine berlari menuju pintu “Ah, Kamio-san, maaf aku akan keluar sebentar” “satu lagi, aku yakin suatu saat kami-san akan menemukan Gadis yang lebih baik dari aku, sudah dulu ya kamio-san” Yukine membuka pintu lalu berlari keluar ruangan “haah....ada apa barusan ini?” Aku terduduk lemas di lantai “tunggu dulu, dari jawabannya tadi itu, artinya....” “aku ditolak?” Seraya menyesali diriku yang menyedihkan ini Aku hanya bisa menatap langit yang jauh disana... ........ Days 07 “Hueeh.....” “nyebelin banget....” Hari ini hari minggu, saat ini aku sedang jalan-jalan untuk mengobati kebosananku Seperti biasa, rumah lagi sepi, Stok anime game sama manga juga abis. Sedangkan kemarin setelah insiden Pria besar macho yang muncul di ruang Yukine, saat aku pergi ke sana Yukine Selalu Tidak ada, dan saat aku meng Sms dia, dia selalu menjawab kalau sedang sibuk Dengan kata lain aku benar-benar kesepian sekarang “yaaa, meskipun itu Yukine, tetap saja dia butuh waktu pribadi kan...” “mana tadi SMS Lumi katanya dia lagi ada acara ma kotomi” “AAGGH! Aku ga boleh kaya gini! Toh sebelom-sebelomnya aku juga uda biasa sendirian!” “BAIKLAAAH!! HAL PERTAMA YANG HARUS KULAKUKAN.....” “enaknya ngapain ya??” Aku sendiri bingung mau ngapain, lalu aku melihat jam tanganku “10.20.....ke gramed bentar ah” Dalam perjalanan ke gramed, aku melihat penjual es krim “wah, ngepas juga pas panas-panas gini... ”aku berjalan mendekati penjual itu “bang, Eskrim coklatnya 1” “oyi, tunggu bentar ya” Sambil menunggu eskrim pesenan siap, aku melihat sekeliling Saat itu aku melihat yukine dari kejauhan “(hmm? Itu kan yukine)” “bang bentar ya...” “Yukineeee~” Aku berteriak sambil berlari menuju Yukine, dia menoleh ke arahku “Ah, kamio-san, Konnichiwa” “Konnichiwa, ngapain kamu disini? Katanya lagi sibuk?” “ah iya, aku kemarin ada urusan sama Tajima-san, tapi sekarang sudah selesai kok” “ooh....” “(Tajima san itu yang serem kemarin itu ya??)” “ah aniwai Yukine, abis ni kamu ada acara ga??” “hmm, ga ada deh kayanya, kenapa?” “pas banget timingnya, ayo temenin aku belanja” Aku menarik tangan yukine lalu mulai berlari “eh? Kita mau kemana nih?” “ke tukang eskrim, aku kan tadi belum bayar, hehe” “???” Yukine hanya bisa bingung ...... “jadi kita mau kemana sekarang kamio-san?” “hmm, aku sih mau ke gramed bentar” “oh, baiklah” Kami sedang berjalan berdua di daerah pertokoan, sambil memakan eskrim masing-masing “(kalau dipikir-pikir sekarang ini kami seperti sedang nge-date deh, mayan-mayan)” jujur aja aku hidup 16 taun dan single 16 taun, sungguh indah bukan? Namun pertama kalinya dalam hidupku aku nge-date dengan seorang cewe Jelas aja aku seneng banget ![]() “ah, kamio-san” “ada apa?” “ada eskrim yang menempel di pipimu” Yukine mengeluarkan sapu tangannya lalu mengelap pipiku “ah, makasih ya yukine” “iyaa..” “(hihihi, sekarang kami bener-bener kaya couple beneran deh)” “kamio-san” “apa lagi Yukine??” aku senyum-senyum sendiri “gramednya disini, ngapain kamio-san jalan terus??” Dia berhenti sambil menunjuk ke sebuah pintu masuk “......” “(mampus dah)” ..... “kamio-san, aku kesini dulu ya” “ah, baiklah...” Yukine pergi ke bagian buku refrensi Tepatnya sih refrensi magic Sedangkan aku.,... Ga perlu dipertanyakan lagi lah, seorang kaya aku pergi kemana “SEKTOR KOMIK!! IM COMING!!” Aku mengecek buku terbaru, tetapi sepertinya ga ada yang baru “FCUK! Kok buku baru belom ada yang keluar sih?” “.....” Merasa ada yang memperhatikanku, aku menoleh ke belakang “lhoo......” “halo....” “KCHUF!! LO NGAPAIN DISINI?!” “MUSTINYA GUA YANG TANYA BICH!! LO NGAPAIN DISINI CHIN?!” Yup, itu Lumi “YA NYARI MANGA LAH!!! LO SENDIRI NGAPAIN?!” “Hmm,.... gw.....nemenin Kotomi” “hoo....Ngedate nih bang?!” “GA LAH! Cuma nemenin doing, hahaha…ahah..haha” “(ketauan banget)” “ah iya, maafkan diriku, kamu kann mana pernah laku sama cewe, lagian kan kamu doyannya cowo, jadi mana munkin ya kamu ngedate. hahaha...aha...a haha” “FCHUK!! Lha lo sendiri ngapain disini?” “lagi nemenin yukine” “hooo…..” “Kamio-san” Tiba-tiba yukine berada di belakangku “ah, Lumi-san, konnichiwa” “yo yukine” Lumi memasang tampang kover boy koran Jaw* P*S yang kover depannya lagi ditampilkan foto mosaik seorang maling beha yang abis digebukin masal “omong-omong lumi, mana kotomi?” “ah kotomi lagi di buku-buku tebal” Lumi menunjuk kearah buku-buku sulit Saat itu aku melihat kotomi sedang mengeluarkan Gunting ”.......” “oi lumi, gapapa tuh cewe lu?” Aku menunjuk ke kotomi “apanya?” Lumi menoleh ke kotomi Kontan saja dia langsung berlari ke arah kotomi, lalu mengambil gunting dari tangan kotomi “err.....” Aku dan Yukine hanya bisa saling berpandangan dengan bingung Setelah itu kotomi tiba-tiba mendatangi kami, dia lalu bersembunyi di balik yukine “anuu....” “Lumi-kun Ijimeru” “ara-ara....” Yukine hanya bisa tersenyum “Uhm... ya enggaklah, kan aku udah bilang kalo mau digunting mending dibeli dulu. Daripada nanti di ijjimeru sama pemilik toko loh.” Jelas Lumi sambil terlihat kikuk. “nah lo, ngelempar kesalahan, dasar ijimeru” “FHUCK!!” Lumi berteriak “Ijimeru, Lumi-chan Ijimeruuu” Kotomi makin ketakutan “Hiks, Lumi-kun ijimeru...” Aku ngambil kesempatan ikutan sembunyi di balik punggung Yukine Ea, lumi terlihat panik. “udah udah, Lumi-san orang baik kok, kotomi-chan tenang ya?” “uhmm...” “dan kamio-san, tolong minggir sebentar ya” “yah, diusir gua” Aku kembali berdiri disamping Lumi Bersama yukine, Kotomi mulai kembali tenang “sakti juga Yukine chin” Lumi berbisik padaku “tau tuh, pawang semua makhluk tuh” Lalu Yukine memeluk Kotomi. “Tenang saja Kotomi-san, semua bakal baik-baik saja kok.” “Benarkah?” “Iya.” Akhirnya Kotomi sudah tenang di dalam pelukan Yukine. “BULLSHIT, GUA JUGA MAU MELUK!!” “GUA JUGA MAU DIPELUK TAU!!” “Anu....” Yukine hanya bisa bingung melihat 2 orang lelaki ini melihatnya dengan penuh napsu birahi ...... “Yukine-chan...” “Apa Kotomi-chan?” “kemana kita sekarang? ” “Hmm.... mau kemana kita sekarang?” “ga tau juga, enaknya kemana chin?” “lha kok malah nanya aku?” “lha yang punya ide siapa juga?” “ugghhh” Aku hanya bisa menggigit jari Setelah kejadian di toko buku tadi, aku menyarankan agar kami pergi double date Ya itung-itung buat mempererat persahabatan kami, dan juga penghematan biaya Tapi tanpa perencanaan yang matang, ya gini ini deh Kami malah kebingungan mau ngapain Tiba-tiba aku melihat keramaian “apaan tuh?” “hmm, kayanya ada pasar malam deh chin” “tapi kamio-san, memangnya sekarang ada acara apa sampai ada pasar malam?” “who knows? Coba cek aja deh” Kami berempat berjalan menuju keramaian itu “Oy, chin. Ini sepertinya komplit deh” “Hooo… apakah ada wahana hiburannya? Kincir ria or samting like dat??” “Jelas lah. Pasar malam tanpa wahana hiburan rasanya seperti soto ayam tanpa ayam.” “Ohh, seperti bebek goreng tanpa huruf ‘E’ gitu ya?” “....... YA POKOKNYA GITU LAH!!” “Lumi-kun, apakah pasar malam itu?” kotomi bertanya pada lumi. “Yah, semacam taman hiburan dadakan gitu deh, dengan wahana hiburan tentunya. Meski semuanya relatif sederhana sih” Lumi menjelaskan dengan rasa cinta. Kotomi mengangguk-angguk tanda mengerti. Ekspresi mukanya menunjukkan kalau dia tertarik akan hal ini “Yukine, apakah kamu tertarik untuk melihat-lihat sebentar?” “Boleh.” “Oke! Mari kita mulai!!” Akhirnya kami masuk bareng untuk mulai menikmati wahananya. *tuk* *tuk* Ada yang menepuk pundakku dan Lumi. “Mas, mohon mbayar dulu ya.” LHO! MBAYAR TOH?? “Ehmm… mas, mbayar pake daun boleh gak?” lumi nyeletuk. Bodoh, jaman kapan ini? “kalau kuntilanak sih boleh-boleh saja membayar pakai daun.” Ucap petugasnya dengan tersenyum. “Maklum mas, anak kuntilanak.” Ujarku. “Oke, jadinya gimana nih? Jadi mbayar gak?” “Uy chin, kamu mbayarin yukine, aku mbayarin Kotomi. Gimana?” “Langsung lari ke dalam aja.” “Yah, gak mungkin lah. Tempatnya kecil kok. Lari kemanapun pasti terkejar.” “Kalau ngomong mbayarnya nanti aja gimana? Trus pas pulang, kita langsung lari tanpa membayar, gimana?” “wah, boleh juga tuh chin. Anda memang pintar.” Baiklah, KITA LAKUKAN!“” “Annooo…… kalian berdua, saya mendengarnya dengan jelas loh.” Ujar petugas itu. “wah mas ini suka nguping, dosa nih abangnya” “tau nih, dasar” “….” “kalian berdua....” “apa mas? Akirnya ngasih gratis ?” “nggak kok, Cuma mau ngasih tau kalau kalian mengganggu pengunjung yang lain” Saat aku melihat ke belakang, tanpa kusadari antrian panjang sudah terbentuk Dan juga entah kenapa terdengar suara guk guk ama oink oink yang dituju untuk kami “.....” ……. Ujung-ujungnya kami mbayar sendiri-sendiri “payah….” “lu yang payah lum” “KOK BISA ITU LO?!” “sudah-sudah” yukine menenagnkan kami berdua “meski mbayar, yang penting kan sekarang kita bisa bersenang-senang, bukan begitu?” “ya.....” Emang bener sih apa kata yukine, yang penting pada akhirnya kami semua bisa bersenang-senang “Yah, jika ke taman ria seperti ini mending kita cari permen gulali aja.” Lumi memberikan sebuah usul “Kayak anak kecil aja.” “Biarin, aku udah jarang makan gulali kok. Kotomi-chan, mau mencoba yang namanya gulali?” Kotomi menganggukkan kepalanya. “Kamio-san, aku juga ingin mencoba permen gulali. Bolehkah?” Yukine sepertinya juga mau. “Uhhmm… okelah.” Yah, apa daya jika Yukine sudah berkata. Akhirya kami semua makan gulali masing masing Meski Cuma kotomi ama Yukine yang beli, aku dan lumi Cuma bagian malakin doing(ni cowo cowo ga bondo) Aku menemani Yukine berbelanja di stan stan kecil Sedangkan Lumi menjadi pemandu tur untuk kotomi Ya semuaya enjoy lah sama suasana ini Dan akhirnya. “Oy lum, gak ingin mencoba masuk ke sana?”aku menunjuk sebuah rumah hantu. “( tapi omong omong, Sejak kapan pasar malam punya rumah hantu?)” “Hmmm….. bentar bentar.” “Kenapa? Takut?” “Ya nggak lah. Cuma gak enak sama Kotomi saja.” “Lumi-kun, apakah ini?” Kotomi kembali bertanya kepadaku. “Ini adalah rumah hantu, masa tidak tahu.” “Uhhmmm…..” Kotomi tampak sedang berpikir. “Rumah Hantu, Dalam konsep hiburan, rumah hantu merupakan salah satu wahana permainan di taman bermain berupa bangunan "berhantu" berisi berbagai karakter menyeramkan berupa pemeran hantu dengan riasan efek khusus, manequin atau boneka animatronik untuk menakut-nakuti pengunjung. Hantu dan karakter menyeramkan yang berada di dalam wahana permainan disesuaikan dengan konsep hantu menurut kebudayaan tempat taman hiburan tersebut berada.” “Yah, itu benar. Kamu tahu kan?” “Lumi.” “Apa chin?” “Tadi dia ngomong apa?” Sumpe aku ga ngerti dia ngemeng ape, Yukine juge keyeknye bengeng “Sudah, tidak usah dianggap. Udah kebiasaannya dia kok. Nah, jadi gimana Kotomi? Mau mencoba masuk?” Kotomi mengangguk pelan. Sepertinya dia sedikit ragu, tapi sekaligus juga penasaran. Lagipula, mungkin dia tahu apa itu Rumah Hantu dengan membacanya dari buku, bukan dari pengalaman sendiri. “Oke, ayo masuk chin.” “Yosh!” Kami berempat masuk ke rumah hantu ini. ………………………………………………………………… Setelah keluar dari wahana rumah hantu itu, kami kaum Adam cukup puas. “Nah, ini mau kemana lagi nih?” Aku melihat ke sekitar “untuk menenangkan diri, gimana kalau kita mencoba itu?” Yang disitu ada hiburan yang bernama Ferris Wheel yang sangat besar. Pasar malam ini kayanya disponsori ama Sanzein family ya? Kok wahananya bisa sekeren ini? “Boleh.” Yukine menyetujuinya. “Gimana Kotomi? Mau mencoba?” “Iya. Aku mau mencobanya.” ..... Selesai sudah hiburan feeris wheel ini. “Yo chin, gimana? Senang sudah setelah naik feeris wheel? ” Lumi langsung menyapaku “Boleh kk. Lumayan lumayan.” “Hmmm… jangan-jangan kamu do dis and dat ama Yukine ya?” “Sembarangan! Aku gak sebejat itu yo.” Sialan juga lumi ni “Lumi-kun, aku pulang dulu ya. Soalnya sudah malam.” Kotomi berbicara “Hmmm… kalau gitu aku anterin kamu aja yah. MioChin! Aku pulang dulu ya!” “Hah! Dasar anak SD lu, masih sore nih kk!!” “Cerewet, aku mau nganterin Kotomi pulang nih. Sudah ya.” “Okelah kalau begitu.” “Mio-san, Yukine-san. Terima kasih untuk hari ini ya.” Ucap Kotomi sambil membungkukkan badannya. “Iya sama-sama. Sampai jumpa lagi.” Lumi dan Kotomi pergi meninggalkan aku dan yukine “Yukine” “apa kamio-san?” “kita pulang juga yuk” “baiklah” Dan kami berjalan pulang bersama ………………………………………………………………… Days 08 Hari senin, istirahat siang “Haaaah” Aku baru aja selesai dicurhatin ama Lumi soal Kotomi Entah otakku yang ga kompeten sehingga harus diganti ama otak seken obralan atau gimana kok rasanya pembicaraannya berat banget “(mending kaya gini aku konsultasi sama Yukine dulu deh)” ...... “jadi gimana yukine??” “hmm....” “mungkin ini masalah privacy kotomi, kamio-san. Mungkin lebih baik kalau kita tidak terlibat terlalu jauh” “yaa, aku juga mikir gitu sih...” “kalau begitu, untuk sementara biarkan saja ya?” Yukine memberikan senyumnya untuk menenangkanku “(kalau gini, besok lumi kuberi tau deh)” Dan akhirnya hari itu, aku mengahbiskan waktuku bersama yukine sambil meyakinkan diriku Kalau perkataan yukine itu benar ......... Days 09 “Yukine-chan~” Siang hari, seperti biasa aku menyelinap masuk ke ruang refrensi “Ah, kamio-san” aku melihat yukine sedang membereskan barang-barang-nya aku juga melihat sebuah tas piknik berada di atas meja “hmm, kamu mau pergi?” “ah, iya... hari ini aku ada acara” “hmm.....” “aku boleh join ga? Bosen nih kalau ga ada kamu” “sialahkan saja, lebih ramai lebih asik” “seep dah!” ..... “Permisii~” “Ah, Yuki-nee!!!” “selamat datang Yuki-nee” “iya, senang bias bertemu kalian semua…” “anuu.... Yukine-san?” “apa kamio-san?” “ah, gapapa kok” Aku hanya bisa menelan ludah melihat sekeliling Tempat yang dimaksud yukine itu adalah sebuah bar yang isinya berandalan dan preman semua “(jangan-jangan Yukine ntu big boss mafia?!)” dalam pikiranku terbayang.... ![]() “HOI KAMU” Saat pikiranku mule ngaco Ada yang menepuk pundakku “.....” Saat aku menoleh, aku melihat cowok macho garang yang kemarin ngancem aku Jantungku mau copot rasanya “ah Tajima-san, Konnichiwa” Yukine menyapa cowok itu “Yo Yuki-nee” “omong-omong siapa dia Yuki-nee?” Si macho yang kayanya namanya Tajima itu menepuk-nepuk pundakku Nampaknya dia masih curiga padaku yang berwajah mesum ini Preman lain yang tadinya cuek, mendadak melihat ke arahku semua “(nah lo, mampus guaaa)” “ah, kenalin dia Kamio-san, dia teman baikku” Massa menjadi tenang “(selamat.... Tapi Cuma teman ya....)” Dan di hatiku perasaan lega dan kecewa bercampur “omong-omong, kalian bisa memanggil Kamio-san MioChin kok, supaya kesannya lebi akrab” “.....” Bom atom telah diajtuhkan Ngguuung~ Dhuar~ “HUAHAHAHAHAHAHAHAHHAA” Semuanya tertawa mendengar nama panggilanku “(Aduuhhh, Yukine ini....)” Aku Cuma bisa nggrundel, abisnya mau marahin Yukine dengan senyum yang seperti itu bakal merusak harga diriku lah~ “BAIKLAH SEMUA, UNTK MENYAMBUT TEMAN BARU KITA ‘MIOCHIN, AHAHAHAHAHA” “BAIKLAH, AHAHHAHAHA” Semuanya tertawa terbahak-bahak Kecuali aku sang bahan tertawaan “senang ya Kamio-san, semua sudah menganggap kamu jadi teman” “Ughh.....” ............... “Ughhh, capek~” “hahaha, tadi kamio-san karaokeannya terlalu semangat sih ” “iya sih...” Sebenarnya bukan semangat, binal untuk lebih tepatnya Tadi karaokean ala orang gila Treak-treak ga jelas, sambil lompat-lompat kaya orang sarap Gokil abis dah pokoknya “(sekali-sekali kaya gini asik juga)” “(tapi....)” “omong-omong Yukine....” “apa kamio-san?” “mereka tadi itu siapa sih? Kok kayanya mereka akrab banget ama kamu” “ooh... Mereka itu teman kakakku” “kakak?” Kaget juga Aku baru tau kalo yukine itu punya saudara “iya, kakakku....” Entah kenapa rasanya(atau emang aku yang sok tau) aku melihat sorot mata Yukine berubah Menjadi sedih “ahh, gimana kalau hari ini kamu kuanterin pulang??” “eh?? Ngga usah deh kamio-san, nanti malah ngerepotin...” “gapapa kok, sekedar jalan-jalan, ahahahaha” Aku membuat alasan paling ga nyambung di antara jawaban yang tersedia “uhmmm.... Baiklah...” “hahaha, yuk jalan lagi” Kami berjalan beriringan menuju rumah Yukine “(mendingan ga usah kubahas dulu deh....)” Ya, aku mendapat feeling kalau aku menanyakan soal kakak yukine sekarang, bakal jadi masalah Aku harus bersabar menunggu saat yang tepat datang.... ...... Days 10 “......” Aku melihat bangku Lumi Sudah 2 hari sejak dia tidak masuk sekolah “(mungkin dia bener-bener serius soal kotomi....)” “nanti pulang aku cek ke rumahnya Kotomi aja....” ....... ![]() “kayanya kita nyasar deh Kamio-san....” “ugh.....” Saat ini aku dan Yukine sedang kesasar Ceritanya waktu uda pulang sekolah, karena aku rada kawatir ama Lumi Aku ngajak Yukine buat ngecek keadaan dia Pertama kami ngecek ke rumahnya, tapi kosong Mengingat dia bilang ingin melakukan sesuatu tentang Kotomi Jadi mungkin dia sekarang ada di rumah Kotomi Tapi ya gini ini.... Maksud hati sih pengen ke rumah Kotomi, tapi apalah daya kalau uda kesasar gini “Gimana kalau kita tanya orang aja Kamio-san??” “uhh.... Rasanya sih Jalannya udah bener....” “Hmm, coba saya lihat sebentar” Aku menyerahkan kertas memo yang ada ditanganku Yukine melihat alamat yang tertera di kertas itu, lalu ia melihat sekeliling “anuu kamio-san...” “apa?? Kamu juga ikutan bingung?” “nggak kok...” “lha terus kenapa??” “kita sudah sampai....” “ooh, kirain apa” “WHAT?!” “iya, kita sudah sampai dan sekarang kita tepat berada di depannya....” Yukine lalu menujuk Rumah yang tepat berada di belakangku Sebuah mansion Tua yang tampak tidak terurus “masa sih ini.....” “aku kira ini Cuma bangunan tua yang sudah ditinggal oleh pemiliknya...” “saya juga sempat berpikir seperti itu, tapi ....” Yukine juga nampaknya tidak Yakin Kutarik tangan Yukine Lalu Aku mulai menyusuri Rumah itu, sampai akhirnya aku tiba di halamannya “kamio-san?” “sssttt” Aku memberi isyarat pada Yukine untuk diam Aku melihat lagi ke arah taman Aku melihat Lumi sedang mencabuti Rumput liar Sebagian taman sudah bersih dari rumput Semua dikerjakan dengan serius “hoo..... dia bisa serius juga toh” Aku merasa bangga melihat Lumi sedang bekerja keras Aku salut dan kagum “(baiklah Lumi, aku juga akan membantumu....)” “Yukine...” “ada apa Kamio-san?” “besok bisa tolong aku minta tolong...Psst pssst psst....” “ooh, oke. Serahkan saja padaku” Yukine tersenyum mendengar rencanaku “sip....” “baiklah.... mari kita pulang Yukine” “baiklah....” Kami berdua pulang bersama Menunggu hari esok dengan rencana dalam pikiran kami.... ....... Days 11 “jadi, begitu rencananya” “” “BAIKLAH KALIAN SEMUA!! INI DEMI TEMAN YUKI-NEE, AYO SEMUA SEMANGAT!!!” “YOOSHH!!!” semua nampak bersemangat setelah Yukine selesai memberikan briefing pada teman-teman(preman)nya tentang rencana Hari ini Rencananya, hari ini kami akan membantu Lumi membenahi Taman Kotomi “begini kan, Kamio-san?” “yup, nice briefing” aku mengacungkan jempol “tapi, ga kusangka mereka bakal mau ngebantu....” “kan sudah kubilang, mereka semua orang abik, hanya sedikit temprament saja” “hahaha, iya sih.” Yukine emang sakti Bisa ngendaliin preman-preman yang tamoangnya garang ini Aku jadi penasaran... Siapa sih sebenarnya yukine ini? ............. sorenya Kami menuju Rumah Kotomi setelah sebelumnya membeli semua pelengkapan yang dibutuhkan Termasuk bekal juga tentunya Aku, Yukine, beserta tajima-san dan yang lainnya berjumlah lebih dari 20 orang Pekerjaan ni akan selesai dalam sekejap tentunya “Baiklah, kita sudah sampai” “Semua tunggu sini, yukine ayo ikut aku” “baiklah” Kami berjalan masuk Saat sampai di taman, aku menemukan sebuah zombie tidur terlentang terpanggang matahari Kayanya sih itu lumi “BODOH!!! JANGAN MENYERAH!!” aku berteriak untuk membangunkannya. “Lumi-san, kamu masih punya kita.” Yukine juga ikut menyemangati. “Oy Lumi. Pekerjaan kayak gini saja sudah ambruk. Cupu lu.” Hoh? Tidak ada balasan? Lumi masih tetap terkapar di tanah. “Lumi-san?” “Lumi?” Tetap tidak ada respon “nampaknya kita sudah terlambat, Yukine….” “kamio-san….” Aku menggunakan sekop yang kubawa untuk mengubur Lumi *Sreekk…* *Pluk* *Sreekkk…* *Pluk* “HOY!! AKU BELUM MATI!!! GILA AJA AKU MAU DIKUBUR SEKARANG!!!” “HUWAAAA!!! DIA TELAH REZOMBIE!!! YUKINE, BERHATI-HATILAH!!” “APA ITU REZOMBIE!!!!!????” Yukine tertawa kecil melihat kelakuan kami. “Untung saja kamu masih hidup, Lumi-san.” “Yah, kalau hanya begini saja sih tidak cukup untuk membunuh orang, Yukine-san. Btw, ngapain kalian berdua kemari??” “mau ngebantu lo lah, ngapain lagi?!” Aku melempar minuman kaleng ke Lumi “Minum dulu, tampang Lu uda kaya ikan kering gitu” “.... Trims Bro” “sami mawon mas bro” “omong-omong mau ngebantu pake apa? Lu ga bawa apa apa gitu” “santé aja, gue kan bawa Yukine” “halo, Lumi-san” “terus? Alatnya??” “Sante aja” “ Yukine, panggil mereka” “baiklah” “Tajima-saan~” Yukine berteriak “(Lho, bisa teriak juga dia?)” Kaget juga, toh perasaan selama ini yukine kalo ngomong kalem kaya putri solo gitu *DRAP*DRAP*DRAP* Tajima-san dan kawan-kawan datang dalam sebuah barisan Persis kaya tentara tentara mau maju perang “......” “YOSH!! AYO SEMUA MULAI KERJAA!!!” “UWOOOO!!!!” .................. Days 15 “hueeeh..... bosaaaan~” “hehe, dasar kamio-san ini” Hari ini seperti hari-hari sebelumnya Tetapi ada sedikit yang berubah Yup Akhirnya semua masalah Kotomi sudah selesai Berkat bantuan Tajima-san dan yang lainnya, semua pekerjaan kami bisa selesai tepat waktu Dan oleh karena itu juga, hubungan Lumi dengan Kotomi kembali (atau malah kayaknya tambah) akrab Begitu juga denganku dan yukine.... “silakan tehnya, kamio-san” “oh, terima kasih yukine” Tapi ya gini... Meski akhirnya Lumi tobat dan bertekad untuk menjadi anak baik-baik demi kotomi Aku masih tetap saja menjadi anak yang suka mbolos dan kabur ke sekolah yukine Meski kadang yukine sudah mengingatkanku Tetap saja.... Namanya juga aku Entah mau sampai kapan aku mau begini...... “srupp......ahhh” “enak seperti biasa yukine” Aku mengacungkan jempolku “terima kasih kamio-san” Yukine sedang memasak pilaf Sudah jadi kebiasaan numpang makan siang disini. “(hmm... haruum~)” Saat ini, Setelah semua yang terjadi, hubunganku dengan teman-teman yukine juga makin akrab “(omong-omong gimana ya kabar mereka?)” “Yu....Yuki-nee” “ah, Sudou-san” Tiba-tiba ada seseorang yang masuk melalui jendela “(nah lo, panjang umur)” Baru aja dibatin langsung datang satu Ckckckck ........... “adududuh....” “sabarlah sudou-san...” Yukine sibuk merawat sudou, orang yang barusan masuk tadi Seluruh badannya penuh luka Daripada nganggur, aku berinisiatif untuk memasak pilaf menggantikan yukine “jadi, kamu habis berantem tuh?” aku memulai pembicaraan “ya... begitulah” “bukankah aku sudah berulang kali bilang kalau berkelahi itu tidak baik???” Yukine mengingatkan sudou san “maafkan aku Yuki-nee, tapi ada saat dimana seorang lelaki harus berkelahi” “yaa....aku mengerti maksudmu sih...” Memang benar apa yang dikatakan sudou Aku mengakui akan hal itu “nah, sudah selesai” yukine selesai mengobati sudou “disini juga sudah, ayo makan dulu” ...... “itadakimasu~” “happ” “omong-omong yukine” “hmm?” “sebenarnya apa sih hubunganmu dengan teman-temanmu itu? Kok sepertinya mereka sangat menghormatimu??” “yaa...” “yuki-ne itu seperti big-sis dimata kami?” sudou angkat bicara “big sis? Kakak kalian?” “iya, karena yuki-nee selalu merawat kami yang terluka setelah berkelahi” “hoo” “yuki-nee tidak hanya disegani oleh kami, tapi oleh musuh kami juga, karena yuki-nee selalu mengobati orang yang terluka, tidak peduli itu lawan atau kawan” “(Yukine baik banget ya....)” “terus omong-omong, kenapa kamu tadi berkelahi??” “oh soal itu...” “HOI SUDOU!!” Tiba-tiba ada seseorang yang masuk melalui jendela “AH!” “SEDANG APA KAU DISINI?!” “AKU TAHU KAU PASTI KABUR KESINI, AYO KITA LANJUTKAN PERTARUNGAN KITA!” “ah, tunggu dulu!” “Yuki-nee, maafkan aku bukan maksudku untung mengganggumu, tetapi aku punya urusan yang harus kuselesaikan dengan sudou” orang yang baru saja masuk itu angkat bicara “Yuki-nee, maaf sebelumnya, tapi yang dia katakan benar. OI KAMU, AYO KITA KELUAR, KITA HANYA MENGGANGGU YUKI-NEE JIKA BERTARUNG DISINI” “TUMBEN NALARMU JALAN?! AYO KELUAR!” Sudou dan orang lain itu melompat keluar jendela “Ahh, tunggu dulu!” Yukine bermaksud mencegah mereka, tapi sudah terlambat Aku sendiri hanya bisa bengong melihatnya ........... Sore hari Saat ini aku dan yukine menuju bar tempat nongkrong “yukine” “apa, kamio-san??” “sebetulnya, siapa kakakmu itu?” “kakakku...adalah ketua dari grup dimana tajima-san dan sudou-san berada” “ooh....” “(pantes aja kok teman-temannya serem semua)” “sebenarnya, saat ini di kota ini ada 2 grup yang saling berselisih satu sama lain” “satu adalah grup kakakku, dan satunya lagi adalah grup pendatang “ “daerah kekuasaan mereka dibatasi oleh sungai” “semenjak kakakku menjadi pemimpin, mereka tidak bisa seenaknya lagi melewati perbatasan, tetapi perkelahian sering terjadi setiap hari” “kakkmu memangnya orang yang sebegitu mengerikan ya?” “sebetulnya sih tidak, tapi untuk musuhnya, mereka akan berkata seperti itu....” “oooh.....” Aku hanya mangut-mangut aja mendengar cerita yukine “terus, siapa nama kakakmu??” “kazuto....miyazawa kazuto...” “hoo.....” “oi, Chin!” Aku menoleh ke belakang “LHO?! LUMI?!” Aku melihat Lumi dan Kotomi jalan berduaan “Kamio-kun, Yukine-chan... Konnichiwa” “konnichiwa, Kotomi-chan” “yo, kotomi” “Ngapain lu disini chin?” “mau nganter Yukine pulang sih, tapi mau mempir ke Tajima-san bentar nih ” “wah pas banget! Kotomi kan abis nyoba-nyoba resep baru, jadi masakannya ga ada yang ngabisin, sekalian lah buat aku ngucapin terima kasih dan nambah teman kotomi, bukan begitu, kotomi-chan?” Lumi menunjukkan 2 keranjang makanan yang ia bawa dan 2 lagi yang kotomi bawa “(buset, syukuran tuh?!)” “iyaa,, Lumi-kun” Mereka berdua nampak lovey dovey satu sama lain “cih, kalian berdua kaya pasangan bodoh aja” “napa chin? Sirik lu?” Lumi tersenyum menggodaku “Nggak lah!” “ahh, Kamio-kun marah ya?” Kotomi menatapku dengan polos Jujur aja, nggak tau harus gemes ato kesel kalo diliatin kaya gini “ugghh....” “sudah-sudah, ayo kita segera berangkat, sebelum hari malam” ........ ........ “Konnichiwa” “ah, Yuki-nee!” “Yo semua” “woohoo, ada miochin juga” “err....” “ahahahahahaha” Suasana ramai kembali meyelimuti bar tempat semuanya berkumpul “Haii semuanya” “Ooh, Lumi!” Nampaknya semuanya juga masih mengingat Lumi “jadii, apa yang membuat Yukine-san dan temannya datang berkunjung kesini??” “sebetulnya sih, untuk ini!!” Aku mengangkat keranjang makanan yang tadinya dibawa oleh kotomi “ooh” “HARI INI KITA PESTA MAKANAN!!” “YEEAAH” ......... “uuhh.... kenyang” “iya,,, makanan yang dibawa Kotomi-chan banyak sekali sih” Aku duduk di sofa ditemani yukine Sedangkan Lumi lagi asik karaokean, dan Kotomi melihatnya “sebenarnya, semuanya disini memiliki masalah dengan orang tua” Tiba-tiba yukine berbicara “tapi disini semua mendapat sesuatu yang tidak mereka dapatkan di rumah mereka masing-masing” “jadi, tempat ini bagaikan rumah mereka ya?” “ya... itu benar” “sebenarnya, Kakakku juga memiliki masalah dengan orang tuaku....” “hmm....omong-omong, kakakmu ga datang kesini?” “.....”yukine membisu “Kazuto-san tidak bisa datang” “Tajima-san.” “Kazuto-san menyelamatkan seorang kawan, tapi dia mengalami kecelakaan ” “kecelakaan?” “Kazuto-san adalah pegawai di tempat ini, semenjak ia masuk rumah sakit, kami yang mengurus tempat ini....” “dan aku membantu di dapur dari waktu ke waktu” Yukine menyambung perkataan tajima Dari apa yang dijelaskan oleh semuanya, tampaknya kakak yukine adalah orang yang hebat Aku jadi penasaran “omong-omong kalian punya fotonya ato ga? Aku jadi pingin lihat orang yang namanya Kazuto ini” “tidak ada sih, tapi semuanya bilang kalau kakakku mirip sama aku” Yukine tersenyum Aku mencoba membayangkan Wajah yukine, tetapi dengan badan seperti preman-preman lainnya Dan hasilnya Kepalaku pusing “ugghh.....” “Kenapa kamio-san?” “maaf yukine, aku ga bisa mbayawangin kamu dengan body eight pack” “ehh??” Yukine Cuma bisa bengong-bengong aja ............ Malam hari “Udah dulu yaa” Kotomi dan Lumi melambaikan tangansambil berjalan menjauh “yoo, daaah~” Aku dan yukine juga melakukan hal yang sama “Nah yukine, ayo kita pulang” “baiklah....” Sunyi.... “anuu, kamio-san” “hmm? Apa??” “sebetulnya, aku merasa kalau ada satu orang lagi yang mirip dengan kakakku” “ooh?? Siapa-siapa?” Aku menjadi excited sendiri Jelas lah, aku kan juga penasaran ama yang namanya kazuto-san ini “uhmmm...jujur aja ya....” “yaa, jujur aja gapapa, ga ada yang marah kok” “sebetulnya, aku merasa kalau....kamio-san....mirip dengan kakakku...” “ooh.... kirain siapa” “.....” “WHAT?! GUA?!” “iya, hehehe” yukine hanya tertawa kecil “wow...” Jujur aja aku ga percaya kalau aku yang kaya gini ini, ternyata mirip dengan kakaknya Yukine “(oh kazuto-san, sehancur apakah dirimu itu jika ternyata kau mirip denganku??)” “Yukine, dengan ini kuresmikan bahwa kau menjadi imouto-ku” “ahaha, tentu saja, onii-san” ......... Days 16 Siang hari Di tempat biasanya “hoaaamph......” Yukine menguap dengan lebar, selebar kucing kalo nguap “hmm?? ngantuk??” “ahh,maafkan aku...sebetulnya, aku baru bisa tidur jam 1 pagi tadi, soalnya tugas untuk hari ini banyak sekali” “hoo....” “(kalo aku sih tiap ari juga tidur jam segitu, tapi bukan gara-gara tugas atau apa, karena nonton anime lahh~)” “memangnya ga ada mantra untuk membuat orang tidur nyenyak?” “sebetulnya sih ada...” “hmm? Coba lihat sini” aku mengambil buku dari tangan Yukine “’cara membuat orang tidur nyenyak’, tidurlah dalam pangkuan seseorang, dan kau akan segera tertidur lelap...... Bah, ini mah bukan mantra!” “hehe, bukankah begitu?” “dulu sih waktu aku kecil, cara itu memang manjur... aku sering meminta kakakku untuk melakukannya untukku , tapi berhubung sekarang aku sudah cukup tua....” “ooh....” “omong-omong yukine, mau nyoba ga?” “ehh??” “iya, kamu mau nyoba ga? Tidur di pangkuanku??” “beneran nih?? Ga usah deh.... ga enak sama kamio-san” “sudahlah, gapapa... daripada kamu kurang tidur...” “uhh....baiklah” “permisi ya, kamio-san...” “yup, silakan” Yukine berbaring dalam pangkuanku “ahh...nyaman sekali.....zzzzz” Dan dalam sekejap dia sudah terlelap “(CEPAT!)” Aku memperhatikan wajah tidur yukine Polos sekali “(pasti ia lelah memikirkan teman-temannya yang selalu membuat masalah itu,,,,)” Aku membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang ‘’Selamat tidur...Yukine...” ........ “ugghhh.....” “ah, kau sudah bangun?” “ah, kamio-san... jam berapa sekarang ini?” “hmmm..... jam 5 sore” “APA?” Yukine langsung tebangun, dia nampaknya kaget sekali “kenapa kamio-san tidak membangunkanku saja??” “ah, maaf Yukine tapi melihatmu tertidur lelap seperti itu, aku jadi tidak tega untuk membangunkanmu, hehehehe” “aduuh, kamio-san ini” Yukine cemberut “(WHAT?! YUKINE BISA CEMBERUT?!! Omong-omong kawai juga ya?)” “aduhh, maaf deh... emangnya ada apa sih kok kamu sampai segitu marahnya?” “habisnya, hari ini kan giliranku untuk belanja, kalau sudah kesorean seperti ini toko-toko keburu tutup” “waduh, kamu ga bilang-bilang sih” Aku segera berdiri dan bersiap “ayo yukine, kita pergi belanja sekarang” “ahh, baiklah” .......... “ahh....kenyangnya” “hahaha, seperti biasa ya, kamio-san kalau makan selalu lahap” “iya lah, namanya juga aku!” Ni ceritanya sudah malam hari Karena aku sudah membantu yukine berbelanja, aku diajak untuk ikut makan malam di rumahnya Meski awalnya aku sungkan, tapi ternyata orang tuanya cukup welcome, jadi aku tidak bisa menolak begitu saja Dan saat ini, yukine pulang setelah pergi ke minimarket sebentar untuk membeli sesuatu “OI KAMU MIYAZAWA KAZUTO!!” Aku kaget, saat aku menyadari ada 3 orang yang menghadang kami “eh? Aku?” aku menunjuk diriku sendiri “YA KAMU! Akhirnya kita bisa bertemu, kami tidak tahu kau sudah keluar dari rumah sakit!” “anuu....” Aku Cuma bisa bingung, jujur aja entah dapat gosip darimana orang-orang ini ngira aku adalah miyazawa kazuto “Tunggu dulu, Kalian salah orang!” yukine maju dan berusaha melindungiku “Yukine-san, maafkan kami... meskipun itu kau, kau tidak akan bisa menghentikan kami” “Hoi, jangan sampai kalian lukai yukine-san!” salah satu dari mereka memperingatkan yang lainnya “baik!” “AYO SERANG!!!!” “cih, mereka serius!” Aku menarik tangan yukine lalu mulai berlari “HOI TUNGGU!!” “Kamio-san” “tenang saja Yukine, asal kita bisa berlari, semuanya akan aman” *DHUAGH* “AGHHH” *BRUAKK* Sesuatu mengenai kepalaku “KAMIO-SAN!!” Pandanganku kabur Samar-samar Aku melihat benda yang mengenai kepalaku Sebuah batu “......” “kamio-san, kamu gapapa?” “hah? Hanya segitu kemampuan miyazawa kazuto yang terkenal? Roboh karena sebuah batu?” Ketiga orang itu datang mendekat “Yukine, sebaiknya kamu mundur” Aku berdiri sambil menahan rasa sakit di kepalaku Tapi persetan dengan rasa sakit ini, kemarahanku sudah mencapai puncaknya Dan saat aku marah, tidak ada yang bisa menghentikanku “Kamio-san?” “tenanglah yukine, semua ini akan selesai dengan cepat” Aku memberikan senyumku pada yukine, setelah itu melihat ke arah 3 penghadang itu “AYO MAJU KALIAN SEMUA!!” “JANGAN BANYAK BACOT KAU!! AYO MAJUU!!!” ......... Days 17 “aduuuh” “bersabarlah kamio-san” “iya, hehehe” “mereka sudah keterlaluan” Tajima angakt bicara “Bukan hanya menyerang kita, tapi bahkan juga menyerang Yuki-nee!” “DASAR BRENGSEEK!! KUBUNUH MEREKA SEMUA!!” Sudou mengamuk “UWOOO” Yaa, beginilah keadaan di bar markas sekarang ini, semuanya dalam keadaan terluka, rupanya bukan aku saja yang diserang kemarin, tapi hampir semuanya mendapat serangan dari grup musuh “tapi, ada satu hal yang mengganjal hatiku....” Ucapan tajima membuat semua menjadi tenang “apa itu tajima-san?” “aku mendengar kabar, mereka mulai menyerang karena takut tidak bisa mengalahkan miyazawa kazuto yang sudah keluar dari rumah sakit, tapi sekarang pertanyaannya....” “kok bisa kazuto-san keluar dari rumah sakit sedangkan ia masih dalam keadaan kritis?” “anuu...mungkin itu karena...” yukine angkat bicara Setelah itu ia menceritakan semua kejadiannya, Dia bercerita dari saat yukine bialng kalau aku mirip dengan abangnya, dan mungkin karena itulah terjadi salah paham di grup musuh “jadi begitu ya....” tajima hanya bisa menghela nafas “seharusnya ini tidak terjadi.....”sudou menimpali “(mendengar situasinya, sepertinya kazuto tidak bisa keluar dari rumah sakit dalam jangka waktu dekat ini)” “TIDAK ADA PILIHAN LAGI, KITA BAKAR MARKAS MEREKA!!” “BAIKLAH, KITA TUNJUKKAN PADA MEREKA SIAPA KITA!!!” Suaasana kembali memanas Yukine tiba-tiba berlari keluar “yukine?!” Aku langsung mengikuti yukine ........ “YUKINE!! TUNGGU DULU” Aku berhasil mengejar yukine “coba kau pikirkan lagi, meski kau pergi kesana bukan berarti kau bisa menyelesaikan semua masalah” “aku sudah akrab dengan mereka, dan aku juga mengetahui tempat berkumpul mereka” “ya....apa kamu ga bisa minta tolong kakakmu menenangkan yang lainnya? Seperti menelpon sudou atau tajjima” “....” “yukine??” Yukine terdiam Sepertinya aku telah mengucapkan sesuatu yang salah.... “Yo, ChiN!” Aku mendengar suara yang familiar “LUMIII!!!!!” “eh?” “Ngapain elu ke sini?” “Jelas lah, untuk membantumu.” Hah? Anak kayak dia mau membantu aku dalam bidang gelut-pergelutan? “Aku sudah mengerti situasinya, bagaimana kalau aku menemani Yukine untuk berbicara kepada mereka?” “Gak mungkin lah!! Kalau menemani Yukine biar aku saja!” Aku langsung membantahnya. Bagaimana kalau Yukine kenapa-kenapa ketika Lumi menjaganya? “Hey!! Mio!! Cobalah kamu memikirkan keamananmu sendiri!! Kamu sudah dianggap sebagai kakaknya Yukine kan? Kalau kamu pergi kesitu kamu langsung dihajar habis-habisan.” Lumi malah ganti membentakku. Hmmm.... ada benarnya juga ucapannya. Oke, aku menitipkan Yukine padamu. “Baiklah. Aku akan menemani Yukine bernegosiasi dengan mereka.” Lumi dan Yukine meninggalkan kami, dan kami hanya bisa menunggu kabar begitu mereka kembali. ................. Jadi, tadi aku meminta Lumi untuk menemani Yukine bernegosiasi Dan akhirnya keputusan telah diambil, yaitu “By1 antar pemimpin?” Tajima-san kaget “kenapa kau mengambil keputusan ini tanpa meminta persetujuan kami, yuki-nee?“ sudou-san ikut menimpali ”maafkan aku, tapi kupikir ini adalah pilihan terbaik” “tapi...bukankah itu mustahil? Kazuto-san tidak bisa bertarung untuk saat ini...” “terpaksa kita mengirim perwakilan untuk menggantikannya....” “omong-omong Chin” lumi tiba-tiba membuka mulut “apa?” “kamu kemarin bilang kalau kamu ngehajar 3 orang sekaligus, sifatmu kumat lagi tuh?” “hahaha, iya nih” “ti...” “TIGA ORANG SEKALIGUS?!” semua terkaget kaget “eh?” aku Cuma bengong “miochin, beneran kamu ngehajar tiga orang sekaligus?” tajima memelototiku “emang bener sih, kenapa memangnya?” “HEBAT BANGET!! PAS BANGET KALAU DIJADIIN PENGGANTINYA KAZUTO-SAN!” “Tunggu dulu, Kamio-san ga ada hubungannya dengan ini..” “hmmm.....” aku berpikir sebentar “BAIKLAH! AKU AKAN MAJU!!” “UWOOO!!!” Semuanya bersorak untukku “Kamio-san?!” “tenanglah yukine, ini juga salahku sudah membuat salah paham kemarin, dan sekarang sudah tugasku untuk meluruskan semua ini....” “(ya... meluruskan semuanya......)” .......... malamnya “kamio-san....” “hmm? Apa yukine?” “aku pikir, berkelahi bukanlah sebuah pilihan yang baik” “memang yukine, tapi itu adalah pilihan yang terbaik untuk saat ini....” “Kamio-san....” “haha, tenang saja Yukine!” Aku mengelus kepala Yukine “semua, akan berakhir sesuai harapan kok....” ................. Days 18 Sore hari Di tepi sungai Tempat dan waktu duel yang telah dijanjikan ![]() “OI SAMPAI KAPAN KALIAN MAU MEMBUAT KAMI MENUNGGU?!!!” Sudou berteriak dengan keras “TUNGGU SAMPAI SASAKI SAN DATANG!!” “cih, mereka lama sekali” Tajima juga mulai tidak sabar “sudah, sabar saja semuanya” aku berusaha menenangkan semuanya “(tapi omong-omong kenapa aku jadi kebelet ya?)” “oi semua, aku ke belakang dulu yaa~” Aku segera berlari menuju toire terdekat ............. “apa ini......” Saat aku kembali, semua teman-temanku sudah terkapar di tanah Saat aku melihat di seberang, sepertinya pihak musuh juga pada tewas semua Saat aku melihat ke sekeliling, aku melihat yukine sedang berjongkok sambil menutupi kupingnya “Yukine, apa yang terjadi?!” “itu....” dengan lemah, yukine menunjuk ke suatu arah saat aku melihat arah itu aku melihat Kotomi sedang berusaha membangunkan Lumi yang juga terkapar di tanah seolah mengerti semua urutan kejadian dari peristiwa ini dibantu dengan bukti beserta korban yang telah kutemukan aku menepuk tanganku lalu membuat kesimpulan.... “Kotomi abis main biola ya?” “iya...” Yukine hanya bisa mengangguk lemah Ping-pong~ “yappari....” Ga ada yang bisa ngalahin kekuatan pengahncur biola kotomi sih “OI? KALIAN KENAPA?!” Aku melihat ke seberang Nampak seseorang masih bisa bertahan hidup Ato lebih tepatnya, kayanya orang itu baru saja datang “(kayanya itu yang namanya sasaki deh)” “Yukine, berangkat dulu ya....” Tanpa pinggir panjang aku segera turun ke medan pertempuran Melihatku turun, sasaki juga mengikuti langkahku Kami bertatapan muka satu sama lain “Hoi, kau apakan kawanku?” sasaki memulai pembicaraan “anuu.... itu salah satu keajaiban dunia, jadi ga bisa dijelasin oleh kata-kata. Sante aja, teman-temanku juga ikut kena imbasnya kok” Aku hanya bisa memalingkan mukaku sambil menunjuk ke arah konco-koncoku Semuanya masih tewas mengenaskan Tapi kayanya Lumi doang yang sudah kembali hidup Tiap hari didengerin suara bising gitu pasti lama-lama juga kebal lah Soalnya, Masa aku mau jujur bilang kalau semuanya tewas abis ndengerin suara dahsyatnya biola kotomi? “omong-omong, kau bukan Kazuto, apa maksudnya ini?” “ini ada sedikit salah paham, yang menghajar anak buahmu kemarin itu adalah aku. Kazuto-san tidak bisa keluar dari rumah sakit hanya untuk berurusan dengan orang macam kalian, hari ini aku yang akan jadi lawanmu” Aku kembali menatap mata sakaki “oohh....” “Baiklah kalau begitu” *SRAAK*DHUAK* “aku akan bermain sedikit denganmu” Dia menginjak kakiku, lalu menyundulku ”Ughhh” “DENGAN SENANG HATI!!” Aku melayangkan pukulan kewajahnya, tapi sayangnya itu meleset Sebagai gantinya, dia mendaratkan 2 pukulan di wajahku *BUAGH*JDHUAKK* “Ughh!!!” “KAMIO-KUN!!!” “KAMIO-SAN!!!” Aku mendengar suara Yukine dan Kotomi dari kejauhan Itu cukup memberi semangat untuk diriku “Cih! MAKAN NIH!” Aku mengincar wajahnya Tetapi karena jangkauan tangannya yang lebih jauh, dia berhasil lebih dulu mendaratkan pukulannya di wajahku “UGHHH” Keseimbanganku hilang Pengelihatanku menjadi kabur Saat aku tidak berdaya Aku mendapatkan serangan darinya secara bertubi-tubi *JDHUAAKKKK* Serangan terakhir darinya dan juga yang paling kuat darinya Terdengar suara Yukine Kotomi dari kejauhan Mereka Semua berpikir bahwa semuanya sudah selesai, Lawanku juga menjadi lengah karena semua Tapi, Itulah kesalahan terfatalnya Aku tidak mendengar suara lumi sama sekali Ya karena aku yakin, bahwa pasti Lumi tahu Kalau semua ini baru dimulai..... “HEAAA!!!” *DHUAGHH* Aku segera memukul wajah Sasaki yang saat itu sedang lengah Dan menyusulnya dengan sebuah tendangan melayang *BHUAGH* Sasaki yang tidak siap terlempar beberapa meter jauhnya “CIH!!” Dia langsung bangun menyadari aku masih belom menyerah Akupun berdiri lalu memasang kuda-kuda untuk bersiap menghadapi sasaki “ternyata memang, aku tidak bisa bertarung sembarangan denganmu sasaki, sekarang AKU AKAN MULAI SERIUS!!” “JANGAN BANYAK BACOT KAUU!!!!” ............. Pertarungan berlanjut sampai malam hari Perbedaan kekuatan kami sudah telihat jelas Sasaki menang di kekuatan, tapi sayang sekali Soal skill aku yang menang Oleh karena itu, untuk sejauh ini aku bisa memimpin “haah...haaah.....” “Cuma segitu kemampuanmu? Sasaki?” *DHUAKH!* Aku memberikan satu pukulan terakhir untuknya “UAGHHH” Dia terjatuh di tanah Aku juga duduk di sebelahnya karena capai “sudahlah, kita berhenti saja saat ini” “Cih, tak kusangka kau hebat juga....” “Kamio, panggil aja mio” “haha, ya... hebat juga kau mio” “yaya, terima kasih...” Kami mengambil nafas sejenak “sepertinya temanmu sudah bangun semua Mio” “teman-temanmu juga sudah bangun semua ...” “AH! MIOCHIN!!” ”AYO SEMUA, SERBUUU!!!!” Sudou dan Tajima yang melihat keadaanku langsung mengira aku butuh bantuan Teman-teman yang lain juga langsung turun untuk membantuku “AH! SASAKI SAN BUTUH BANTUAN! AYO SEMUA MAJU!!” Nampaknya teman sasaki juga berpikiran seperti itu ”Gawat!” sasaki panik “kalau begini, bisa-bisa tawurran beneran ini!” aku juga ikut panik “(ADUUH!! Yukine kemana sih? Kalau ada dia pasti dia bisa nahan sudou ama tajima!!)” “eh?” Aku baru menyadari satu hal “(perasaan tadi dia bareng Lumi ama Kotomi... tapi sekarang???)” “AHH!!” Semuanya sepertinya terkejut oleh sesuatu Mata mereka terpaku pada satu tempat Aku melihat ke arah orang-orang melihat Dan yang kulihat adalah “....Kazuto?!” Aku melihat sesosok pemuda gagah berampbut pirang sedang berdiri diselimuti kegelapan malam ![]() Dia memakai jaket berwarna merah, dan juga memakai headband di kepalanya, tetapi wajahnya masih ditutupi oleh perban ![]() “Itukah Miyazawa Kazuto yang sebenarnya?!” Semuanya menjadi ramai Aku sendiri juga bingung “(tunggu dulu....)” “KAU NEKAT KELUAR DARI RUMAH SAKIT RUPANYA, MIYAZAWA KAZUTO!!!” Sakaki yang sudah kecapaian mendapat tenaga entah darimana Aku berusaha mengingat ingat kata-kata dari Tajima “(saat ini keadaan kazuto-san sedang kritis)” “(kalau kritis sudah tentu tidak mungkin ia kabur keluar kan?)” “SESUAI KABAR, KAU MEMANG MEMILIKI KEBERANIAN!!” Sementara sasaki meneruskan ocehannya, aku terus berusaha memecahkan rasa yang mengganjal di hatiku “(kalau bukan Kazuto, lalu siapa??)” Aku berusaha mengingat-ingat semuanya ‘(apa kau punya foto atau semacamnya? Aku penasaran dengan orang yang namanya Kazuto ini)” “TAPI AKU TIDAK BISA MEMBIARKANMU BEGITU SAJA!!” “(aku tidak memiliki fotonya, tapi semuanya bilang bahwa aku mirip dengan kakakku,,,,)” “AKU AKAN MENGHAJARMU! MIYAZAWA KAZUTO!!” “YUKINE?!!!” Akhirnya aku sadar, yang berdiri disana bukanlah Kazuto Tapi Yukine Sasaki berlari menuju Yukine yang ia sangka adalah Kazuto Sepertinya dia serius Aku segera bangkit dan berlari menuju Yukine “URYAAAA” Sasaki mengambil ancang-ancang dan bersiap memukul Kazuto(Yukine) Tetapi saat-saat sebelum mengenai, pukulannya sempat tertahan “CHANCE!!!” Aku segera melompat di antara mereka berdua Dan sebagai hasinya Aku yang terkena pukulan Sasaki *DHUAGHH* “UGHH” Tanpa sengaja aku mengenai perban yang menutupi wajah Kazuto(yukine) Saat perban itu tertarik, rambut panjang yukine terurai Wajahnya juga terlihat jelas terkena pantulan sinar rembulan “Yuki-nee?” Semuanya tampak terkejut Baik kawan, maupun lawan..... “LEPASKAN, AKU BUKAN YUKINE!! AKU KAZUTO!!!” Yukine seperti kehilangan kendali, aku memeluknya untuk meredam emosinya “Yukine, hentikan!” Aku mempererat pelukanku pada Yukine “Kenapa....dia sampai berbuat seperti ini??” Sasaki masih kebingungan Ia tidak bisa menangkap alasan kenapa Yukine sampai melakukan hal ini Itu yang membuatku sangat kesal “sasaki, dasar KAU BUODOOOOOOOOOOOH!!!!!!” “TENTU SAJA UNTUK MENGHENTIKAN KALIAN TAHU!!!” “PERKELAHIAN INI TIDAK AKAN SELESAI SAMPAI MIYAZAWA KAZUTO KELUAR, MAKA DARI ITU DIA MENYAMAR MENJADI KAKAKNYA!!” Semua terdiam Yang terdengar hanyalah keheningan malam dan juga isak tangis Yukine “Kumohon....berhentilah....berkelahi......” ............... Days 19 Hari ini Semua berkumpul di makam keluarga miyazawa Setelah insiden kemarin Semua bertanya-tanya, kenapa Yukine sampai menyamar menjadi abangnya Ternyata, jawabannya sangatlah simpel, tapi juga sangat menyakitkan “jadi...inilah alasannya” Ya, Miyazawa Kazuto sudah menjadi seorang Almarhum Yukine berpura-pura menjadi abangnya, karena kazuto sudah tidak mungkin untuk muncul dan menghentikan perkelahian Yukine menjelaskan semuanya, alasan kematian kakakknya, dan kenapa kematian kakaknya dirahasiakan Dan yukine juga berkata, bahwa permintaan terakhir kakaknya, yaitu ingin agar Tidak terjadi lagi perkelahian di kota ini.... Pada akhirnya, semuanya menyanggupi permintaan terakhir kazuto, dan semua mendoakan kepergian nya Agar dia bisa tenang, di alam sana...... ......... Days 25 6 hari setelah ziarah ke makam Kazuto Suasana Kota sudah kembali tenang Sudah tidak ada lagi perkelahian antar geng Sore hari yang cerah Aku sedang mengantar Yukine pulang Kami pulang setelah berbelanja “omong-omong yukine, hari ini kamu mau masak apa?” “hmmm kamio-san maunya kumasakin apa?” “Kalau masakanmu sih, apa aja aku pasti mau” “haha, dasar kamio-san ini....” Ya, semenjak kejadian seminggu lalu Hubungan kami makin erat Kalau menurutku sih Sekarang Cuma tinggal menunggu waktu yang pas aja agar aku mendapatkan Yukine Kami sampai di sebuah pertigaan Kalau kerumah Yukine sih belok ke kanan, tapi kalau ke kiri.... “Omong-omong Yukine, kalau kita belok ke kiri itu ke arah mana ya??” “Hmm....aku juga sudah lupa, Kamio-san....” “hoo.....” Aku mengeluarkan HP-ku, melihat jam “jam 15.45, masih jam 4. Jalan-jalan bentar yuk yukine!” Aku menarik tangan Yukine “eh? Kemana??” “kita coba belokan kiri, sekalian buat ganti suasana” “ehhmm...baiklah” Yukine menjawabku sambil tersenyum .......... “wah...” Ternyata jalan yang kami ambil ini seperti menuju ke daerah pedesaan Makin lama makin sepi penduduk “waduh, mendingan kita balik aja deh Yukine” “kenapa? Padahal kita udah jalan lumayan jauh???” “iya sih, tapi kayanya kalo ini kita terusin, bisa-bisa kita ga bisa pulang tepat waktu deh” Aku memperlihatkan HP-ku “pukul 16.30, eh? Sudah sesore ini?!” “makanya itu, ayo kita mending cepetan pulang deh” Aku mulai berlari, disusul oleh Yukine .... “haah....haah....” Sambil mengambil nafas, Aku melihat ke HPku “17.20” Akhirnya kami sampai di pertigaan sebelum berbelok ke kiri tadi “kita udah sampai sini kok, kita jalan kaki saja Yukine” “uhh, baiklah...” Kami mulai berjalan kaki Saat aku berbalik, aku baru menyadari Kalau aku sudah melewatkan sesuatu yang luar biasa tiap hari Dan aku baru menyadarinya sekarang “Eh Yukine,coba kamu lihat” Aku menarik tangan yukine, lalu aku menyuruhnya melihat ke arah yang kutunjuk “waaah......” Ia sepertinya juga kagum pada apa yang dilihatnya “indah bukan?” Ya... Yang aku lewatkan tiap hari adalah Pemandangan sunset di sungai yang tiap hari kami lewati Tetapi tidak pernah kami sadari ........... “Yukine?” “apa kamio-san?” “untung ya kita tadi nyoba jalan-jalan” “haha, iyaa...” ![]() Saat ini kami tengah menikmati indahnya senja hari di tepi jembatan(bukan bawah kolong lo) “ohya kamio-san...” “hmm?” “aku kemarin belum sempat berterima kasih ya...” “soal apaan??” “aku ingin berterima kasih, berkat bantuan Kamio-san, keinginan terakhir kakakku bisa menjadi kenyataan” “ooh, sama-sama...” “tapi itu bukan hanya karena aku bukan?” “iya, itu berkat bantuan Tajima-san, sudou-san, Lumi-san dan yang lainnya, tapi bagiku... yang paling berjasa adalah Kamio-san....” *Blushh* “(waduh, aku kenapa nih???)” Mendadak wajahku berubah merah, aku merasa malu setelah menerima pujian dari Yukine tadi “(Baiklah! Ini kesempatan yang ga boleh kulewatkan!)” “Anuu...YUKINE!!!” “Apa Kamio-san?” “anuu... dulu kamu bilang kalau aku bakal nemuin gadis yang lebih baik dari kamu kan?” “iya...memangnya kenapa?” “aku rasa, itu semua salah....” “eh? Kok bisa??” “soalnya...aku ngerasa...kalau kamu...gadis terbaik..UNTUKKU!!” “....” “Anuu...Yukinee...Anuuuu......” “(Aku panik! AKU PANIIIKK!!)” Yup, aku panik “Kamio-san” Yukine memegang kedua pundakku “tarik nafaaas, lepaskan, lakukan selama 3 kali, lalu ulang kembali apa yang ingin kau katakan” “haaaaaahhh, huuufh, Haaaaaaaaaah, Hufhh, haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh, Hufhh....” “Baiklah, Yukine, Maukah kau menjadi gadisku?!” “eeeh....???” “anuu...anuuu.....” “(nah lo, gantian paniknya)” Aku melakukan hal yang sama persis seperti yang yukine lakukan tadi “Yukine, tarik nafaaas, lepaskan sebanyak 3 kali, lalu ulang kembali apa yang ingin kau katakan” “hmmmh, hufhh, hmmmh, hufhh, hmmmh, hufhh” “anuu....” Yukine berusaha memalingkan wajahnya dariku, tapi aku tetap penasaran akan jawabannya Ya sebetulnya kaya gini hiburan juga sih, soalnya jarang-jarang bisa lihat yukine panik kaya gini Hehehe “ba...baiklah.....” “eh? Apa Yukine??” “baiklah, mulai sekarang....aku...gadis... Kamio-san...” “(YEAAAH!!!! HELL YEAAHH!!! FVCK YEAAAHHH!!!!)” Aslinya aku pengen langsung sujud syukur terus lompat-lompat saking senengnya Tapi berhubung aku malu... “jadi...mulai sekarang... kita pacaran ya???” “iya.....” Kami menatap matahari senja sambil malu-malu tentunya ........ Me and yukine, As Family “Kamio-san, Ayo kita berangkat!” “ah, iya tunggu sebentar yukine!!” Aku segera bersiap, mengganti baju, memakai wewangian secukupnya dan lain lain deh Terakhir aku mengambil HP ku, kemudian aku berlari menuju Luar “Upss...” Aku berlari kembali menuju kamarku Mengambiljam tangan kesayanganku dari atas meja kemudian memakainya Ya... Jam tangan pemberian Yukine Setelah mengecek tidak ada lagi yang tertinggal, aku berlari keluar “Yukine, Aku sudah siap!” “dasar lambat, kalau kita kesiangan gimana?!” “hahaha, ya maaf istriku sayaang” Aku berjalan mendekatinya, kemudian membelai rambutnya Wajah cemberutnya berubah menjadi sebuah Senyuman yang sangat manis “yuk, kita berangkat” “baiklah” Kami berjalan berdua menuju Luar rumah Hari ini, kami akan pergi berwisata Yup, hanya aku dan Yukine “Akhirnya, kita bisapergi berdua ya? Yukine” “Lho? Kok Cuma berdua??” “lho? Emangnya siapa lagi?” “aduh aduh, dasar kamio-san ini, baru jadi papa kok sudah pikunan sih?” Yukine menunjuk ke arah perutnya “waduh, kamu kok jadi gendut gitu sih? Diet dong!” “kamio-saan~~” Yukine tersenyum, tetapi kedua tangannya mencubit pipiku dengan cukup keras “aw ! aw AW!!!!!! Ampun ma, Ampun!!!! Papa Cuma bercanda kok!!!” Aku teriak teriak kesakitan “iya iya, mama maafin kok” “aduduh.....” Aku mengelus pipiku yang masih memerah terkena cubitan Yukine “RALAT!! Kita hari ini tidak Cuma berduaan!” Aku memproklamasikan sesuatu “hari ini kita akan pergi bertiga, Aku, Kamu, dan....” “Anak kita.....” Aku mengelus perut Yukine Ya... Yukine saat ini sudah hamil Jadi… Keluarga kami sekarang menjadi 3 orang ..................... Saat ini kami sedang dalam perjalanan Aku menyetir mobil, sedang Yukine duduk di kursi penumpang “Omong-omong, kamio-san” “hmm? Apa?” “kalau nanti anak kita lahir, sudah saatnya kita beli mobil baru kan?” “err…..” Yaa Saat ini Kami pergi menggunakan NSX, Mobil Sports impianku yang selalu kuinginkan dari dulu Masalahnya sih NSX ini tipe 2 seater alias kursinya Cuma ada 2 Namanya juga mobil sports “iya deh Yuu, gampang ntar kupkirin” “janji ya??” “Yaa, janji” Yukine hanya tersenyum Dan giliranku yang bingung “(enaknya ntar beli mobil apa ya??)” ………………… “Ughhh, Akhirnya sampai juga” Aku berdiri lalu melakukan sedikit stretching Saat ini kami sudah sampai di desa, tepatnya sih rumahku yang satunya Rumah ini baru saja kami beli Tahun lalu, dan hanya kami gunakan untuk liburan saja Omong-omong, soal desa ini.... Desa ini adalah desa yang cukup sepi dan penduduknya hanya sedikit Tetapi mereka semua orang yang ramah, karena itulah aku menyukai desa ini... Aku melihat yukine mamakai sebuah topi Yaa... Lucu sih.... “Kamio-san, ayo mulai angkat angkat” “ah, kamu ga usah angkat-angkat, biar aku saja” Aku langsung merebut tas yang diangkat oleh yukine, aku kan tidak mau Istriku yang sedang hamil ini bekerja telalu keras “kerjaan kaya gini sih, serahin aja ke aku!” “haha, iya iya, Kamio-san” Setelah mengeluarkan semua bekal dari dalam bagasi dan mengunci mobil Kami mulai berjalan menuju tujuan kami yang sesungguhnya ………………… “Waahh….. indahnyaaa” “Tidak banyak yang berubah, ya kan, kamio-san?” Yukine terkagum kagum dengan pemandangan yang ia lihat Pemandangan Sebuah sungai yang mengalir , airnya sebening kristal, di seberang Sungai itu terdapat sebuah padang Lavender yang sangat indah “hahaha, namanya juga secret spot , hanya sedikit orang yang tahu tempat ini, jadi bisa dibilang tempat ini masih alami mi mi” “Rahasia yang dulu itu ya??” Yukine mengedipkan sebelah matanya “Yup,masi inget aja...” Aku mencubit pipinya Yaa Tempat ini memang sebuah rahasia Karena jika menuju tempat ini kita harus melalui hutan dulu, tidak banyak orang yang mengetahui tempat ini Jadi tempat ini hanya menjadi tempat rahasiaku dan Yukine ” Nah, ayo kita mulai pikniknya!” Aku membeber sebuah Tikar untuk kami duduki nanti dibawah sebuah pohon Aku juga menata semua bekal yang kami bawa Setelah itu juga menyiapkan alat pancing(biasa, buat kesenangan pribadi) Setelah semuanya siap, aku mengambil perlengkapan memancingku “Yukinee, mancing dulu yaa” “sini dulu kamio-san” Aku segera mendatangi Yukine “apa??” “jangan lupa pakai topi” Yukine memakaikan Topinya padaku “hmmm....makasih yaa” Aku segera berlari menuju pinggir sungai “(meski ga matching, whatever lah)” Yaiyalh, aku penampilan kaya gini pake topi lebar yang feminin Tapi berhubung yang ngasih itu Yukine... No problem dah Sementara aku memancing Yukine sedang asik membaca Novel Omong-omong itu Novel buatanku lo Yukine adalah fans dari novel novel yang kutulis Ya... Yang dibaca oleh Yukine adalah karya pertamaku Sebuah best seller yang berasal dari hasil kerja kerasku.... Berkat bukuku, akhirnya aku bisa membeli semuanya Rumah, Mobil, memiliki tabungan, dan lain lain... Tapi... Tanpa Yukine, tidak mungkin semuanya bisa menjadi seperti ini... Tapi omong-omong Istriku Fans-ku keren juga ya? ……………. “Kamio-saan, ayo makan dulu” “ah, baiklah” Aku segera berlari menuju Yukine Pancingku yang belom sama sekali mendapatkan ikan kutinggalkan Kami mulai memakan bekal kami “Kamio-san, aaaa....” “Ammm.... ENAK!” “hehe, makasih kamio-san” Dan kami menghabiskan bekal kami dengan lahap. .......... “ughh... kenyang” “Kamio-san Rakus sih, masa makannya banyak banget” “Ughh... pokoknya kenyang” Saat ini aku sedang tidur di pangkuan Yukine Aku melihat Perut Yukine yang sudah membesar “omong-omong Yukine” “apa kamio-san?” “kamu pingin punya anak cewek ato cowok?” “hmm....kalau kamio-san?” “kalo aku sih pinginnya punya anak cewek” “hmm? Kenapa?” “supaya aku punya anak yang luar biasa seperti Ibunya” “hahaha, dasar kamio-san, suka bercanda ini” “hehehe” Yukine tertawa kecil mendengar alasanku Angin sepoi sepoi membuatku mengantuk “Yukine” “hmm? apa Kamio-san??” “pas kaya gini, jadi inget ama mantramu dulu, cara untuk tidur lelap adalah....” “tidur di pangkuan seseorang kan?” “Yup, benar sekali.” “hahaha, sudah lama sekali ya kamio-san,,,,” “Iya....” Aku membenarkan posisi kepalaku “dulu kan biasanya kamu yang kaya gini....” “memang iya, tapi sekarang....” Yukine membelai rambutku dengan penuh kasih sayang “sebagai istri yang baik, aku ingin kamio-san juga ikut merasakan manjurnya mantra ini” “hahaha, makasih istriku” Yukine hanya tersenyum Aku juga tersenyum Cuaca yang cerah dan hangat, suara gemricik sungai dan juga suara ranting pohon karena hembusan Angin sepoi sepoi , serta suara Cicada yang ramai di siang hari ini Membuatku sungguh mengantuk Ditambah senyuman Yukine yang menenagkan hati Aku tak kuasa menahan kantukku... “Yukine... aku tidur bentar ya....” “Baiklah Kamio-san, Oyasumi......” Aku memejamkan mataku Sambil menikmati belaian dari yukine Sambil memikirkan, bahwa aku adalah pria paling beruntung di dunia ini Karena memiliki Yukine sebagai istriku Ya... Saat ini aku berharap.... Waktu ini.... Tempat ini..... Suasana ini..... Dan perasaan ini..... Aku berharap semua ini.... Terus berlangsung... Untuk selamanya...... ....... Were Always Together, For Now And Forever 35 tahun telah berlalu semenjak pernikahan kami Semua berubah seiring dengan berjalannya waktu Aku berjalan sendirian sambil menikmati pemandangan di pagi hari Saat ini aku sedang berada di desa dimana aku dan Yukine dulu tinggal bersama Saat-saat dimana yang bisa disebut masa keemasan Desa yang penuh kehangatan, masih dikelilingi oleh alam Indah tiada tara Tempat berharga bagiku dan Yukine “Hmm....tidak terlalu banyak hal yang berubah” Ya... tidak banyak yang berubah di desa ini Karena aku terus mempertahankannya Dalam beberapa tahun terakhir, tidak sedikit perusahaan besar yang mengincar desa ini sebagai lahan bisnis Tetapi aku tidak akan melepaskannya begitu saja Aku menyarankan agar Desa ini tetap dipertahankan daripada dibuka lahannya untuk dibuat menjadi kota, dan mengatakan bahwa mempertahankan desa ini tapi mengubahnya menjadi tempat wisata akan lebih ramah lingkungan dan akan lebih menguntungkan warga setempat. Dan usahaku tidak sia-sia, banyak pihak yang mendukungku, termasuk warga desa, dan sampai sekarang desa ini masih bisa bertahan Tapi usahaku ini tidaklah sampai disini saja Aku harus menggunakan Harta pribadiku untuk mendonasi desa ini Aku menjual rumahku, serta mobilku dan uangnya kutabung untuk berjaga-jaga untuk keperluan sewaktu-waktu Untuk Sekarang, aku tetap menjadi seorang novelis. “biarlah aku tak punya rumah mewah, mobil bagus atau hidup bergelimang harta....” “yang penting aku bisa mempertahankan sesuatu yang penting...” “yaitu desa ini... beserta kenangan di dalamnya...” “kenangan berharga bersama Yukine...” Aku melihat langit biru yang cerah “ahh, matahari masih berwarna kuning ya...” Lalu aku melihat jam tanganku.... Pemberian berharga dari yukine... Aku hanya bisa melihat jam itu sambil mengingat-ingat masa dimana kami masih bersama “...!” Kesadaranku kembali Hembusan angin yang kencang mengembalikan kesadaranku “Sudah waktunya ya...” Akukembali berjalan, menuju ke tempat itu... Ya tempat itu... Tempat peristirahatan Terakhir Yukine.... “....” “Yukine.....” Aku tiba di makam Yukine Terdapat beberapa Rangkaian bunga di atasnya “hmm... mereja sudah datang duluan ya...” Ya, Tajima, Sudou dan semuanya Semua tidak pernah melupakan Yukine meski dai sudah Tiada... Akuberlutut di samping makam yukine, kemudian meletakkan serangkaian bunga yang kubawa dari rumah “Sudah 10 Tahun ya....” Aku mengelus nisan makam yukine, lalu aku membacakan doa untuknya, agar ia tenang di alam sana ....... “yup, sudah selesai” Aku berdiri, membenahi bajuku lalu pergi Tak jauh melangkah, aku menoleh dan melihat ke makam yukine “Tidurlah dengan tenang, Yukine....” .... aku kembali berjalan di jalanan yang sepi, saat melihat ke sekeliling aku bisa melihat para petani sedang bekerja keras mengolah ladang mereka “hmm sepi juga ya...” Ya, berhubung hari ini adalah hari kerja, hanya sedikit pengunjung yang datang ke desa ini... Padahal kalau hari liburan, desa ini menjadi sangat ramai Mengalahkan ramainya cicada di siang hari... “tapi sekali-sekali tenang seperti ini tidak ada salahnya kan?” Aku menghela nafas sejenak, lalu kembali berjalan menuju Rumah ..... “Tadaima...” Sunyi... “hahaha, sudah jelas lah..” aku menuju dapur lalu membuka kulkas untuk mengambil air minum *GLUP*GLUP* “Ahhhh, SEGAR!” Aku menaruh gelas di meja, lalu aku melihat Fotoku Bersama Yukine yang sedang menggendong anak kami, terpajang di tengah meja Aku mengambil foto itu Saat ini aku hanya bisa mengingat-ingat saat-saat itu, tanpa bisa melakukannya lagi “Yukine...” Semenjak Yukine meninggal, Aku tinggal sendirian di Rumah ini Meski anakku mengajakku untuk Tinggal Bersamanya di Kota, tetapi aku Tidak mau Aku ingin Tinggal disini, di tempat dimana Yukine berada sampai akhir hayatku *Drrt*Drrt* Aku menaruh Foto itu kembali ke asalnya Lalu kukeluarkan HP dari saku celanaku, aku melihat nama pemanggilnya “....LUMI!!” Aku segera mengangkat panggilan darinya “Halo” “Yo Chin! Gimana kabar lu?” “weleh-weleh, inget lum kau sudah kakek-kakek umur 50 taunan, masi pake lu gue lu gue aja,mana manggil Chin pula, inget umur kk” “DIEM LU KAKEK!! Suka-suka gua dong mau pake bahasa gimana” Aku hanya tertawa kecil mendengar protes dari lumi Ya, Lumi... meski kami sudah berpisah bertahun-Tahun, tetapi hubungan kami tidak pernah terputus kami selalu ada satu sama lain untuk saling membantu “So, ada Perlu apa Kamu nelpon hari ini Mr. Lumi??” “Oh, iya! Sampe lupa aku... Rencananya sih Akhir Tahun ini aku dan Kotomi bakal Pulang lagi kesana” “hee... Kenapa? Bosen ama kehidupan Amrik yang kaya Gitu?” “ya boong kalo bilsang ga bosen, Amrik makin gendeng akhir-akhir ini, Tapi bukan itu masalah uatamanya” “Terus kenapa Dong?” “kondisi kesehatan Kotomi memburuk, ya maklum lah...” “Faktor usia ya... Hahaha” “Yup, sama Dokter sih disarankan Supaya Kotomi Tinggal di Lingkungan yang jauh bebas Polusi, alias masih alami” “Hoo....” “omong-omong lumi, kok Cuma kotomi doang? Kamu sendiri gimana?” “hohoho, saya kan manusia kuat! Mana mungkin jadi Kakek-kakek penyakiten yang kalah sama polusi, ahahaha” “ahaha, iya ya, aku lupa kalo kamu kebal ama polusi, soalnyua kan kamu juga polusi” “FAK!” “ooit, jangan ngamuk kek! Joke doang~” “yayaya...” dia menjawab dengan malas “jangan-jangan Kotomi sakit gara-gara kamu mi... kamu kan Polus...” “Chin” “apa mi?” “Pulang kesana Gue hajar lo!” “siapa Takut, week” “FAK MAMEN!!” Lumi marah- marah di ujung sana Aku hanya bisa Tertawa mendengar amukannya Ya, ini mengingatkanku pada masa sekolah kami “Omong-omong chin” “Hmm?” “Gimana Desa wisata lo?” “hahaha, ya makmur lah, gua gitu yang megang!” “Cih, Belagu! Terserah deh mau ngomog apa” “Iya iya kakek Lumii, sante aja.... memangnya ada apa kamu nanya-nanya soal gitu?” “yaiyalah nanya, Toh desa ntu Termasuk milik gua! Aho kau” “hahaha, iya iya...” Ya, memang benar... Jika sebagian dari desa ini adalah milikku, sebagian lagi adalah milik Lumi... Karena dia adalah donatur untuk desa ini juga Aku mengingat-ingat saat itu... “Lumi....” “apaan Chin?” ”Makasih ya dulu lu uda bantuin gua....” “hayah, masalah gini lagi? Kan dulu gua uda bilang, gua ikhlas ngebantu lo, lagian tempat itu berharga buat lo kan? Lagian bantuan dari gua Cuma sedikit, ga sebanyak yang lo korbanin” “Iya sih...” “makanya, gua ikhlas... kan dulu lo sendiri yang bilang, kalau teman itu harsu saling membantu, baik saat senang, maupun saat susah... karena itulah Teman yang sesungguhnya” Ya... Kata-kata itu... Kata-kata itu adalah perkataanku saat Lumi berusaha keras untuk membua Kotomi kembali ceria, lalu aku memberinya dukungan dengan kata-kata itu “tetep aja... makasih ya?” “haha, kok lu jadi Formal gitu? Jadi ga enak nih.” “haha, oke dah kek, ada perlu lain lagi ga?” kami kembali ke topik pembicaraan awal “Ah sial! Aku sampe lupa masalah yang paling penting!” “dasar kakek pikun....” “Biarin aja! To de point aja, pokoknya tolong siapan lahan di desa sana, untuk rumah kami disana nantinya” “Ooh, oke-oke bisa diatur itu, itu aja ya?” “Yup, ah Kotomi manggil...” Sepertinya Lumi dipanggil oleh kotomi “Uda dulu ya Chin, kutunggu kabarnya” “oke mi” *pip* Pembicaraan kami berakhir “wah, taun depan bakal Ramai nih...” ya,denga kedatangan Lumi yang selalu heboh itu, pasti kehidupanku akan kembali ramai seperti dulu lagi... “ya...” “Seperti dulu...” *Drrt*Drrt* “Hmm...” Aku melihat Hp-ku yang kembali bergetar “kali ini sms ...” “....Yuuki...” Yuuki... Cucuku Anak dari Miyuki, Anak tunggal ku dan Yukine Aku membuka SMS dari Yuuki “Halo Kakeeek, Gimana kabar kakek?? Baik-baik saja kan? Oya kakek, tau gak? Mama dan papa punya kejutan buat kakek, hari ini kami mau kerumah kakek lo. Sekarang Yuuki lagi naik mobil bareng mama sama papa, asik-asik ” “hahaha, dasar Yuuki... Kalo diberi tahu bukan kejutan dong namanya..” Aku segera membalas Sms itu “Baiklah! Kalau begitu kakek Tua ini juga mau Ngasih kejutan!” Aku segera memakai celemek dan bersiap memasak di dapur... ........ “Yosh! Sudah selesai!” Aku menghidang masakanku di atas meja, kulihat hasil kerjaku, lumayan lah “ya, meski ga sebanding ama masakannya Yukine sih...” .... lagi-lagi aku teringat saat-saat yukine masih Hidup... saat kami masak berdua, saat kami menikmati masakan kami berdua, saat-saat indah itu... Aku menghela nafas, melepas celemekku, lalu melihat jam “jam 1 siang, kayaknya sih Mereka bakal datang nanti sore” Karena bosan di rumah, aku mengambil topiku, lalu pergi keluar Rumah Tetapi sebelumnya, aku meninggalkan pesan “aku ada di tempat biasanya....” “baiklah, saatnya jalan-jalan lagi” ......... Saat ini aku sudah sampai di tempat rahasiaku dan yukine Yup Tempat dimana terdapat pemandangan sebuah sungai yang di seberangnya adalah sebuah padang lavender Aku berkeliling sebentar, lalu aku sampai di sebuah pohon Pohon yang selalu menjadi tempat peristirahatanku dan yukine Semenjak kematian Yukine, aku makin rajin mengunjungi tempat ini. Ya, karena disinilah kenangan berhargaku dan Yukine berada “aduduh....aku makin cepat capek saja, apa karena umur ya??” Aku bersandar di batang pohon itu Cuaca yang hangat dan angin sepoi-sepoi yang sejuk berhembus dan membuatku mengantuk “wah...kalo ada yukine kaya gini enak ya....” Karena rasa kantuk yang sangat.... “uhh.... mending aku tidur dulu deh” Aku pun berusaha untuk tidur.... ................ “ughh.,....” Aku terbangun Selama aku tidur tadi, aku sempat bermimpi tentang yukine Jujur aja, aku benar benar merindukan dia Akhir akhir ini aku merasa, hidupku sudah tidak berarti lagi karena tidak ada yukine lagi di dunia ini “Yukine.....” “apa, Kamio-san?” Aku tak percaya apa yang kudengar Saat aku membuka mataku, tepat didepanku seseorang berdiri... Yukine yang berdiri disitu “Yu...Yukine?” “halo kamio-san” Aku tak sempat berkata kata Aku kaget dengan semua ini “(kenapa Yukine ada disini? Kan dia sudah mati? Kenapa???)” “Kamio-san, bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?” “eh?” “bagaimana kabarmu akhir-akhir ini, kamio-san??” Aku tidak percaya Yukine mengajak aku berbicara “(halusinasi...ya, ini hanya halusinasi)” “Yaa...baik baik saja kok, aku juga sehat sehat saja” “haha, well as expected dari kamio-san lah, bagaimana kabar anak kita?” “Miyuki?? Dia sehat sehat saja, rencananya sih Hari ini dia bersama keluarganya akan berkunjung kesini, pasti hari ini rumah bakalan ramai” “kalau Lumi-san dan kotomi-chan?? Aku kangen juga dengan mereka” Yukine yang berdiri lalu duduk di sampingku Aku kembali bisa merasakan sesuatu yang telah lama hilang dariku, Yaitu kehangatan dari yukine “ehmm, kalo pasangan bodoh itu sih masih awet saja, mereka bakal pindah kesini tahun depan, padahal mereka hidupnya di amrik lo, AMRIK!” “yaa, mungkin mereka sudah tidak nyaman lagi, kamio-san” “iya juga sih....” “Tampaknya kehidupan Kamio-san setiap hari akan bertambah ramai ya, dan bertambah menyenangkan juga....” “yaa...itu kan katamu...sebenarnya aku ini sangat kesepian tahu... apalagi setelah kamu pergi....” “hahaha.....” Kami memandang langit sore yang indah Suasana hening sementara “Kamio-san...” “hmm?” “Apa kamio-san sudah puas dengan kehidupan kamio-san?” “kehidupanku? Tentu sudah sangat puas lah! hahaha” Yup Aku sudah pernah merasakan manis pahitnya kehidupan Sudah pernah di atas, sudah pernah di bawah Semuanya sudah kucicipi, asam garamnya kehidupan ini “Jadi, Kamio-san sudah merasa semua ini cukup??” “ya, lebih dari cukup. Badanku yang sudah Tua ini juga sudah capek, aku merasa hidupku sudah cukup di dunia ini” Memang benar Setelah semua yang kulalui Aku merasa sudah tidak ada lagi yang ingin kudapatkan Kehidupanku sekarang ini juga hanyalah menikmati masa tua sembari menunggu ajal “Kalau begitu waktunya pas sekali ya kamio-san...” Yukine berdiri dihadapanku “sebenarnya saat ini, aku disini dating untuk menjemput kamio-san” “Sudah kuduga…” “eh?” “sudah kuduga tujuanmu dating kesini adalah itu” “hahaha, dasar kamio-san. Selalu cepat tanggap seperti biasa” “Yup. Ahh, baguslah waktuku sudah dating, aku juga sudah bosan sendirian di dunia ini….” “Baiklah kamio-san, Ayo…” Yukine mengulurkan tangannya padaku “Ayo kita pergi, ke dunia keabadian, dimana kita bisa bersama untuk selamanya” “Baiklah….” Aku menerima uluran tangan Yukine, aku menggenggamnya dan kemudian ikut berdiri “ayo kita pergi, istriku sayang” Yukine hanya tersenyum. Pertanyaan di hatiku yang selama ini belum terjawab, akhirnya saat ini aku bisa menemukan jawabannya “aku benci dengan hidupku ini…” “kalau aku hidup seperti ini, kenapa Tuhan memberi kehidupan padaku??” “kenapa…..” “kenapa Tuhan sungguh Tidak adil???” Setelah akuberpikir, akhirnya aku bisa menemukan jawabannya pada diriku sendiri Aku membenci hidupku karena aku tidak pernah mengetahui, apa Arti dari kehidupanku Aku diberi Hidup Oleh Tuhan, Agar Aku bisa mempertemukanku dengan seseorang, yang telah membuat hidupku berarti... Tuhan itu maha Adil, karena dibalik Semua Tindakan-Nya yang kuanggap Tidak adil, tersimpan makna yang lebih besar Artinya. Karena Tanpa kusadari, Semua penderitaan yang pernah Kualami selama hidupku, ternyata memberikanku kebahagiaan yang tidak pernah aku sadari dan aku syukuri... Aku akhirnya Mengerti maksud dari semua yang Tuhan Rencanakan Padaku... “(aku ternyata hanyalah seorang manusia yang bodoh....)” Yukine mulai berlari aku mengikutinya Kami terus berlari dan berlari Saat aku sadari, kami sudah berada di langit Saat aku menoleh ke belakang, aku melihat diriku sedang bersandar di pohon “Selamat tinggal diriku.....” “selamat tinggal duniaku.......” Aku kembali melihat ke arah depan Aku melihat yukine Saat-saat ini mengingatkanku pada saat aku dan yukine bertemu dulu Ya Saat kami bertemu dulu... Pandanganku mulai kabur... Semuanya berubah menjadi berwarna Putih... Aku tahu semuanya akan segera berakhir... Dan aku mengucapkan.... “Selamat tinggal....Semuanya” ...................
__________________
KELAKUAN SAAT NGUMPUL Karya Tulis saya Istri-Istri saya ![]() ALL HAIL GESO ![]() ![]() ![]() |
|
|
|
|
|
|
#2 |
|
Sadako's boyfriend
![]() |
wiiihh, miochin & lumi betul2 menunjukkan usahanya dengan menulis kisah yg sangat panjang (kl sebelumnya sy bilang cerita lumi itu rekor, mungkin skrg udh tumbang dgn cerita yg ini), betul2 layak diapresiasi
![]() Sementara ini sy belum baca semua, tapi sekilas di bagian akhir ceritanya terasa menyentuh sekali, sy terenyuh dgn kesimpulan yg diambil tokoh utama pada akhirnya. Di luar itu sebagian ceritanya mengingatkan juga pada sebuah plot anime yg pernah sy tonton, tapi sy akan baca dulu semuanya..
|
|
|
|
| xchalant |
| View Public Profile |
| Send a private message to xchalant |
| Find More Posts by xchalant |
| View Blog |
|
|
#3 | |
|
Yukirin♥♥♥
![]() |
![]() gw suka cerita ini overall bener bener yang namanya emosi kerasa di setiap kata dan cerita cerita yang dirangkai, dan seperti apa xchalant-senpai bilang, bagian akhirnya bener bener nyentuh bgt hati gw ![]() mio ma lumi bener bener saya apresiasi dengan pembuatan cerita ini... dua jempol dari saya untuk kalian
__________________
![]() Quote:
|
|
|
|
|
| shinchan |
| View Public Profile |
| Send a private message to shinchan |
| Find More Posts by shinchan |
| View Blog |
|
|
#4 |
|
Fetish Rambut bakpo dan hobi ngpump
![]() ![]() Join Date: Jun 2010
Location: Kota Malang, rumah kluarga
|
hahaha, makasih ya semuanya
![]() ga tau harus ngomong apa, rasanya senang sekali karya saya ini berhasil membuat anda sekalian tersentuh ![]() sebetulnya sih mau buat cerita yang pendek, tapi kayanya saya ga bakat deh(soalnya ujung-ujungnya pasti jadi cer-pan )pokoknya makasih ya ![]() @xchalant : ditunggu reviewnya
__________________
KELAKUAN SAAT NGUMPUL Karya Tulis saya Istri-Istri saya ![]() ALL HAIL GESO ![]() ![]() ![]() Last edited by MioChin; 31 July 2010 at 15:50. |
|
|
|
|
|
#5 |
|
Kotomi and Yuu's Dear One
![]() |
oy, chin : CIHUY FOR YOU
![]() btw, Great job!!!
__________________
|
|
|
|
| luminensce |
| View Public Profile |
| Send a private message to luminensce |
| Find More Posts by luminensce |
| View Blog |
|
|
#6 |
|
Sadako's boyfriend
![]() |
***Karya Pemenang 2nd LFF***
Ini yg punya miochin kan? moga2 ga ketuker sama yg punya lumi ![]() Mengulas sedikit karya yg datang terakhir ini : Sy pernah nulis di lounge staff 2 hari menjelang deadline bahwa kemungkinan masih akan ada 1 atau 2 karya lagi yg masuk dan biasanya sangat berpotensi mengacaukan persaingan awal hehe... Karya miochin dan lumi ini (sy menyebut dua2nya karena ini seakan sebuah karya kembar), sangatlah panjang sekali hingga pada awalnya sy pun cuma sempat membaca bagian akhirnya saja, dan terus terang waktu itu sy sedikit terpengaruh dan nulis bahwa ceritanya "sangat setia" pada Clannad, dan menempatkan karya ini buat dibaca terakhir2 mengingat panjangnya dan kepikiran bakalan boring. Nilai sudah sy susun dan sudah mulai mengira2 bakal pemenang 1,2,3 nya, kemudian barulah sy meluangkan waktu membaca, pertama karyanya lumi "my sweet violin"... Dan whoala!, ternyata sy salah...., jujur saja inilah cerita yg paling apa adanya dgn alur mengalir lancar yg pernah sy baca di lomba ini, ini bukan sebuah cerita yg boring tapi ini sebuah kisah sangat menarik yg ingin sy baca hingga selesai. Bagian awal adalah yg terbaik ditengah2 ada nyelip adegan Clannad dan diakhiri dgn kisah yg memenuhi tuntutan tema lombanya. Kemudian sy teruskan dgn membaca kisah miochin ini, dan benar saja, kembar!, sedikit bingung karena beberapa narasi dan dialognya sama, namun pada akhirnya sy putuskan buat menilainya secara terpisah. Secara keseluruhan karya miochin lebih lengkap, sy penasaran bagaimana teknis kalian menulis cerita begini (mungkin mau berbagi?) dan apakah ada yg menjadi mindset atau yg bikin kerangkanya? Keistimewaan ada di isi dialognya yg dibikin betul2 hidup dan "asli" hingga dalam hal ini sy merasa seakan menikmati akting dua tokoh dgn chemistry yg sangat kuat. Dan bagian akhirnya ditutup dgn kesimpulan yg indah dan membuat kisah ini jadi sebuah catatan perjalanan hidup yg lengkap dan inspiratif. Selamat! Last edited by xchalant; 10 August 2010 at 21:40. |
|
|
|
| Liked by |
| xchalant |
| View Public Profile |
| Send a private message to xchalant |
| Find More Posts by xchalant |
| View Blog |
|
|
|
#7 |
|
Fetish Rambut bakpo dan hobi ngpump
![]() ![]() Join Date: Jun 2010
Location: Kota Malang, rumah kluarga
|
hahaha, dan akhirnya karya saya ama lumi yang mengacaukan penilaian awal
![]() aniwai, thx 4 de review xchalant-san ![]() buat karya kami(aku dan Lumi), saya akan kasih sedikit tricknya : waktu menulis cerita ini, saya dan lumi berbagi ide, lalu saya yang menyusun kerangkanya dan lumi memberi masukan-masukan, setelah kerangka sudah ditentukan kami mengerjakan jalan cerita kami sendiri-sendiri, dengan patokan kerangka yang sudah kami buat, kami terus bekerja sama dan saling bertukar ide serta mengkritik hasil tulis kami satu sama lain, hingga 'HUPLA' jadilah karya ini ![]() tapi jujur aja, nulis karya kolaborasi ini pain in the ass ![]() rintangannya banyak, apalagi kalo pas nulis dialog di situasi yang sama(situasi dimana di karyaku dan karya lumi keluar) ![]() sering missmatch antara dialog buatanku ama buatan lumi ![]() tapi kalo misalnya aku dan lumi ga kerjasama, mungkin hasil karya kami masing-masing ga bakal seramai, sepanjang dan semenarik ini ![]() jadi dengan kata lain, ini adalah kemenangan kami berdua ![]()
__________________
KELAKUAN SAAT NGUMPUL Karya Tulis saya Istri-Istri saya ![]() ALL HAIL GESO ![]() ![]() ![]() Last edited by MioChin; 10 August 2010 at 20:15. |
|
|
|
|
![]() |
| Thread Tools | |
|
|


Penulis atau orang yang kreatif? Mari bergabung bersama LPK KAORI! Beri dukungan dengan membaca dan mengapresiasi karya mereka yah!
















)


: 

